Popular Post

Posted by : Admin Kamis, 23 Mei 2013

Resesi yang kini dialami oleh kawasan zona-euro  tampaknya dapat mendorong ECB untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Di lain pihak, bertambahnya bukti akan pemulihan ekonomi AS membuat investor khawatir Federal Reserve akan mengurangi program pembelian obligasi. Fed's Bernanke kemarin mengatakan bank sentral akan mengurangi jumlah pembelian obligasi jika pemulihan ekonomi berkelanjutan.

FOMC meeting minutes yang baru dirilis juga menunjukan keinginan sejumlah petinggi bank sentral untuk mengurangi stimulus secepatnya pada pertemuan Juni.
 Peter Praet, anggota dewan moneter ECB, isyaratkan keinginan agar bank setral Eropa melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut.

"ECB dapat menggunakan instrumen kebijakan moneter jika diperlukan untuk memerangi resiko deflasi. Bank sentral tengah mengkaji berbagai kebijakan yang dapat mendorong penyaluran lebih banyak kredit di zona-euro," tutur Praet.

Investor kini menantikan serangkaian data manufaktur, dan jasa dari Perancis, Jerman, dan zona-euro yang akan dirilis mulai 14.00 WIB hingga 15.00 WIB untuk melihat kondisi ekonomi zona-euro. Jika data manufaktur dan jasa masih lemah maka ini dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dari ECB.

Euro mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi Asia seiring berbedanya outlook kebijakan moneter yang akan diterapkan oleh ECB jika dibandingkan dengan Fed.

 Memasuki sesi perdagangan eropa, Kamis  (24/5/2013), Secara tekhnikal level kunci pasangan EUR/USD berada diarea 1,2875.

Selama harga diperdagangkan dibawah  area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi  melemah  dengan pelemahan  menuju area 1,2790.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -