Popular Post

Posted by : Admin Rabu, 22 Mei 2013

Laporan terbaru menunjukan, Inflasi Inggris melambat lebih dari perkiraan ekonom pada April 2013, ke level terendah dalam tujuh bulan.

Seperti dilansir dari Bloomberg dan Sindonews, Selasa (21/5/2013), Kantor Statistik Nasional Inggris, ONS melaporkan harga konsumen naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan 2,8 persen pada Maret. Sementara perkiraan median dari 35 ekonom yang disurvei Bloomberg News mencatat perlambatan 2,6 persen.

Inflasi inti didinginkan, di mana harga pabrik meningkat menjadi 1,1 persen, setidaknya sejak September 2009.

Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) menurunkan proyeksi inflasi pada pekan lalu, dan menyatakan pertumbuhan harga dapat mencapai target 2 persen lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Bank sentral juga menaikkan proyeksi pertumbuhan, melalui program pembelian obligasi sebesar 375 miliar pounds (USD572 miliar) pada bulan ini. Pembacaan keputusan akan diterbitkan besok, menunjukkan apakah Gubernur BoE, Mervyn King akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan stimulus atau tidak.

"Kemungkinan saat ini, selama puncak musim panas akan menjadi sekitar 3 persen dibandingkan 3,5 persen, terutama disebabkan pelunakan keseluruhan ditandai minyak," kata Howard Archer, ekonom IHS Global Insight, London.

Sementara Peter Frank, kepala strategi mata uang global pada Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA (BBVA) di London megatakan, "Inflasi yang melemah jelas berdampak negatif terhadap Sterling, karena akan memperbesar peluang untuk penambahan stimulus moneter lebih lanjut. Meskipun bukan kejatuhan besar, angka tersebut cukup lemah sebelum rilis minutes yang krusial. Itu memperkuat pengambilan keputusan investor untuk menjual Sterling."

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -