- Back to Home »
- news »
- Krisis Cyprus Menjalah Ke Wilayah Eropa
Ternyata krisis perbankan Cyprus telah mengirimkan gelombang kejutan
bagi Central and Eastern Europe/Eropa bagian Tengah dan Timur (CEE),
menyeret mata uang negara-negara tersebut turun, dan sedikit
meningkatkan biaya obligasi pemerintah. Namun, meskipun harus menghadapi
gangguan itu, perekonomian CEE selamat dari puncak krisis hampir tanpa
luka sama sekali.
Pasar valas di wilayah tersebut menjadi lebih
volatil menyusul keputusan kontroversial oleh pemerintah Cyprus pada
pertengahan Maret yang memberlakukan pajak yang tinggi pada deposito
bank demi mendapatkan pinjaman dari kreditor internasional.
Pelaku pasar kian gelisah diperparah dengan kemarahan publik akibat
langkah yang dilakukan oleh pemerintah, dimana bank terbesar kedua di
Cyprus juga harus ditutup sebagai syarat bailout. Sejak awal terjadinya
masalah perbankan Siprus, mata uang Hungaria yakni forint, menjadi mata
uang yang berkinerja terburuk di wilayah itu, dan mencapai titik
terendah dalam 14 bulan terakhir terhadap euro pada 19 Maret.
Namun kekacauan mata uang Hungaria tidak bisa dikaitkan hanya karena
luapan krisis Cyprus. Lembaga pemeringkat menyatakan rendahnya
prediktabilitas dan kredibilitas kerangka kebijakan Hungaria serta
prospek pertumbuhan yang rendah seperti Standard & Poor (S & P)
menjadi alasan tambahan jatuhnya nilai mata uang tersebut. Ketegangan
Siprus ditambah dengan risk aversion investor serta biaya pinjaman
pemerintah yang naik belum mampu mengembalikan stabilisasi nilai forint.
Di sisi lain, Rumania turut mendapat imbas buruk dari Siprus.
Peringkat Siprus sebagai sumber investasi terbesar keempat asing
berpengaruh pada kurangnya minat investor terhadap sekuritas pemerintah
Rumania. Demikian seperti dilansir Analisadaily, Jum'at (12/4/2013)