- Back to Home »
- news »
- Data Manufaktur Tekan Dollar
Jakarta, Strategydesk - Dollar jatuh atas rival utamanya menyusul data
manufaktur AS yang menimbulkan spekulasi ekonomi kehilangan lajunya di
akhir kuartal pertama. Sedangkan yen terapresiasi menjelang rapat BOJ.
Aktivitas
manufaktur AS melambat bulan lalu, menurut Institute for Supply
Management (ISM). Lembaga itu mengatakan indeks manufakturnya turun ke
51,3 dari Maret dari 54,2 di Februari. Data manufaktur itu menunjukkan
aktivitas terlambat dalam tiga bulan terakhir di akhir kuartal pertama
ini terjadi karena rendahnya pertumbuhan produksi dan order baru.
Data
manufaktur lain juga menunjukkan perlambatan. Indeks PMI manufaktur
versi Markit Economics turun ke 54,6 dari 54,9. dan ini memicu
kekhawatiran pengetatan fiskal mulai berdampak buruk pada ekonomi. Kedua
data manufaktur itu memicu kekhawatiran pengetatan fiskal mulai
berdampak buruk pada ekonomi.
Indeks dollar melemah 0,6%, menjauhi
level tertinggi dalam 8 bulan yang dicatat minggu lalu. Menurut analis,
aktivitas perdagangan sepi kemarin karena masih banyak pasar yang
ditutup untuk libur Paskah. Tapi kejatuhan dollar ini merupakan fase
koreksi dari penguatan tajamnya atas beberapa rivalnya, seperti euro dan
yen.
Dengan tertekannya dollar, euro terangkat sampai ke high
$1,2875, berusaha menjauhi level terendah dalam 4 bulan $1,2750 yang
dicatat minggu lalu. Euro menghadapi resistance di level spikologis
$1,2900. Euro masih dibayangi oleh masalah Siprus dan ketidakpastian
politik di Italia. Dengan suramnya kondisi fundamental ekonomi kawasan,
penguatan euro terlihat masih rentan. Situasi ini dapat memaksa ECB
melonggarkan kebijakannya. Kalaupun bukan pada rapat Kamis nanti,
pelonggaran tetap sulit terelakkan.
Yen menguat ke level tertinggi
dalam sebulan terakhir atas dollar, mencerminkan fase koreksi dari
kejatuhannya. Dollar diperdagangkan di 93,07 yen, sempat jatuh sampai
92,92, terendah sejak 5 Maret. Tapi penguatan yen lanjutan mungkin
terbatas di saat pasar menantikan apa yang akan diumumkan BOJ pasca
rapat dua harinya. BOJ akan menggelar rapat mulai besok dengan keputusan
diumumkan Kamis. Di sisi lain, pasar sudah memfaktorkan bakal ada
pelonggaran atau stimulus dari BOJ, sulit membuat kejutan kecuali
jumlahnya besar sekali.
Sementara itu, aussie terus mencatat
penguatan signfikan atas dollar, setelah rebound dari level terendah
dalam dua minggu terakhir kemarin. Aussie berada di $1,0450, bangkit
dari low kemarin $1,0383. Level $1,0500 masih menjadi resistance kuat.
Pasar kini menunggu keputusan suku bunga RBA, yang diperkirakan akan
mempertahankan rate-nya. Tapi pernyatan dovish yang datang dari
gubernurnya bisa menghantam aussie.