- Back to Home »
- news »
- Aussie Melemah, The Fed Boston Berharap Pengangguran Bisa Berkurang ,
Aussie melemah versus Dollar AS, setelah International Monetary Fund memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi untuk Cina.
Nilai
tukar Dollar Australia ini, sudah anjlok sebanyak 8% terhadap Dollar
Amerika dari level tertingginya di bulan April lalu. Kinerja kurs
domestik yang kurang bagus dapat menyurutkan rencana penurunan suku
bunga dalam waktu dekat. Dua pekan lalu, Aussie masih kuat dia atas
level paritas sebelum akhirnya tergerus oleh rally dollar.
Kondisi
bahkan diperburuk oleh indikasi penurunan ekonomi China dan merosotnya
harga komoditi. RBA sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak total
200 basis poin sejak akhir tahun 2011 guna memudahkan aktivitas pelaku
bisnis dan konsumen.
Mengingat selama ini pihak eksportir
terkendala oleh memburuknya daya saing produk di luar negeri, sementara
sektor pertambangan juga sedang lesu. Atas dasar itulah, RBA bisa jadi
tidak ingin melanjutkan pemangkasan bunga karena kurs Aussie berpeluang
turun lebih rendah lagi.
Nilai tukar Aussie sudah melemah 5.6%
sejak RBA memangkas bunga seperempat persen ke level rendah 2.75% pada 7
Mei. AUD/USD terpantau di kisaran 0.9569 pada hari Rabu ini dan pasca
menembus level terendah di 0.9543.
Sentimen terhadap Dollar
Australia berbalik bearish bulan ini sehingga beberapa pengamat
memperkirakan depresiasi maksimal sampai 0.80 per Dollar. Pun demikian,
kurs rendah itu masih lebih tinggi 22% dibandingkan empat tahun silam.
Sementara
dari Amerika dilaporkan, Presiden Federal ReserveBank of Boston, Eric
Rosengren mengatakan bahwa The Fed harus menekan dengan stimulus yang
berada di rekornya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi
tingkat pengangguran yang di level 7.5 % dan meningkatkan inflasi yang
berjalan di bawah 2%, demikian seperti dilansir Monexnews.
Sementara
pasar tenaga kerja yang telah membaik,”akomodasi yang signifikan masih
tepat untuk saat ini,” ujar Rosengren pada hari ini dalam pidatonya di
Minneapolis.
”Jika data ekonomi yang masuk tidak mencerminkan perbaikan yang
konsisten dengan kedua faktor dari kebijakan kami, saya percaya The Fed
seharusnya bersedia untuk meningkatkan pembelian asetnya,” katanya,
mengacu pada tujuan bank sentral untuk mencapai harga yang stabil dan
membaiknya pasar kerja.
Rosengren konsisten mendukung stimulus The Fed yang berada di rekor
tertinggi saat ini. Dia tidak setuju pada pertemuan FOMC tahun 2007
karena dia lebih menyukai kebijakan akomodatif.