- Back to Home »
- news »
- Rilis GDP AS Diperkirakan Alami Pertumbuhan
Dolar AS diperdagangkan lebih rendah terhadap sebagian besar mata
uang utama, setelah data menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan
AS kurang dari yang diharapkan.
Seperti dikutip monexnews, Jum’at (26/4/2013), jumlah orang AS yang
mengajukan aplikasi untuk mendapatkan tunjangan pengangguran baru
berkurang sebanyak 16.000 menjadi 339.000 sepanjang pekan lalu, yang
merupakan level terendah dalam 1½-bulan.
Sedangkan angka klaim
pekan sebelumnya direvisi naik menjadi 355.000 dari publikasi awal
351.000. Sebagian ekonom memperkirakan jika penurunan tersebut
kemungkinan lebih mencerminkan distorsi musiman yang sedang berlangsung,
yang biasanya terjadi setiap tahun pada minggu-minggu setelah liburan
Paskah dan musim semi.
Pandangan itu cukup beralasan mengingat
data ekonomi AS lainnya hanya mengindikasikan sedikit perubahan pada
pasar tenaga kerja AS. Para ekonom sebelumnya memperkirakan klaim awal
pengangguran AS hanya akan berkurang menjadi 351.000 dalam pekan yang
berakhir pada 20 April lalu.
Sementara rata-rata klaim baru dalam 4-minggu, yang dinilai lebih
sesuai untuk menggambarkan tren pasar tenaga kerja AS, turun sebesar
4.500 menjadi 357.500, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja. Angka
tersebut merupakan yang terendah dalam 3 minggu terakhir.
Dollar AS diperdagangkan melemah terhadap Yen Jepang, menyusul
serangkaian data ekonomi terbaru yang negatif memicu keprihatinan
tentang laju pemulihan ekonomi di AS, meskipun masih banyak analis yang
berpendapat Greenback tetap menarik.
Penurunan terbesar pesanan durable goods
dalam 7 bulan pada bulan Maret, pasar tenaga kerja yang masih lesu dan
melemahnya penjualan ritel AS dinilai telah cukup untuk menjadi alasan
bagi Federal Reserve melanjutkan kebijakan ultra longgarnya.
Rilis data GDP AS pada hari Jumat ini, diperkirakan akan menunjukkan
ekonomi tumbuh pada laju tahunan 3,0% pada 3 bulan pertama tahun 2013,
lebih cepat dari pertumbuhan 0,4% pada kuartal sebelumnya.