Popular Post

Posted by : Admin Rabu, 22 Mei 2013

Apresiasi Aussie versus Dollar AS  berlanjut untuk 2 hari beruntun seiring para trader mengantisipasi kemungkinan bahwa Bernanke akan mematahkan spekulasi tentang pengurangan laju pembelian obligasi Fed.

Seolah Aussie mengabaikan hasil minutes pertemuan Reserve Bank of Australia bulan ini, yang menghasilkan penurunan suku bunga ke 2,75%.

Dilansir monexnews, Bank Sentral Australia  memangkas suku bunga ke rekor terendah pada awal Mei, guna memberikan kelonggaran moneter, akibat cepatnya penurunan investasi pertambangan dan nilai aussieyang tinggi, memperlambat pertumbuhan dan mengikis kepercayaan bisnis.
Rendahnya inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi tahun depan yang dibawah rata-rata memungkinkan pemotongan suku bunga menjadi 2.75%, kata  RBA dalam notulen rapat yang dirilis hari ini. Selain itu juga disebutkan, dalambeberapa bulan dewan telah mempertimbangkan bahwa outlook inflasi dapat memberikan ruang untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut.
RBA telah memangkas suku bunga sebanyak 7 kali sejak 2011, memperingatkan bahwa Australia menghadapi periode penurunan di sektor pertambangan, dan memicu hilangnya pekerjaan.

Strategi RBA yang memangkas suku bunga mampu memperbaiki perekonomian, dilihat dari penjualan ritel yang menunjukkan perbaikan dan meningkatnya harga rumah.

Pertumbuhan dan inflasi yang lemah telah memberikan cukup ruang untuk mengurangi suku bunga acuan ke rekor terendah, kata RBA dalam minutestersebut.
Chris Weston, para kepala analis pasar pada IG Markets di Melbourne mengatakan, "Menurut saya, Bernanke belum akan mengeluarkan pernyataan yang berbeda dan masih akan membela kebijakan longgarnya. Sementara orang-orang tengah berusaha mencari alasan untuk mengurangi posisi short Aussie, itu yang memicu pergerakan naik."

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -