Popular Post

Posted by : Admin Selasa, 02 April 2013

Dari Tokyo dilaporkan, Bank of Japan  akan mengadakan rapat kebijakan moneter pertamanya dibawah kepemimpinan Haruhiko Kuroda pada Rabu dan Kamis depan (3- 4 April), dimana pasar mungkin akan mendapat kejutan oleh kegilaan pemimpin baru BoJ terhadap stimulus moneter yang lebih besar daripada yang ditetapkan sebelumnya.
Semua tampaknya bisa berubah apabila Kuroda menunjukkan keseriusan guna menaklukkan deflasi dengan target baru yakni 2 persen. ‘ Ini adalah kesempatan terbaik mereka untuk menghidupkan kembali perekonomian,’  kata Jerry Webman, kepala ekonom di OppenheimerFunds, New York.
Berdasarkan hasil jajak pendapat dari pelaku pasar maupun ekonom, akan ada ekspansi program stimulus sebesar ¥10 trilyun berupa pembelian obligasi pemerintah pada tenor yang lebih panjang, diatas 10 tahun untuk mengelola likuiditas sistem perbankan.
Spekulasi lainnya adalah Bank of Japan diperkirakan akan mempercepat implementasi program pembelian aset secara terbuka (open ended purchase) lebih awal / dalam waktu dekat.
Faktor penting lainnya adalah seberapa besar jumlah pembelian obligasi tersebut setiap bulannya, kejutan akan terjadi jika terdapat ekspansi program bond buying menjadi ¥15 – 20 trilyun atau lebih besar, dibarengi dengan panduan moneter untuk mempertahankan kebijakan suku bunga nol persen untuk mencapai target inflasi core IKK 2 persen.
Sementara diperdagangan kemarin terpantau Yen menguat dan bursa saham Asia anjlok setelah mencetak kenaikan kuartalan ketiga seiring survey sentimen manufaktur besar di Jepang berada di bawah eskpektasi. Indeks manufaktur besar Tankan oleh Bank of Japan menunjukkan tingkat ekspor bertumbuh kurang dari perkiraan, sementara data PMI Cina berekspansi lebih cepat dari perkiraan. Demikian laporan yang berhasil kami kutip.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -