Popular Post

Posted by : Unknown Selasa, 28 Mei 2013

Jakarta, Strategydesk – Dollar rebound atas rival utamanya hari ini di Asia setelah perdagangan sepi karena tutupnya pasar AS dan Inggris. Fokus kini tertuju ke data ekonomi AS, yang diharapkan dapat menjadi penentu pergerakan.
Akhir pekan panjang di AS dan Inggris mengurangi dorongan spekulatif dari pasar mata uang. Tapi situasi ini segera berakhir dan pasar akan kembali ke volatilitas dan fluktuasi yang terlihat seperti minggu lalu, ketika muncul kesimpangsiuran mengenai keberlangsungan stimulus the Fed. Namun pertanyaannya, apakah pasar masih bimbang dengan prospek kebijakan the Fed atau mulai yakin stimulus itu tetap berjalan.
Minggu lalu,  muncul ekspektasi the Fed bakal mengurangi stimulusnya beberapa bulan lagi. Memang selama ini data ekonomi AS bagus, memperkuat ekspektasi itu. Tapi, pasar kini menyadari bahwa hal itu tidak akan dilakukan dalam rapat Juni nanti.  Meski demikian, dollar tetap bisa menguat karena pandangan ekonomi AS tetap lebih unggul dari negara maju lainnya, seperti Eropa dan Inggris. Dengan itu, pasar tetap melihat the Fed akan menjadi bank sentral pertama yang melakukan pengetatan.
Dalam memproyeksikan pergerakan selanjutnya, penting untuk melihat katalis fundamental yang mungkin datang. Data ekonomi AS nanti malam antara lain sentimen konsumen, indeks manufaktur Richmond, indeks manufaktur Dallas dan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller. Sentimen konsumen diperkirakan naik ke 71 di Mei dari 68,1 di April. Penting untuk mengetahui sejauh mana data-data itu memberi gambaran mengenai kondisi ekonomi AS.
Indeks dollar berada di 83,94, setelah menyentuh 84,04. Indesk itu bergerak cukup fluktuatif minggu lalu. Sempat meraih level tertinggi dalam tiga tahun di 84,53, akhirnya melemah sampai 83,45. Kejatuhan tajam ini mencerminkan koreksi harga setelah kenaikan selama ini. Level 84 menjadi resistance terdekat, untuk support di 83,40.
Dollar berhasil rebound atas yen dan franc. Terkoreksi sampai 100,65 akhir pekan lalu, dollar kini rebound 0,8% ke 101,85. Bila berhasil menembus lagi level 102, maka greenback berpeluang menuju 103-103,20. Terhadap franc, dollar menguat 0,5% ke 0,9675. Resistance terdekat kini di 0,9700, yang harus ditembus untuk bisa ke 0,9720.
Mengenai mata uang lain, euro melanjutkan koreksinya ke $1,2895, atau sekitar 0,4%. Pasar belum mendapat alasan untuk mendorong euro karena tidak ada berita baru yang keluar dari Eropa. Sterling terlihat konsolidasi, sulit menembus $1,51 tapi juga mampu bertahan di $1,50. Aussie terlihat masih bearish, masih gagal meraih level 0,9700 dan terancam menuju low 23/5 di 0,9590, atau terendah dalam 11 bulan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -