- Back to Home »
- news »
- Penjualan Indeks Saham Memperkuat Nilai Mata Uang Yen
Posted by : Kang Rois
Jumat, 24 Mei 2013

Dari Tokyo dilaporkan, Menteri Perekonomian Jepang menyatakan bahwa kejadian panic selling pada indeks saham Jepang tidak berarti sebuah kehancuran, melainkan hanya koreksi akibat kenaikan indeks saham Nikkei Jepang sebelumnya yang terjadi terlampau cepat dibanding ekspektasi sementara laju ekonomi masih stabil mengalami pemulihan.
Seperti dikutip dari Monexnews, Kamis (25/5/2013), Amari keluarkan pernyataan setelah indeks Topix Jepang anjlok 6.9%, kejatuhan terparah sejak tsunami Maret 2011. Fluktuasi liar tersebut juga menular pada pasar obligasi, dengan kenaikan yield tenor 10-tahun ke level tertinggi dalam setahun terakhir sehingga memaksa bank sentral menyuntik likuiditas sebesar 2 trilyun Yen.
Menurut Amari, bank sentral Jepang (BoJ) akan menjaga komunikasi yang erat dengan para pelaku pasar keuangan, dengan mengajak meeting pada 29 Mei nanti untuk mendiskusikan pergerakan market akhir-akhir ini.
Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda menyatakan kemarin bahwa fluktuasi yang terjadi pada pasar obligasi Jepang belum mempengaruhi arah ekonomi Jepang.
Diperdagangan sebelumnya, Yen melesat terhadap Dollar AS pasca kejatuhan saham yang dipicu data manufaktur China mendorong investor berbalik memburu mata uangsafe haven Jepang.
Meskipun penurunan saham lebih lanjut masih berpotensi menekan Greenback versus Yen, sejumlah analis memperkirakan tren pelemahan Yen akan tetap terjaga seiring berlanjutnya pelonggaran agresif di Jepang dan prospek pengetatan kebijakan di AS.