Popular Post

Posted by : Admin Senin, 08 April 2013

Jakarta, Strategydesk - Yen menyentuh level terendah dalam 4 tahun terakhir atas dollar, melanjutkan kejatuhannya karena laporan BOJ akan segera memulai pembelian obligasi, beberapa hari setelah BOJ mengumumkan stimulus baru.
Kejatuhan yen yang semakin dalam itu datang menyusul laporan dari harian Nikkei bahwa BOJ minggu ini akan membeli obligasi pemerintah dengan tenor antara lima dan 10 tahun hingga 1,2 triliun yen. Langkah ini merupakan bentuk keputusan yang diumumkan Kamis lalu, stimulus agresif untuk mengentaskan deflasi.
BOJ meluncurkan stimulus moneter besar, sebagai cara untuk mengentaskan deflasi tahunan, keputusan yang menekan yield obligasi. Gubernur Haruhiko Kuroda, dalam rapat pertamanya, mengumumkan komitmen untuk melakukan pembelian obligasi tak terbatas (open ended) dan mengatakan jumlah uang kertas bisa mencapai 270 triliun yen pada akhir 2014 agar mencapai target inflasi 2% dalam dua tahun. Melalui skema itu, BOJ akan membeli 7,5 triliiun yen obligasi pemerintah per bulan, atau 70% obligasi yang dijual di pasar.
Para analis mengatakan banjir likuiditas yen itu sebagian akan digunakan oleh investor Jepang untuk membeli aset ber-yield tinggi di luar negeri. Dengan kata lain, carry trader dengan menggunakan yen akan marak lagi, ini memberi tekanan pula ke mata uang Jepang itu. JPMorgan, dalam laporannya menyebutkan langkah moneter radikal BOJ itu diperlukan untuk membalikkan arah yen, dan untuk itu, BOJ sudah berhasil.
Yen berada di 98,33 per dollar, setelah sempat menyentuh 98,83, terendah sejak Juni 2009. Meski ada beberapa indikator yang sudah menunjukkan kondisi jenuh beli, kondisi fundamental masih mendukung penguatan lanjutan. Yen berpotensi menuju 100 per dollar bila terus ada berita mengenai rencana BOJ terkait stimulusnya. Level itu menjadi target selanjutnya bila ditutup di kisaran 98,40.  Terhadap euro, yen berada di 128,32, terendah sejak Januari 2010, dan bisa menuju 130 bila ditutup di kisaran 129.
Sementara itu, dollar justru melemah atas mata uang lainnya karena data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan. Payroll hanya tumbuh 88.000 selama Maret, terendah sejak Juni 2012. Angka itu jauh di bawah prediksi 199.000. Meski tingkat pengangguran turun 0,1% ke 7,6%, itu lebih dikarenakan oleh berkurangnya partisipasi pencari kerja. Indeks dollar berada di 82,66, setelah tumbang ke 82,30 akhir pekan lalu.
Euro menguat karena data itu, hari ini berada di $1,2991, setelah menyentuh $1,3000. Bahkan akhir pekan lalu berhasil meraih $1,3037. Namun, dengan bayang-bayang buruknya kondisi di Eropa, sulit bagi untuk bisa melanjutkan penguatan. Data terjadwal hari ini adalah produksi industrial Jerman dan sentiment investor zona euro.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -