- Back to Home »
- news »
- Walau Mendapat Bailout, Cyprus Harus tetap Lakukan Penghematan
Cyprus masih harus mengadopsi 351 juta euro dalam langkah-langkah
penghematan anggaran 2013, sebelum menerima bantuan keuangan dari Uni
Eropa pada Mei mendatang. Hal itu tertuang dalam kesepakatan bailout
yang ditandatangani pemberi pinjaman internasional.
‘ Tahun
ini, pemerintah akan ketat menerapkan hukum anggaran 2013 dengan
langkah-langkah tambahan permanen sedikitnya 351 juta euro (2,1 persen
dari PDB), ‘ demikian sebuah nota kesepahaman, seperti dari dilansir Global Post, Kamis (4/4/2013).
Untuk memenuhi target fiskal pemerintah harus mengadopsi sejumlah
langkah, yaitu Pemotongan gaji di sektor publik, Meningkatkan pajak
penghasilan badan dari 10 persen menjadi 12,5 persen, Menaikkan tarif
pajak atas pendapatan bunga hingga 30 persen, Meningkatkan pajak
properti untuk menghasilkan 75 juta euro, Meningkatkan setidaknya 17
persen tugas dan biaya pada pelayanan publik, Kemudian menyesuaikan
pajak kendaraan bermotor pada Juni mendatang.
Dari sisi
pengeluaran, pemerintah juga harus menghemat hingga 36 juta euro, di
antaranya dengan mengakhiri hibah untuk memperoleh tempat tinggal
pertama, praktik pemberian pinjaman serta jaminan pinjaman yang
berkaitan dengan pembangunan rumah dan akuisisi.
Sementara
di hari kemarin, Setelah ECB menetapkan tingkat suku bunga untuk tidak
berubah di level rekor rendah 0.75% meski terdapat indikasi kontraksi
ekonomi di 17 negara member zona Euro, Presiden ECB Mario Draghi pada
konferensi persnya menyatakan bahwa bank sentral masih akan melihat
perkembangan data dan masih membuka peluang adanya pemangkasan bunga
jika memang diperlukan.
Survey manufaktur kawasan Eropa pekan ini sudah menunjukkan bahwa
output ekonomi jatuh untuk 6 triwulan berturut-turut, sementara angka
pengangguran di zona Euro kembali mencapai rekor di bulan February. Laju
inflasi masih terkontrol di 1.7% pada bulan Maret, laju terendah sejak
Agustus 2010. ECB masih mempertahankan target inflasi jangka menengah
sedikit dibawah 2%.
Namun pada komentar pembuka Draghi dalam konferensi persnya
menunjukkan bahwa penilaian anggota dewan ECB terhadap outlook ekonomi
tidak berubah dengan sikap moneter yang condong akomodatif untuk
merangsang pemulihan.