Popular Post

Posted by : Unknown Senin, 27 Mei 2013

Strategydesk – Ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz mengatakan terlalu dini bagi the Fed untuk mengurangi stimulus moneternya meski ada pertanda ekonomi AS membaik.“Itulah satu-satunya stimulus,” kata Profesor Universitas Columbia itu dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Yordania Jumat lalu. “Jelas ekonomi belum kembali normal, dan menerimanya sebagai kondisi normal adalah salah.”
Saham AS jatuh dan obligasi merosot setelah pasar keuangan menginterpretasikan pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke dan FOMC Minutes sebagai indikasi program pembelian aset bakal dikurangi. Padahal Bernanke mengatakan program pembelian bisa saja dikurangi kalau ekonomi terus membaik, namun pengetatan dini berbahaya bagi pemulihan.
Akhir-akhir ini, sebagian besar data ekonomi China menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi. Data Jumat lalu menunjukkan durable goods orders naik 3,3% selama April, lebih besar dari prediksi 1,5%. Data ini menjadi pertanda pertumbuhan akan semakin membaik di kuartal kedua.  Meski demikian, para pengamat melihat diperlukan waktu agar pertumbuhan bisa kembali ke level pra-krisis.
Stiglitz, yang juga mantan ekonom Bank Dunia, mengatakan faktor yang membuat perdebatan mengenai stimulus the Fed adalah sedikitnya bukti bahwa (stimulus) itu bermanfaat bagi ekonomi. Stimulus itu lebih terlihat menyebabkan penggelembungan harga aset dan pelemahan dollar, yang membantu ekspor AS.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -