- Back to Home »
- news »
- Reformasi Ekonomi Spanyol Dapat Kritikan Dari Badan Komisi Eropa
Dari Spanyol dilaporkan, reformasi ekonomi Spanyol mendapatkan kritik
yang mendalam dari badan Komisi Eropa hari Rabu dalam laporan yang
menyatakan bahwa penyesuaian negara tersebut mulai kehilangan arah
sehingga mengancam sektor keuangan dan mengurangi upaya untuk
mendongkrak daya kompetitif Spanyol.
Kepala Ekonom Komisi Eropa Olli Rehn berkomentar paska publikasi
laporan tersebut, Spanyol menghadapi tantangan yang signifikan
berdasarkan 11 indikator ekonomi, termasuk current account balance,
investasi internasional, unit labor cost dan utang sektor keuangan,
demikian seperti dilansir monexnews, Rabu (10/4/2013)
Ancaman utama pada Spanyol adalah resesi yang dalam, penurunan nilai
aset dan kesulitan akses pembiayaan, sementara Prancis sebagai negara
ekonomi terkuat kedua di Eropa mulai kehilangan kemampuan untuk atasi
penurunan ekonomi.
Selain itu komisi Eropa juga memperingatkan level utang Italia yang
diestimasikan mencapai 127.1% dari output GDP di 2012. Sementara
Slovenia masih dalam pengawasan ketat Komisi Eropa, dan menyatakan bahwa
negara tersebut perlu mengatasi level hutang korporat yang membengkak
sehingga menimbulkan resiko stabilitas sektor perbankan Slovenia.
Sementara
sebelumnya menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos mengatakan,
perekonomian negaranya di awal 2013 lebih baik dibanding tahun lalu. Hal
itu menjawab keraguan atas prospek negara yang sarat utang tersebut.
Dia menyebutkan, perekonomian Spanyol telah meningkat dari tiga bulan terakhir 2012, saat output
merosot 0,8 persen. ' Kuartal pertama tahun ini jelas tidak terlalu
buruk dibandingkan triwulan sebelumnya,' ujar De Guindos, seperti
dilansir dari Ipot News, dan Sindonews Selasa (9/4/2013).
Spanyol terendam resesi double-dip
setelah gagal pulih dari kehancuran properti selama satu dekade pada
2008, merupakan bencana ekonomi yang mengirimkan tingkat pengangguran
melonjak ke rekor 26 persen.
Kontraksi negara terbesar keempat di
zone euro itu 1,4 persen tahun lalu, merupakan kemerosotan tahunan
terburuk kedua sejak 1970. Pemerintah Perdana Menteri Mariano Rajoy
memprediksi, pertumbuhan ekonomi akan kembali pada 2014, jika negara
mengikuti program pemotongan biaya dan reformasi yang bertujuan
meningkatkan efisiensi ekonomi.
Pemerintah mengakui harus
merevisi perkiraan dip ekonomi hanya 0,5 persen tahun ini. Sementara
Bank of Spanyol memprediksi terjun 1,5 persen dalam output tahun ini dan
hanya rebound sederhana pada 2014. Spanyol mencatat defisit publik
tahunan sebesar 7,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun lalu,
meleset dari target 6,3 persen yang disepakati dengan Uni Eropa.
Sekarang,
pemerintah Spanyol ingin Brussels setuju target defisit 2013 menjadi
sekitar 6,0 dari PDB, sekitar 4,5 persen yang telah disepakati
sebelumnya. Spanyol berharap Uni Eropa setuju memberikan tahun ekstra
membawa defisit di bawah ambang batas maksimum blok tersebut sebesar 3,0
persen dari PDB.