- Back to Home »
- news »
- Euro Bisa Melemah Jika Kebijakan ECB Diterapkan
Dari Uni Eropa Dilaorkan, kebijakan pembelian obligasi negara-negara
bermasalah oleh Bank Sentral Eropa (ECB) menuai kritik dari otoritas
moneter Jerman. Program Outright Monetary Transactions (OMT) yang
diluncurkan September lalu itu dinilai menodai independensi bank
sentral.
Seperti dilansir oleh media Jerman, Handelsblatt, Bank
Sentral Jerman tidak sepakat dengan formula kebijakan dalam OMT. Dalam
laporan setebal 29 halaman yang dipersiapkan untuk Mahkamah Konstitusi,
Bundesbank memperingatkan akan terjadinya penurunan citra ECB di mata
dunia karena terlalu sibuk mengurusi area privat suatu negara.
ECB
akan mengadakan pertemuannya pada minggu ini. Reaksi awal pasar forex
terhadap ECB tergantung pada sifat dari campuran kebijakan yang bank
sentral akan keluarkan minggu ini.
Dalam hal ini, Credit Suisse
mendiskusikan skenario berikut sebagai outline dari kemungkinan
implikasi yang akan terjadi pada EUR/USD, EUR/JPY dan pasangan mata uang
utama lainnya.
Ekspektasi dasar adalah kombinasi dari pemotongan tingkat suku bunga dan suatu bentuk langkah pelonggaran kredit.
Kombinasi
ini akan memiliki pengaruh campuran terhadap euro. Sementara pemotongan
tingkat suku bunga kemungkinan akan merusak support bagi EUR,
pengumuman mengenai langkah-langkah yang ditargetkan pada SME
kemungkinan akan menekan imbal hasil zona euro daerah pinggiran dan akan
memberikan support bagi euro.
Jika ECB hanya melepaskan
pemotongan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin tanpa suatu langkah
non-standard yang ditargetkan pada SME atau komitmen terhadap langkah
pelonggaran kredit yang akan datang, Credit Suisse memperkirakan euro
akan kalah terhadap USD karena Euro kehilangan support.
Alternatif
lainnya, menurut Credit Suisse, ECB kemungkinan akan melemahkan euro
melalui pemotongan tingkat suku bunga yang lebih besar dari yang
diperkirakan. Hal ini, menurut Credit Suisse, juga kemungkinan akan
memukul euro versus mata uang satelit lokal, termasuk GBP.