- Back to Home »
- news »
- Politik, Penghambat Solusi Ekonomi Eropa
Posted by : Kang Rois
Jumat, 17 Mei 2013
Eropa semakin tenggelam dalam resesi, menurut data yang dipublikasikan kemarin, yang memperlihatkan ekonomi kontraksi untuk enam kuartal berturut-turut. Tapi ketika pemimpin benua itu bertemu minggu depan, belum ada indikasi bakal ada solusi untuk merangsang pertumbuhan.

Data kemarin menunjukkan PDB zona euro kontraksi 0,9% selama kuartal pertama. Dengan kontraksi ke enam kuartal berturut-turut, terpanjang dalam sejarah mata uang itu, para ekonom melihat kawasan itu sedang mengalami kelumpuhan kebijakan. Dengan Jerman, ekonomi terbesar di kawasan, memasuki periode pemilu, kecil kemungkinan bakal ada keputusan besar sampai setelah pemungutan suara September nanti.
Meski Jerman berhasil menghindari resesi, Perancis akhirnya terjerumus juga, menurut data yang dipublikasikan Rabu lalu. Presiden Perancis Francois Hollande mengisyaratkan bukan negaranya saja yang patut dipersalahkan. “Karena resesi di Eropa dan terutama di zona euro, lebih besar. Bila Eropa, negara anggota termasuk Perancis, berbenah menuju pertumbuhan, maka kita bisa meraih masa depan lebih baik,” katanya.
Namun di sanalah letak masalahnya, mengejar pertumbuhan sepertinya menjadi misi yang hampir mustahil di Eropa, yang performa ekonominya di bawah negara maju lainnya. Pertemuan menteri keuangan zona euro minggu lalu pun tidak menghasilkan sesuatu yang baru, mereka hanya berkutat pada kesatuan perbankan.
“Kita tidak melihat adanya politisi yang tunjuk tangan mengeluarkan inisiatif,” kata Carl Weinberg, ekonom dari High Frequency Economics di Valhalla di New York, dikutip oleh New York Times. ”Tapi ini depresi bukannya sekedar siklus, dan harus ada respon kebijakan kalau mau keadaan menjadi lebih baik,” tambahnya.
“Situasi politik di Eropa tidak kondusif untuk membuat gebrakan,” kata Gilles Moec, ekonom dari Deutsche Bank cabang London. Menurutnya, tidak ada yang bicara soal menciptakan dorongan untuk menghidupkan kembali ekonomi. Phillppe d’Arvisenet, ekonom dari BNP Paribas, memproyeksikan ekonomi zona euro akan kontraksi 0,5% tahun ini.