Popular Post

Posted by : Admin Senin, 15 April 2013

Jakarta, Strategydesk - Dollar bergerak mixed atas rivalnya meski pasca data ekonomi AS yang mengecewakan. Sedangkan aussie semakin tertekan karena data China.
Melemah terhadap yen dan franc, dollar mampu bergerak relatif stabil atas sterling, bahkan menguat atas euro dan aussie. Pelemahan dollar datang menyusul data penjualan ritel dan sentimen konsumen yang di bawah prediksi. Penjualan ritel turun 0,4% selama Maret, melawan prediksi 0,0%, sedangkan sentimen konsumen turun ke 72,3 di Maret dari 78,6 di Februari.
Penjualan ritel itu merupakan yang terendah sejak dua tahun terakhir. Meski bukan pertanda resesi,  ini cukup mengkhawatirkan. Kedua data itu menyusul serangkaian data AS lainnya yang menunjukkan penurunan atau perlambatan. Tapi masih perlu dilihat lagi apakah ini hanya sekedar fenomena sementara, efek pemotongan anggaran, atau penyebab lainnya.
Namun data ini menekan dollar atas yen dan franc. Dollar diperdagangkan di 98,30 yen hari ini, setelah jatuh sampai ke 98,09 akhir pekan lalu. Greenback sempat menyentuh 99,95 pada Kamis, tertinggi dalam empat tahun. Namun para analis melihat ini hanya sekedar koreksi saja, tren belum berubah selama kebijakan radikal BOJ tetap berjalan.
Posisi dollar sedikit di atas 23,6% retracement dari penguatan 4-11 April di 98,25 yen. Bila ditutup di bawah itu, koreksi bisa lanjut ke 38,2% di 97,16. Terhadap franc, dollar jatuh 0,9293 setelah sempat jatuh ke 0,9264, terendah dalam dua bulan terakhir. Namun, bila mencermati grafik mingguan, dollar sedang falam fase koreksi, posisi saat ini sudah menembus 50% retracement 27 Januari-31 Maret. Gagal rebound dari sana, bisa membawa dollar ke 61,8%-nya di 0,9230, yang juga low 24 Februari.
Tapi dollar berhasil menguat terhadap euro, yang tertekan karena kondisi yang belum kondusif di Eropa. Para menteri keuangan zona euro menyetujui bailout 10 miliar euro untuk Siprus, namun muncul berita bahwa jumlah itu kemungkinan tidak akan cukup. Di Jerman, muncul partai anti euro, meski belum memberi ancaman serius, kiprahnya di kancah politik di negara terbesar Eropa itu menimbulkan kewaspadaan. Euro diperdagangkan di $1,3076, jatuh dari level penutupan akhir pekan lalu $1,3107. Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam enam minggu di $1,3137 minggu lalu. Perlu diwaspadai euro memasuki fase koreksi. Apalagi bila sampai ditutup di bawah low Jumat $1,3034.
Sementara itu, aussie melanjutkan kejatuhannya karena anjloknya harga emas dan data ekonomi  China. Kejatuhan harga emas ke $1.425, terendah dalam dua tahun, memberi pukulan yang telak ke aussie. Selain itu, PDB China hanya tumbuh 7,7% selama kuartal pertama 2013, di bawah prediksi 8,0%. Aussie kini diperdagangkan di $1,0440, atau 61,8% retracement penguatan 8-11 April. Bahkan sempat jatuh sampai $1,0420.

Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY

GBP-USD


 USD-CHF

 AUD-USD

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -