Popular Post

Posted by : Admin Rabu, 01 Mei 2013

Jakarta, Strategydesk – Dollar terjungkal ke level terendah dalam dua bulan terakhir hari ini karena ekspetasi the Fed akan mempertahankan stimulus moneternya, bahkan ada peluang menambahnya.
Padahal sebagian data ekonomi AS bagus semalam, yaitu harga rumah dan sentimen konsumen. Indeks harga rumah S&P/Case-Shiller naik 1,24% selama Februari, lebih besar dari prediksi 0,9%. Untuk tahunan bahkan naik 9,3%, di atas prediksi 9,0%. Sentimen konsumen versi Conference Board naik ke 68,1 di April, melebihi prediksi 61,0, dari 61,9 di Maret.
Sayangnya pasar lebih terfokus ke aktivitas bisnis Midwest yang kontraksi. Indeks PMI Chicago turun ke 49,0 di April dari 52,4 di Maret. Data ini datang menjelang hasil rapat reguler the Fed nanti malam, yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan akomodatifnya. The Fed hampir dipastikan tetap memberlakukan program pembelian aset $85 miliar per bulan.
Namun tidak sedikit pula yang memperkirakan the Fed bisa saja membuka peluang menambah jumlahnya untuk membantu pemulihan ekonomi AS yang terlihat masih lemah. Kinerja ekonomi yang tidak sesuai harapan dan perlambatan inflasi memicu spekuasi the Fed tidak hanya mengakhiri perdebatan soal mengurangi atau mempersingkat Quantitative Easing (QE), tapi juga mulai mempertimbangkan opsi untuk menambah atau memperpanjangnya.
Kalau sampai the Fed menempuh hal itu, maka membuka kemungkinan dollar akan digunakan sebagai mata uang pembiayaan atau carry trade, bersama yen. Sebelum keputusan the Fed, ada dua data penting yang bakal menyita perhatian, yaitu ADP Employment Change dan indeks manufaktur ISM. Data ADP merupakan gambaran awal laporan payroll Jumat nanti.
Dollar berada di 81,73 di Asia hari ini, dengan sempat jatuh ke 81,61 semalam, terendah sejak 28 Februari. Namun bila melihat grafik bulanan, indeks dollar saat ini sudah menembus 38,2% retracement dari penguatan 1 Januari-1 April di 81,77, dengan 50%-nya di 81,23. Dollar melemah terhadap yen sampai ke 96,98 semalam, kini berada di 97,27, di bawah MA 25 harinya. Support terdekat ada di 96,88. Atas franc, dollar melemah tajam sampai ke 0,9278,  terendah sejak 19 April, kini berada di 0,9295.
Mata uang lain juga turut menguat atas dollar. Euro berhasil menguat meski data Eropa buruk dan menambah tekanan ke ECB untuk memangkas suku bunga. Euro berhasil menyentuh level $1,3183 semalam, kini bertengger di $1,3165. Euro kini kembali menghadapi resistance di $1,3200, level yang gagal dicapainya bulan lalu. Penembusan ke level itu bisa terjadi bila the Fed menyampaikan pernyataan yang dovish.
Sterling juga turut menguat, mempertahankan posisinya di kisaran $1,52. The cable perlahan-lahan menyesuaikan posisinya dari keterpurukan di two-year-low yang dicatat dua bulan lalu. Dari grafik mingguan, terlihat sterling kini berusaha mendekati 50% retracement kejatuhan 30 Desember 2012-10 Maret 2013 di $1,5600. Aussie juga reli, namun tergerus karena data manufaktur China yang buruk. Posisinya kini di $1,0367, di atas 38,2% retracement kejatuhan 11-23 April, kini berusaha menuju 50% di $1,0400.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -