Popular Post

Posted by : Admin Selasa, 16 April 2013

Dari Tokyo dilaporkan, Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengemukakan, akan jelaskan tujuan pelonggaran moneter kepada Kelompok Ekonomi 20 (G20) di Washington DC, AS.

Tujuan dari kebijakan ekonomi dan moneter Jepang adalah untuk menarik ekonomi keluar dari resesi deflasi. "Dampak dari kebijakan ini bukan tujuan utama kami," tegas Aso, seperti dikutip dari Bernama dan Sindonews, Selasa (16/4/2013).

Aso menekankan thT Jepang tidak berusaha memanipulasi mata uangnya dengan memaksa bank sentral mengambil langkah-langkah drastis pelonggaran moneter. Pernyataan Aso muncul, setelah laporan pertengahan tahun Departemen Keuangan AS terhadap praktik mata uang yang mendorong koreksi depresiasi yen terhadap dolar AS, baru-baru ini.

Atas langkah tersebut, Amerika menyatakan, akan terus memantau kebijakan Jepang, dan mereka juga akan menekan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif.




 Yen sentuh tingginya 2 pekan, sementara harga komoditi berjatuhan hari Selasa setelah data China yang mengecewakan dirilis, kejatuhan harga dipimpin oleh emas, dan ledakan bom di Boston memupus sentiment.
Aksi jual Yen juga kehilangan momentum setelah AS mengatakan bahwa AS akan mengawasi jalannya kebijakan di Jepang untuk memastikan tidak terjadinya devaluasi Yen untuk memberikan keuntungan terhadap sektor eksportir di Jepang.
Di awal perdagangan dollar AS turun serendahnya ke 95.67 Yen, terendahnya sejak 4 April, mengikuti laporan ledakan bom di Boston Marathon.

Level kunci USD/JPY berada di 98,25.
Selama harga diperdagangkan dibawah area tersebut, pasangan USD/JPY berpotensi melemah dengan pelemahan menuju area 96,50.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -