- Back to Home »
- news »
- The Fed Akan Terus Lakukan Pembelian Sekuritas Obligasi
Badan Cadangan Federal (The Fed) pimpinan Ben Bernanke tampkanya
akan meneruskan kebijakan moneter ultra-akomodatifnya. Pelonggaran
kuantitatif (QE) dan suku bunga acuan sangat rendahnya akan teruskan
dilakukan untuk mendukung aktivitas pasar, sebagai usaha mendongkrak
ekonomi yang lamban dan mengurangi tingkat pengangguran tetap tinggi.
Sebagaimana dikutip analisadaily Jum’at (3/5/2013), Sebagaimana yang
diperkirakan, Fed akan terus membeli $40 miliar per bulan sekuritas
dalam usaha mempertahankan, dan mendorong turunnya suku bunga guna
mendukung kebijakan moneter.
Dalam statement-nya, para anggota
FOMC mengemukakan tentang adanya ekspansi "moderat" dalam kegiatan
ekonomi. kendati lamban, tampak terjadi perbaikan dalam kondisi pasar
perburuhan.
Sementara Bernanke tidak memberikan sesuatu referensi
tentang tekanan disinflasioner yang agaknya sudah berakhir dalam
beberapa bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan di Washington.
Selain
mengatakan akan terus mempertahankan suku bunga acuannya yang rendah
hingga tingkat pengangguran bisa di bawah 6,5% dan inflasi tetap di
bawah 2,5%, FOMC menghadapi satu perbedaan pendapat. Setelah Thomas
Hoenig, Ketua Fed Kansas Esther George memperingatkan bahwa pelonggaran
kuantitatif ketiga (QE3) dan suku bunga ultra-rendah bisa menyebabkan
lebih tingginya inflasi dari yang diharapkan.
Laporan terbaru
dari AS menunjukan, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) turun lebih
dari yang diperkirakan pada Maret 2013, di mana nilai impor mencatat
penurunan sejak 2009, tanda terbaru dari perlambatan permintaan
domestik.
Dilansir dari Reuters dan Sindonews,
Kamis (2/5/2013), Departemen Perdagangan AS mengatakan, kesenjangan
perdagangan menyempit 11,0 persen menjadi USD38,8 miliar, sebagai
penyempitan kedua sejak Januari 2010. Sementara kekurangan neraca
perdagangan pada Februari direvisi menjadi USD43,6 miliar dari laporan
sebelumnya USD43,0 miliar.
Ekonom yang disurvei Reuters
telah memperkirakan defisit perdagangan akan turun menjadi USD42,0
miliar pada Maret. Sementara defisit perdagangan disesuaikan dengan
inflasi menyempit menjadi USD44,4 miliar dari USD47,8 miliar pada
Februari.
Perdagangan membebani pertumbuhan kuartal pertama, memotong setengah persentase poin dari produk domestik bruto (PDB).
Ekonomi
tumbuh pada tingkat tahunan 2,5 persen dalam tiga bulan pertama 2013,
dan lebih kecil dari perkiraan defisit perdagangan dapat menyebabkan
pemerintah merevisi lebih tinggi perkiraan tersebut.
Semakin
kecil kesenjangan perdagangan pada Februari mencerminkan penurunan 2,8
persen pada impor barang dan jasa sebesar USD223,1 miliar. Penurunan
persentase ini adalah yang terbesar sejak Februari 2009.
Penurunan
impor barang secara luas, menambah tanda-tanda permintaan domestik
melamban ditandai penjualan ritel dan data manufaktur yang lemah.
Pada
Maret, ekspor barang dan jasa tergelincir 0,9 persen menjadi USD184,3
miliar. Ekspor telah menjadi salah satu titik terang dalam perekonomian,
tetapi menjadi berkerut oleh pelambatan ekonomi global, yang menyakiti
sektor manufaktur.
Ekspor AS ke 27 negara Uni Eropa naik 14,4
persen pada Maret menjadi USD 22,9 miliar. Namun, ekspor ke Uni Eropa
dalam tiga bulan pertama 2013 turun 8,0 persen dibandingkan periode yang
sama 2012.
Ekspor ke China, telah tumbuh lebih lambat
dibandingkan tahun-tahun terakhir, naik 1,4 persen pada Maret. Di mana
China telah menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk
barang-barang AS, dan ekspor ke negara itu naik 4,3 persen pada tiga
bulan pertama 2013.