Popular Post

Posted by : Kang Rois Senin, 20 Mei 2013


Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil meraih level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di tengah spekulasi the Fed akan menyesuaikan skala stimulus moneternya karena data yang menunjukkan perbaikan ekonomi AS.
Dollar menguat atas lima rival utama setelah data sentimen konsumen dan leading indicators yang lebih baik dari prediksi. Indeks sentimen konsumen versi Univ. of Michigan naik ke 83,7 di Mei dari 76,4 di Maret. Leading indicators naik 0,6% di April, lebih baik dari prediksi 0,2%. Kedua data itu menambah optimisme akan prospek ekonomi AS.
Akhir-akhir ini, sebagian besar data ekonomi AS memperlihatkan pemulihan. Ini dianggap sebagai pertanda the fed bakal menyesuaikan program pembelian obligasinya dengan kondisi yang berlaku. Meski demikian,  diperlukan waktu untuk menilai AS sudah memasuki pemulihan yang berkesinambungan. Alhasil, dollar lebih didorong oleh optimisme dari pada perubahan kondisi fundamental.
Memang, ada beberapa pejabat the Fed yang menyinggung soal perlunya mengurangi atau mempersingkat program pembelian aset. Namun tidak semua berpandangan sama, contohnya Presiden the Fed distrik Minneapolis Narayana Kocherlakota, yang mengatakan kebijakan akomodatif kalau perlu diberlakukan sampai satu dekade.
Bagaimanapun, data ekonomi AS datang di saat indikator negara lain memperlihatkan kondisi yang bertolakbelakang. Seperti di zona euro, yang masih tenggelam dalam resesi. Karena faktor ini pun, dollar tetap lebih unggul.  Indeks dollar berada di 84,18 di Asia hari ini, setelah menyentuh 84,40 akhir pekan lalu, tertinggi dalam tiga tahun.  Target terdekat kini ada di 84,50, untuk bisa menuju 84,80-85,00. Ketua the Fed Ben Bernanke akan bersaksi di hadapan Kongres Rabu malam mengenai prospek ekonomi, ini penting buat pergerakan pasar.
Dollar berhasil menyentuh level 103 yen, level tertinggi dalam 4,5 tahun. Namun pernyataan Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari meredam lajunya. Menurutnya,  pelemahan  lebih dalam bisa berbahaya, indikasi pemerintah Jepang puas dengan level yen saat ini. Jepang  akan mengumumkan beberapa data, di antaranya leading index dan machine tools orders. Tapi pergerakan dollar/yen akan bergantung pada hasil rapat BOJ Rabu nanti. Dollar berada di 102,78, setelah menyentuh 103,29. Terhadap franc, dollar terkoreksi 0,2% ke 0,9705, setelah menyentuh 0,9760, tertinggi sejak Agustus 2012.
Mengenai mata uang lain, euro dan aussie terus tenggelam. Euro berada dekat level terendah dalam 6 minggu terakhir di $1,2833. Support terdekat ada di $1,2800, bila tembus, mencoba ke $1,2770. Aussie rebound dari level terendah sejak Juni 2012 ke 0,9774.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -