Popular Post

Posted by : Admin Jumat, 12 April 2013

Ternyata krisis perbankan Cyprus telah mengirimkan gelombang kejutan bagi Central and Eastern Europe/Eropa bagian Tengah dan Timur (CEE), menyeret mata uang negara-negara tersebut turun, dan sedikit meningkatkan biaya obligasi pemerintah. Namun, meskipun harus menghadapi gangguan itu, perekonomian CEE selamat dari puncak krisis hampir tanpa luka sama sekali.

Pasar valas di wilayah tersebut menjadi lebih volatil menyusul keputusan kontroversial oleh pemerintah Cyprus pada pertengahan Maret yang memberlakukan pajak yang tinggi pada deposito bank demi mendapatkan pinjaman dari kreditor internasional.
Pelaku pasar kian gelisah diperparah dengan kemarahan publik akibat langkah yang dilakukan oleh pemerintah, dimana bank terbesar kedua di Cyprus juga harus ditutup sebagai syarat bailout. Sejak awal terjadinya masalah perbankan Siprus, mata uang Hungaria yakni forint, menjadi mata uang yang berkinerja terburuk di wilayah itu, dan mencapai titik terendah dalam 14 bulan terakhir terhadap euro pada 19 Maret.
Namun kekacauan mata uang Hungaria tidak bisa dikaitkan hanya karena luapan krisis Cyprus. Lembaga pemeringkat menyatakan rendahnya prediktabilitas dan kredibilitas kerangka kebijakan Hungaria serta prospek pertumbuhan yang rendah seperti Standard & Poor (S & P) menjadi alasan tambahan jatuhnya nilai mata uang tersebut. Ketegangan Siprus ditambah dengan risk aversion investor serta biaya pinjaman pemerintah yang naik belum mampu mengembalikan stabilisasi nilai forint.
Di sisi lain, Rumania turut mendapat imbas buruk dari Siprus. Peringkat Siprus sebagai sumber investasi terbesar keempat asing berpengaruh pada kurangnya minat investor terhadap sekuritas pemerintah Rumania. Demikian seperti dilansir Analisadaily, Jum'at (12/4/2013)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -