Popular Post

Posted by : Admin Selasa, 02 April 2013

Jakarta, Strategydesk - Dollar jatuh atas rival utamanya menyusul data manufaktur AS yang menimbulkan spekulasi ekonomi kehilangan lajunya di akhir kuartal pertama. Sedangkan yen terapresiasi menjelang rapat BOJ.
Aktivitas manufaktur AS melambat bulan lalu, menurut Institute for Supply Management (ISM). Lembaga itu mengatakan indeks manufakturnya turun ke 51,3 dari Maret dari 54,2 di Februari. Data manufaktur itu menunjukkan aktivitas terlambat dalam tiga bulan terakhir di akhir kuartal pertama ini terjadi karena rendahnya pertumbuhan produksi dan order baru.
Data manufaktur lain juga menunjukkan perlambatan. Indeks PMI manufaktur versi Markit Economics turun ke 54,6 dari 54,9. dan ini memicu kekhawatiran pengetatan fiskal mulai berdampak buruk pada ekonomi. Kedua data manufaktur itu  memicu kekhawatiran pengetatan fiskal mulai berdampak buruk pada ekonomi.
Indeks dollar melemah 0,6%, menjauhi level tertinggi dalam 8 bulan yang dicatat minggu lalu. Menurut analis, aktivitas perdagangan sepi kemarin karena masih banyak pasar yang ditutup untuk libur Paskah. Tapi kejatuhan dollar ini merupakan fase koreksi dari penguatan tajamnya atas beberapa rivalnya, seperti euro dan yen.
Dengan tertekannya dollar, euro terangkat sampai ke high $1,2875, berusaha menjauhi level terendah dalam 4 bulan $1,2750 yang dicatat minggu lalu. Euro menghadapi resistance di level spikologis $1,2900. Euro masih dibayangi oleh masalah Siprus dan ketidakpastian politik di Italia. Dengan suramnya kondisi fundamental ekonomi kawasan, penguatan euro  terlihat masih rentan. Situasi ini dapat memaksa ECB melonggarkan kebijakannya. Kalaupun bukan pada rapat Kamis nanti, pelonggaran tetap sulit terelakkan.
Yen menguat ke level tertinggi dalam sebulan terakhir atas dollar, mencerminkan fase koreksi dari kejatuhannya. Dollar diperdagangkan di 93,07 yen, sempat jatuh sampai 92,92, terendah sejak 5 Maret. Tapi penguatan yen lanjutan mungkin terbatas di saat pasar menantikan apa yang akan diumumkan BOJ pasca rapat dua harinya. BOJ akan menggelar rapat mulai besok dengan keputusan diumumkan Kamis. Di sisi lain, pasar sudah memfaktorkan bakal ada pelonggaran atau stimulus dari BOJ, sulit membuat kejutan kecuali jumlahnya besar sekali.
Sementara itu, aussie terus mencatat penguatan signfikan atas dollar, setelah rebound dari level terendah dalam dua minggu terakhir kemarin. Aussie berada di $1,0450, bangkit dari low kemarin $1,0383. Level $1,0500 masih menjadi resistance kuat. Pasar kini menunggu keputusan suku bunga RBA, yang diperkirakan akan mempertahankan rate-nya. Tapi pernyatan dovish yang datang dari gubernurnya bisa menghantam aussie.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -