- Back to Home »
- news »
- Meski PD, The Fed Belum Tentu Kurangi QE
Posted by : Admin
Selasa, 21 Mei 2013
Strategydesk – The Fed boleh saja optimis dengan pemulihan ekonomi AS,
namun masih perlu dipertanyakan apakah dengan serta merta mereka mulai
mengevaluasi skala atau jangka waktu stimulus moneternya.Sejak September, the Fed mengucurkan $85 miliar per bulan untuk
membeli obligasi pemerintah (Treasury) dan obligasi KPR (Mortgage-Backed
Securities/MBS). Keberlangsungan program itu bergantung pada
perkembangan ekonomi, secara spesifik, pertumbuhan lapangan kerja. The
Fed siap mengakhiri program itu bila melihat adanya pertumbuhan
substansial lapangan kerja dan penurunan signifikan tingkat
pengangguran.
“Ekonomi sepertinya berperforma cukup baik saat ini,” kata Charles Evans, Presiden the Fed distrik Chicago, dan salah satu anggota voting di FOMC. “Saya optimis lapangan kerja membaik dan tingkat pengangguran bisa terus turun. Namun pertanyaannya kini adalah seberapa yakinkah perbaikan yang sudah diraih ini bisa dipertahankan,” tambahnya.
Lapangan kerja (payroll) tumbuh rata-rata 208.000 per bulan selama enam bulan sampai April sejak program itu digulirkan. Sebelum ada program itu, pertumbuhan lapangan kerja hanya 97.000 per bulan. Data lainnya juga menggembirakan, penjualan ritel dan perumahan meningkat, serta kepercayaan konsumen pun membaik.
“Jelas kondisi lapangan kerja membaik sejak September,” kata John Williams, Presiden the Fed distrik San Fransisco. “Bila semua sesuai harapan, kita bisa mengakhiri program pembelian di penghujung tahun.” Namun ia pun mengakui diperlukan pertumbuhan lapangan kerja yang berkesinambungan untuk bisa ke sana.
Beberapa pejabat the Fed juga ingin segera menyesuaikan stimulus karena khawatir ratusan miliar dollar yang dikucurkan the Fed punya efek samping, dari inflasi sampai ancaman penggelembungan aset. Namun beberapa lainnya berargumen stimulus masih dibutuhkan. Dalam internal the Fed, masih ada perdebatan mengenai keberlansungan program itu.
The Fed akan mengumumkan Minutes dan Ketua Ben Bernanke akan memberi kesaksian di hadapan Kongres besok malam. Ini menjadi momen untuk mendapat kejelasan mengenai program itu. Namun, kecil kemungkinan the Fed secara gamblang menyatakan siap mengurangi atau mempersingkat program itu. Kalau pun menyebut opsi pengurangan, pasti ada syarat-syaratnya.
“Ekonomi sepertinya berperforma cukup baik saat ini,” kata Charles Evans, Presiden the Fed distrik Chicago, dan salah satu anggota voting di FOMC. “Saya optimis lapangan kerja membaik dan tingkat pengangguran bisa terus turun. Namun pertanyaannya kini adalah seberapa yakinkah perbaikan yang sudah diraih ini bisa dipertahankan,” tambahnya.
Lapangan kerja (payroll) tumbuh rata-rata 208.000 per bulan selama enam bulan sampai April sejak program itu digulirkan. Sebelum ada program itu, pertumbuhan lapangan kerja hanya 97.000 per bulan. Data lainnya juga menggembirakan, penjualan ritel dan perumahan meningkat, serta kepercayaan konsumen pun membaik.
“Jelas kondisi lapangan kerja membaik sejak September,” kata John Williams, Presiden the Fed distrik San Fransisco. “Bila semua sesuai harapan, kita bisa mengakhiri program pembelian di penghujung tahun.” Namun ia pun mengakui diperlukan pertumbuhan lapangan kerja yang berkesinambungan untuk bisa ke sana.
Beberapa pejabat the Fed juga ingin segera menyesuaikan stimulus karena khawatir ratusan miliar dollar yang dikucurkan the Fed punya efek samping, dari inflasi sampai ancaman penggelembungan aset. Namun beberapa lainnya berargumen stimulus masih dibutuhkan. Dalam internal the Fed, masih ada perdebatan mengenai keberlansungan program itu.
The Fed akan mengumumkan Minutes dan Ketua Ben Bernanke akan memberi kesaksian di hadapan Kongres besok malam. Ini menjadi momen untuk mendapat kejelasan mengenai program itu. Namun, kecil kemungkinan the Fed secara gamblang menyatakan siap mengurangi atau mempersingkat program itu. Kalau pun menyebut opsi pengurangan, pasti ada syarat-syaratnya.