Popular Post

Posted by : Admin Rabu, 03 April 2013

Jakarta, Strategydesk - Euro tergelincir lagi menyusul indikator blok mata uang itu yang menegaskan suramnya kondisi ekonomi, kondisi yang dapat menambah dilema ECB. Sedangkan yen melemah lagi jelang rapat reguler BOJ.
Euro jatuh karena data manufaktur dan tingkat pengangguran kawasan yang menunjukkan kondisi ekonomi memprihatinkan. Indeks PMI masih berada di zona kontraksi, mengindikasikan ekonomi masih resesi di kuartal pertama tahun ini. Indeks PMI manufaktur Spanyol yang turun ke 44,2 di Maret dari 46,8 di Februari. Indeks PMI manufaktur Italia turun ke 44,5 dari 45,8. Indeks PMI zona euro untuk Maret direvisi naik menjadi 46,8 dari 46,6. Begitupun Jerman, juga direvisi naik menjadi 49,0 dari 48,9.
Sedangkan tingkat pengangguran zona euro naik 0,1% menjadi 12%, tertinggi sejak mata uang itu di luncurkan pada 1999. Lonjakan pengangguran ini dianggap sebagai efek samping program penghematan dan kenaikan pajak yang diterapkan beberapa negara untuk mengatasi krisis utang. Para pengamat melihat ini seperti lingkaran setan, Eropa menjalankan kebijakan yang ternyata gagal.
Di saat kekhawatiran soal Siprus sedang surut, tekanan ke euro datang dari data ekonomi. Euro berada di $1,2802, setelah sempat jatuh ke low di $1,2792. Euro kemarin akhirnya gagal menembus Moving Average 200 harinya di $1,2880.  Dengan jatuh ke bawah $1,28, euro terancam ke 4 month low di $1,2749 yang dicatat  27 Maret. Terhadap yen, euro stabil di 119,70, dekat level terendah dalam lima minggu terakhir.
Dengan data yang buruk itu, timbul pertanyaan apa yang akan dilakukan ECB.  Pasar ingin mengetahui bagaimana ECB menyikapi kondisi terkini, tidak hanya soal ekonomi tapi juga Siprus. Data buruk memperkuat spekulasi ECB bisa saja melonggarkan kebijakannya besok. Untuk saat ini konsensus di pasar memang ECB akan mempertahankan kebijakan. Tapi pasar tetap akan mengamati pernyataan Presiden Mario Draghi pasca keputusan rate. Data inflasi zona euro hari ini mungkin dapat mempengaruhi persepsi pasar soal ECB. 
Yen terkoreksi lagi atas dollar menyusul data factory orders AS yang lebih baik dari prediksi. Data itu menunjukkan orders meningkat 3,0% selama Februari. Yen berada di 93,55 per dollar, setelah sempat menguat sampai 92,54 per dollar kemarin.  Namun pelemahan masih terbatas menjelang hasil rapat reguler BOJ. Pasar ingin melihat apakah gubernur baru Haruhiko Kuroda memenuhi janjinya membuat gebrakan berarti. Tapi ada kekhawatiran BOJ nantinya mengeluarkan keputusan yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Karena sudah terfaktorkan di pasar, BOJ harus mengeluarkan stimulus yang besar.
Untuk malam nanti, pasar menantikan data ADP Employment Change, yang merupakan gambaran awal data payroll Jumat nanti. Data itu diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja swasta tumbuh 200.000 selama Maret. Angka sebesar itu merupakan pertumbuhan yang dianggap bagus untuk mengurangi tingkat pengangguran. Selain itu, ada data ISM non manufaktur, atau indeks sektor jasa AS.


Sumber Berita: Nanang Wahyudin-strategydesk.co.id

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -