- Back to Home »
- news »
- Bank Of Japan Masuki Babak Baru. Yen Anjlok
Dari Tokyo dilaporkan, Bank of Japan akan mengadakan rapat kebijakan
moneter pertamanya dibawah kepemimpinan Haruhiko Kuroda pada Rabu dan
Kamis depan (3- 4 April), dimana pasar mungkin akan mendapat kejutan
oleh kegilaan pemimpin baru BoJ terhadap stimulus moneter yang lebih
besar daripada yang ditetapkan sebelumnya.
Semua tampaknya bisa berubah apabila Kuroda menunjukkan keseriusan
guna menaklukkan deflasi dengan target baru yakni 2 persen. ‘ Ini adalah
kesempatan terbaik mereka untuk menghidupkan kembali perekonomian,’
kata Jerry Webman, kepala ekonom di OppenheimerFunds, New York.
Berdasarkan hasil jajak pendapat dari pelaku pasar maupun ekonom,
akan ada ekspansi program stimulus sebesar ¥10 trilyun berupa pembelian
obligasi pemerintah pada tenor yang lebih panjang, diatas 10 tahun untuk
mengelola likuiditas sistem perbankan.
Spekulasi lainnya adalah Bank of Japan diperkirakan akan mempercepat
implementasi program pembelian aset secara terbuka (open ended purchase)
lebih awal / dalam waktu dekat.
Faktor penting lainnya adalah seberapa besar jumlah pembelian
obligasi tersebut setiap bulannya, kejutan akan terjadi jika terdapat
ekspansi program bond buying menjadi ¥15 – 20 trilyun atau lebih besar,
dibarengi dengan panduan moneter untuk mempertahankan kebijakan suku
bunga nol persen untuk mencapai target inflasi core IKK 2 persen.
Sementara diperdagangan kemarin terpantau Yen menguat dan bursa saham
Asia anjlok setelah mencetak kenaikan kuartalan ketiga seiring survey
sentimen manufaktur besar di Jepang berada di bawah eskpektasi. Indeks
manufaktur besar Tankan oleh Bank of Japan menunjukkan tingkat ekspor
bertumbuh kurang dari perkiraan, sementara data PMI Cina berekspansi
lebih cepat dari perkiraan. Demikian laporan yang berhasil kami kutip.