Popular Post

Posted by : Admin Jumat, 12 April 2013

Jakarta, Strategydesk - Euro menyentuh level tertingginya sejak Februari menyusul lelang obligasi Italia yang sukses, meski ada laporan prospek ekonomi blok mata uang itu masih suram.
Italia menjual 4 miliar euro obligasi tenor 3 tahun dengan yield di 2,29%, turun dari lelang sebelumnya yang 2,48%. Tawaran investor mencapai 1,40 kali jumlah obligasi yang ditawarkan, naik dari bulan lalu yang 1,28 kali. Italia juga menjual obligasi tenor 5 dan 15 tahun. Semuanya, Italia berhasil mengumpulkan 7,17 miliar euro, dekat target 7,5 miliar euro. Penjualan ini dibantu oleh penembusan obligasi (redemption) pada 15 April nanti.
Lakunya obligasi Italia ini juga mencerminkan harapan bahwa stimulus  Jepang akan diarahkan ke aset-aset luar negeri dengan yield yang lebih menarik. Program penyuntikan likuiditas Jepang, yang bakal menambah jumlah uang beredar, diperkirakan akan digunakana untuk membeli obligasi dan mendorong carry trade. Muncul harapan di pasar obligasi negara-negara Eropa dapat menjadi bagian dari portofolio.
Euro tetap menguat meski muncul laporan pesimis mengenai prospek ekonomi blok mata uang itu. IMF memangkas proyeksi ekonomi zona euro dan dunia. IMF memproyeksikan PDB zona euro bakal kontraksi 0,2% tahun ini, dengan alasan ketidakpastian politik di Italia, yang merupakan ekonomi terbesar ketiga Eropa. Berita lain menyebutkan, 60 ekonom yang disurvei oleh Reuters semakin pesimis dengan prospek ekonomi zona euro. Dalam survei yang sama, beberapa ekonom memperkirakan ECB akan bertindak untuk memitigasi dampak krisis ekonomi.
Euro diperdagangkan di $1,3120, dengan menyentuh high di $1,3137 semalam, tertinggi sejak 28 Februari. Dengan rebound ini, euro melanjutkan penguatan mingguannya dan bila hari ini ditutup menguat maka menjadi penguatan dua pekan berturut-turut, melanjutkan fase penyesuaian harga. Tapi perlu diwaspadai pergerakannya menjelang data produksi industrial zona euro yang diperkirakan buruk. Dalam grafik mingguan, euro berhasil menembus 38,2% retracement kejatuhan 27 Januari-31 Maret di $1,3103. Untuk bisa meraih 50% di $1,3122, euro harus bisa ditutup di $1,3184. Terhadap yen, euro  berada di 130,46 setelah berhasil menyentuh rekor tertinggi di 131,10.
Sementara itu, dollar sampai saat ini masih belum mampu meraih level 100 yen, terus tertahan selama tiga sesi terakhir. Sejak BOJ mengumumkan stimulus baru, dollar telah reli 6% atas yen, namun terus berkonsolidasi di kisaran 99. Dollar kini berada di 99,50 yen, setelah kemarin menyentuh 99,93. Diperlukan alasan baru untuk membawa dollar ke level psikologis 100, dan data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS nanti malam mungkin bisa mempengaruhi pergerakannya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -