Popular Post

Posted by : Kang Rois Jumat, 17 Mei 2013


Dollar menguat atas rival utamanya menyusul pernyataan dua pejabat the Fed yang mengindikasikan kemungkinan penyesuaian stimulus moneter karena perbaikan ekonomi AS.
Presiden the Fed distrik San Fransisco John Williams mengatakan pihaknya bisa saja mulai mengurangi program pembelian asetnya. Ia melihat kondisi lapangan kerja membaik, namun diperlukan pertumbuhan lapangan kerja  yang berkesinambungan untuk bisa meyakinkannya. Bila itu bisa terwujud, program pembelian aset bisa dikurangi musim panas ini, dan bila semua sesuai harapan, program itu bisa diakhiri di penghujung tahun.
Pernyataan Williams ini mengejutkan pasar karena ia selama ini dianggap sebagai salah satu pejabat berpahaman dovish di bank sentral AS itu, seperti Ketua Ben Bernanke dan Wakil Janet Yellen. Ini memperbesar kemungkinan penyesuaian skala stimulus. Dalam rapat sebelumnya, the Fed mengatakan ada pekuang 50-50 program pembelian obligasi dikurangi. Kini beberapa kalangan di pasar mulai curiga Bernanke mungkin mengisyaratkan peluang 55-45.
Pejabat the Fed lainnya, yaitu Presiden distrik Dallas Richard Fisher, menyampaikan hal yang hampir senada. Fisher mengatakan sudah saatnya the Fed menyesuaikanm program pembelian obligasinya mengingat perbaikan di sektor perumahan. Menurutnya, kebijakan saat ini sudah hiper akomodatif dan bisa memicu spekulasi dan pengambilan risiko eskesif di pasar keuangan.
Pernyataan kedua pejabat the Fed itu berhasil mengangkat dollar yang jatuh karena data initial jobless claims dan housing starts yang buruk. Initial jobless claims naik 32.000 menjadi 360.000 minggu lalu, tertinggi sejak akhir Maret. Housing starts anjlok 16,5% bulan lalu, terbesar sejak Februari 2011. Sementara itu, data lain memperlihatkan aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia kontraksi bulan ini.
Indeks dollar berada di 83,95, atau menguat 0,5%. Indeks itu masih dekat leve tertinggi dalam 10 bulan terakhir 84,13 yang dicatat Rabu lalu. Bila itu ditembus, indeks diperkirakan bergerak menuju 84,50, kemudian 84,80. Dollar menguat 0,3% atas franc, kini berada di 0,9668, namun masih di bawah peak tahun ini 0,9747. Atas yen, dollar stabil di 102,24, dekat level tertinggi dalam 4,5 tahun di 102,75.
Namun penguatan lanjutan dollar tergantung pada indikasi the Fed memang menuju pengurangan stimulus. Perlu diingat, tidak semua pejabat berpandangan sama. Untuk menilai lebih lanjut prospek kebijakan the Fed, pasar akan mencermati data sentiment konsumen AS versi Univ. of Micigan dan leading indicators, serta pernyataan pejabat the Fed Narayana Kocherlakota.
Euro, sterling dan aussie juga terkoreksi. Euro kini beracda di $1,2860, mendekati low minggu ini  $1,2840. Bila itu ditembus, euro terancam jatuh ke $1,2800, kemudian ke $1,2750. Sterling kini diperdagangkan di $1,5243, melemah 0,3%. Kegagalan bertahan di atas low $1,5170, sterling bisa bergerak menuju $1,5130. Aussie lebih merana, terus tembus low dan menyentuh ke level terendah dalam 11 bulan terakhir 0,9750. Gagal bertahan, aussie terancam ke 0,9700 dan 0,9650.
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -