Popular Post

Posted by : Admin Senin, 22 April 2013

Para pemimpin keuangan negara G20, menjauhi langkah penghematan bagi negara-negara kaya, dengan menolak gagasan penetapan target pengurangan utang nasional, yang mengindikasikan lesunya pemulihan global.
Seperti dilansir analisadaily, Sabtu (22/4/2013), Kelompok G20 yang terdiri dari negara maju dan berkembang mengatakan akan mengawasi efek negatif dari stimulus besar-besaran seperti yang dilakukan Jepang, yang memberi isyarat kekhawatiran terhadap negara-negara berkembang bahwa kebijakan tersebut berisiko membanjiri ekonomi mereka dengan aliran hot capital dan lonjakan mata uang.
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada konferensi berita bahwa pejabat G20 meyakini pengurangan utang secara keseluruhan adalah lebih penting daripada angka tertentu.  ‘Kami sepakat hal ini akan menjadi parameter lunak, ini akan menjadi semacam tujuan strategi dan mungkin dapat diubah atau disesuaikan, tergantung pada situasi tertentu dalam perekonomian nasional,’ katanya.
Rusia, yang tahun ini menjadi tuan rumah pertemuan G20 berharap dapat menjaga kesepakatan tentang pengaturan target tetap guna mengurangi utang pada saat pertemuan pemimpin G20 di  St Petersburg pada bulan September.
Akan tetapi, Amerika Serikat dan Jepang telah bergegas menentang gagasan tentang target utang dengan PDB tetap, Washington berusaha untuk menjaga fokus G20 pada pertumbuhan. “Terus terang, ucapan bisa bernilai kuat tapi hal itu harus didukung dengan majunya pergerakan,” kata Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty.
Dalam komunike usai pertemuan dua hari, G20 menyampaikan sadar tentang kemungkinan efek samping dari perpanjangan masa stimulus moneter, yang menambahkan desakan bagi Korea Selatan untuk mempertimbangkan keprihatinan pasar negara berkembang.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -