- Back to Home »
- news »
- Dollar Rebound, Data AS Jadi Fokus
Jakarta, Strategydesk – Dollar rebound atas rival utamanya hari ini di
Asia setelah perdagangan sepi karena tutupnya pasar AS dan Inggris.
Fokus kini tertuju ke data ekonomi AS, yang diharapkan dapat menjadi
penentu pergerakan.
Akhir pekan panjang di AS dan Inggris mengurangi dorongan spekulatif
dari pasar mata uang. Tapi situasi ini segera berakhir dan pasar akan
kembali ke volatilitas dan fluktuasi yang terlihat seperti minggu lalu,
ketika muncul kesimpangsiuran mengenai keberlangsungan stimulus the Fed.
Namun pertanyaannya, apakah pasar masih bimbang dengan prospek
kebijakan the Fed atau mulai yakin stimulus itu tetap berjalan.
Minggu lalu, muncul ekspektasi the Fed bakal mengurangi stimulusnya
beberapa bulan lagi. Memang selama ini data ekonomi AS bagus, memperkuat
ekspektasi itu. Tapi, pasar kini menyadari bahwa hal itu tidak akan
dilakukan dalam rapat Juni nanti. Meski demikian, dollar tetap bisa
menguat karena pandangan ekonomi AS tetap lebih unggul dari negara maju
lainnya, seperti Eropa dan Inggris. Dengan itu, pasar tetap melihat the
Fed akan menjadi bank sentral pertama yang melakukan pengetatan.
Dalam memproyeksikan pergerakan selanjutnya, penting untuk melihat
katalis fundamental yang mungkin datang. Data ekonomi AS nanti malam
antara lain sentimen konsumen, indeks manufaktur Richmond, indeks
manufaktur Dallas dan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller. Sentimen
konsumen diperkirakan naik ke 71 di Mei dari 68,1 di April. Penting
untuk mengetahui sejauh mana data-data itu memberi gambaran mengenai
kondisi ekonomi AS.
Indeks dollar berada di 83,94, setelah menyentuh 84,04. Indesk itu
bergerak cukup fluktuatif minggu lalu. Sempat meraih level tertinggi
dalam tiga tahun di 84,53, akhirnya melemah sampai 83,45. Kejatuhan
tajam ini mencerminkan koreksi harga setelah kenaikan selama ini. Level
84 menjadi resistance terdekat, untuk support di 83,40.
Dollar berhasil rebound atas yen dan franc. Terkoreksi sampai 100,65
akhir pekan lalu, dollar kini rebound 0,8% ke 101,85. Bila berhasil
menembus lagi level 102, maka greenback berpeluang menuju 103-103,20.
Terhadap franc, dollar menguat 0,5% ke 0,9675. Resistance terdekat kini
di 0,9700, yang harus ditembus untuk bisa ke 0,9720.
Mengenai mata uang lain, euro melanjutkan koreksinya ke $1,2895, atau
sekitar 0,4%. Pasar belum mendapat alasan untuk mendorong euro karena
tidak ada berita baru yang keluar dari Eropa. Sterling terlihat
konsolidasi, sulit menembus $1,51 tapi juga mampu bertahan di $1,50.
Aussie terlihat masih bearish, masih gagal meraih level 0,9700 dan
terancam menuju low 23/5 di 0,9590, atau terendah dalam 11 bulan.