- Back to Home »
- news »
- Soal Reformasi IMF, Brazil Kecam Eropa dan AS
Menteri Keuangan Brazil Guido Mantega, mengecam Amerika Serikat dan
Eropa karena mengulur-ulur reformasi yang akan mengurangi peran mereka
di Dana Moneter Internasional.
Seperti dikutip kantor berita
antara, Sabtu (20/3/2013), dalam sebuah pernyataan sebagai perwakilan
untuk Dana dari 11 negara anggota, Mantega mengatakan reformasi dominasi
Eropa dan AS atas kepemilikan saham dan hak suara di IMF telah berulang
kali tertunda, mencegah penyeimbangan yang akan memungkinkan
negara-negara berkembang memiliki suara lebih besar, lapor AFP.
‘Reformasi IMF mungkin pada titik nadirnya. Waktu yang ditargetkan
telah gagal dipenuhi, penundaan dan penundaan telah menjadi rutinitas,’
kata Mantega.
Program 2010 tidak berjalan karena memerlukan dukungan dari Amerika Serikat, di mana Kongres terus menolak ratifikasi.
Dan peninjauan kuota berikutnya, yang akan selesai pada Januari 2014,
juga tertunda karena ‘resistensi terhadap perubahan pada bagian
keterwakilan berlebihan negara-negara Eropa,’ kata Mantega.
Penundaan mencegah raksasa negara berkembang seperti China, Rusia, India
dan Brazil dari mendapatkan suara lebih besar dalam urusan IMF melalui
peningkatan kuota, dasar komposisi kepemilikan saham mereka.
Mantega mengingatkan bahwa reformasi muncul dari krisis 2007-2008 di
negara maju dan diselenggarakan oleh kekuatan ekonomi Kelompok 20 (G20)
dengan dukungan dari negara-negara berkembang guna meningkatkan sumber
daya IMF untuk intervensi dan membantu negara-negara bermasalah.
Sebagian besar dari peningkatan itu telah digunakan dalam dana talangan
untuk negara-negara zona euro Irlandia, Yunani, Portugal dan Cyprus.