- Back to Home »
- news »
- Karena Siprus & Italia, Euro Masih Bearish
Jakarta, Strategydesk - Euro masih terpuruk dekat level terendah dalam
empat bulan terakhir karena kekhawatiran program bailout Siprus akan
berdampak buruk. Selain itu, ketidakpastian politik di Italia menambah
kondisi bearish.
Di akhir pekan, bank sentral Siprus memastikan
deposan besar, yang punya simpanan di atas 100.000 euro, di Bank of
Cyprus, terbesar di negara itu akan kehilangan 60% simpanannya.
Prosentase itu di atas rencana sebelumnya 30-40%. Ini merupakan bagian
dari kesepakatan bailout antara Siprus dengan Uni Eropa. Bank mulai
dibuka kembali setelah ditutup selama hampir dua minggu. Untuk saat ini
kondisi masih tenang, tapi dengan adanya aturan pemotongan simpanan,
sulit dipastikan gejolak sudah berakhir.
Memang, pemotongan simpanan
itu belum tentu diterapkan di negara zona euro lain, atau skema bailout
Siprus bakal dijadikan model penyelamatan lainnya. Tapi ada kecemasan
aturan itu bisa memicu perpindahan simpanan atau peralihan modal dari
negara lemah ke negara yang dianggap masih aman, seperti Jerman. Selain
itu, pasar tetap melihat adanya risiko di blok mata uang itu, mengingat
kondisi ekonomi yang masih resesi di tengah program penghematan. Tanpa
ada pertumbuhan, sulit kawasan itu keluar dari masalah ekonomi.
Belum
lagi masalah politik di Italia, yang belum terbentuk pemerintahan. Di
Roma Presiden Giorgio Napolitano memanggil 10 “orang bijak” untuk
mencari solusi yang dapat diterima oleh semua partai dalam rangka
mengakhiri kebuntuan politik. Tapi masih diragukan langkah itu bisa
mengatasi perbedaaan di antara partai.
Euro diperdagangkan di
$1,2781, setelah sempat ke low di $1,2769. Euro menyentuh level terendah
dalam empat bulan di $1,2749 minggu lalu. Setelah menyentuh level
tertinggi dalam 14 bulan terakhir di $1,3711 pada Februari, euro terus
jatuh dengan bottomnya di 4 month low itu. Kegagalan bertahan di $1,27,
euro terancam ke 61,8% retracement dari penguatan Juli 2012-Februari
2013 di $1,2680. Bahkan ada analis yang menyebut euro bisa jatuh sampai
$1,25. Terhadap yen, euro berada di 120,00.
Banyak pasar yang
ditutup karena libur Paskah. Sebagian pasar di Asia dan Eropa masih
ditutup. Hal ini membuat pergerakan mata uang cenderung terbatas.
Pergerakan mungkin bisa aktif lagi dalam perdagangan di AS nanti malam.
Tidak ada data terjadwal di Eropa hari ini, di AS pun juga tidak banyak,
hanya Indeks PMI manufaktur, ISM manufaktur dan consctruction spending.