- Back to Home »
- news »
- Inflansi Inggri Alami Perlambatan
Laporan terbaru menunjukan, Inflasi Inggris melambat lebih dari
perkiraan ekonom pada April 2013, ke level terendah dalam tujuh bulan.
Seperti dilansir dari Bloomberg
dan Sindonews, Selasa (21/5/2013), Kantor Statistik Nasional Inggris,
ONS melaporkan harga konsumen naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya,
dibandingkan 2,8 persen pada Maret. Sementara perkiraan median dari 35
ekonom yang disurvei Bloomberg News mencatat perlambatan 2,6 persen.
Inflasi inti didinginkan, di mana harga pabrik meningkat menjadi 1,1 persen, setidaknya sejak September 2009.
Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE)
menurunkan proyeksi inflasi pada pekan lalu, dan menyatakan pertumbuhan
harga dapat mencapai target 2 persen lebih awal dari perkiraan
sebelumnya.
Bank sentral juga menaikkan proyeksi pertumbuhan,
melalui program pembelian obligasi sebesar 375 miliar pounds (USD572
miliar) pada bulan ini. Pembacaan keputusan akan diterbitkan besok,
menunjukkan apakah Gubernur BoE, Mervyn King akan melanjutkan upayanya
untuk meningkatkan stimulus atau tidak.
"Kemungkinan saat ini,
selama puncak musim panas akan menjadi sekitar 3 persen dibandingkan 3,5
persen, terutama disebabkan pelunakan keseluruhan ditandai minyak,"
kata Howard Archer, ekonom IHS Global Insight, London.
Sementara
Peter Frank, kepala strategi mata uang global pada Banco Bilbao Vizcaya
Argentaria SA (BBVA) di London megatakan, "Inflasi yang melemah jelas
berdampak negatif terhadap Sterling, karena akan memperbesar peluang
untuk penambahan stimulus moneter lebih lanjut. Meskipun bukan kejatuhan
besar, angka tersebut cukup lemah sebelum rilis minutes yang krusial. Itu memperkuat pengambilan keputusan investor untuk menjual Sterling."