- Back to Home »
- news »
- ECB Siap Turunkan Suku Bunga Dibulan Depan
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengawali pembicaraan pada
rapat Kamis lalu bahwa ECB akan segera menurunkan suku bunga bulan
depan. Ia menyatakan bahwa bank siap untuk bertindak untuk menaklukkan
resesi ekonomi zona euro.
Pada konferensi pers setelah ECB mempertahankan suku bunga tetap pada
rekor rendah 0,75 persen atau merupakan tingkat tertinggi di antara
bank-bank sentral utama dunia, Draghi mengemukakan bahwa topik diskusi
pada pertemuan bulanan telah meluas dan konsensusnya yakni mencegah
tingkat kemerosotan ekonomi.
Namun, ia menambahkan, ECB sedang mempelajari iklim ekonomi dengan
lebih mendalam sebab tidak ada kepastian ekonomi pada zona euro. ' Dalam
beberapa pekan mendatang, kami akan memantau sangat teliti semua
informasi yang masuk tentang perkembangan ekonomi dan moneter, kami juga
akan menilai dampaknya pada prospek dan stabilitas harga,' kata Draghi.
Draghi juga membuka jalan bagi ECB guna menerapkan langkah-langkah
non standar terbaru selain cara klasik, seperti pembelian obligasi
pemerintah atau operasi pendanaan berupa pinjaman 3 tahun yang
ditawarkan bank lebih dari setahun yang lalu.
' Kami sedang mempertimbangkan baik ukuran standar dan
non-standarnya , kami sedang memusatkan perhatian terhadap
tindakan-tindakan non-standar, ' katanya. Obligasi pemerintah
Jerman dan masa depan suku bunga zona euro akan diperbarui, dimana
pelaku pasar berspekulasi bahwa Draghi segera menurunkan suku bunga
dalam beberapa bulan mendatang.
'Singkatnya, penurunan suku bunga atau tambahan langkah-langkah
non-standar tidak dapat dikesampingkan pada bulan Mei,” kata Annalisa
Piazza, seorang trader. ECB diberi mandat untuk menetapkan inflasi di
bawah 2 persen. Pada bulan Maret, turun menjadi 1,7 persen.
Draghi mengatakan inflasi bergerak turun, jauh di bawah 2 persen.
Sebuah survei yang dirilis sebelumnya pada hari Kamis menunjukkan
penurunan ekonomi zona euro di bulan Maret, ditandai dengan lesunya
aktivitas bisnis Prancis yang bahkan melampaui kemerosotan di Spanyol
dan Italia.
' Kegiatan ekonomi yang lemah telah tertular hingga ke awal tahun ini
dan pemulihan bertahap diproyeksikan akan terjadi pada paruh kedua
tahun ini, yang juga masih memiliki risiko downside, kata Draghi.
Demikin analisadaily melaporkan.