- Back to Home »
- news »
- Stiglitz: Terlalu Dini Stimulus the Fed Dikurangi
Strategydesk – Ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz mengatakan terlalu
dini bagi the Fed untuk mengurangi stimulus moneternya meski ada
pertanda ekonomi AS membaik.“Itulah satu-satunya stimulus,” kata Profesor Universitas Columbia
itu dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Yordania Jumat
lalu. “Jelas ekonomi belum kembali normal, dan menerimanya sebagai
kondisi normal adalah salah.”
Saham AS jatuh dan obligasi merosot setelah pasar keuangan
menginterpretasikan pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke dan FOMC
Minutes sebagai indikasi program pembelian aset bakal dikurangi. Padahal
Bernanke mengatakan program pembelian bisa saja dikurangi kalau ekonomi
terus membaik, namun pengetatan dini berbahaya bagi pemulihan.
Akhir-akhir ini, sebagian besar data ekonomi China menunjukkan
perbaikan kondisi ekonomi. Data Jumat lalu menunjukkan durable goods
orders naik 3,3% selama April, lebih besar dari prediksi 1,5%. Data ini
menjadi pertanda pertumbuhan akan semakin membaik di kuartal kedua.
Meski demikian, para pengamat melihat diperlukan waktu agar pertumbuhan
bisa kembali ke level pra-krisis.
Stiglitz, yang juga mantan ekonom Bank Dunia, mengatakan faktor yang
membuat perdebatan mengenai stimulus the Fed adalah sedikitnya bukti
bahwa (stimulus) itu bermanfaat bagi ekonomi. Stimulus itu lebih
terlihat menyebabkan penggelembungan harga aset dan pelemahan dollar,
yang membantu ekspor AS.