Archive for April 2013
jerman optimis prospek ekonomi masih stabil meskipun pengangguran naik
By : Admin
Financeroll~Angka Pengangguran Jerman naik sedikit pada bulan April dalam hal penyesuaian musiman karena cuaca musim dingin membuat orang keluar dari pekerjaan lebih lama dari biasanya, Kementerian Tenaga Kerja mengatakanhari ini.
Namun, tingkat pengangguran mendekati reunifikasi rendah 6,9 persen, sejalan dengan konsensus ekonom.
Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan, meningkat sebesar 4.000 sampai 2.938.000, dua kali kenaikan yang diharapkan.
Meskipun tingkat pengangguran telah berada di atas 3 juta selama empat bulan berturut-turut sekarang dan menambah kegelapan zona euro, sebuah studi oleh para peneliti pasar GfK menunjukkan Jerman masih optimis tentang prospek pekerjaan mereka.
Jerman yakin pendapatan mereka akan meningkat dan mampu untuk membeli lebih banyak, memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan bagi perekonomian yang lemah di antara mitra dagang yang berpotensi pada ekspor.
Tag :
news,
Dolar melemah oleh faktor inflasi dan penjualan obligasi yang menurun
By : Admin
Financeroll~Dolar di posisi terendah 1.5 minggu di perdagangan Asia Selasa pagi karena imbal hasil obligasi menurun dan inflasi melambat menekan Federal Reserve untuk ambil tindakan.
Melemahkan dolar adalah slide Treasury dalam dua tahun ke palung sembilan bulan sebesar 0,21 persen karena rendahnya inflasi menyebabkan pelaku pasar bertaruh pada stimulus dari bank sentral.
Indeks dolar terakhir diperdagangkan pada 82,151, setelah merosot lebih dari 0,4 persen ke level terendah dari 82,035.Greenback
jatuh menghasilkan dolar Australia naik ke dua minggu tinggi dekat $
1,0360. Resisten terdekat terlihat di puncak sesi, mewakili tingkat
retracement 38,2 persen.
Berdasarkan tren
inflasi, perhatian harus beralih ke potensi untuk akomodasi, yang
mungkin meningkatkan laju bulanan pembelian, memegang surat berharga
lebih lama atau memodifikasi rencana investasi,” menurut analis Barclays Capital .
Terhadap yen, dolar stabil di 97,98, setelah dua minggu rendah 97.35. Perdagangan dalam dolar / yen tenang pada Senin karena pasar jepang libur. Data Jepang yang keluar pada selasa lebih tegas dari yang diharapkan dengan lompatan dalam pengeluaran rumah tangga yang menunjukkan konsumen bereaksi terhadap janji BOJ untuk mengakhiri deflasi.
Greenback juga melemah terhadap euro, mencapai $ 1,3094, naik dari palung minggu lalu $ 1,2954. Tapi masih dalam range bulan ini di sekitar $ 1,3200, level yang mungkin memberikan perlawanan yang kuat.
Keuntungan untuk euro mungkin terbatas
karena Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menurunkan suku bunga
pada pertemuan kebijakan pada hari Kamis. Pasar akan tetap menutup mata
pada sentimen konsumen Jerman, pada laporan penjualan ritel dan data tenaga kerja yang dirilis hari selasa. Data inflasi Jerman pada hari Senin berada pada sisi negatif.
Dengan banyaknyanegra di kawasan euro yang masuk kedalam resesi, yang membuktikan kelemahan ekonomi Eropa mungkin memaksa ECB untuk memotong 0,75 persennya refi-rate ke level terendah baru sepanjang waktu.Tag :
news,
Letta menghadapi tekanan untuk menentang aturan Uni Eropa
By : Admin
Financeroll~Perdana Menteri Italia Enrico Letta menuju Berlin untuk mempresentasikan rencana pertumbuhan ekonomi pada pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Program yang akan dibahas seputar pemotongan pajak untuk bisnis, konsumen dan pemilik rumah pada mosi
tidak percaya di parlemen Italia kemarin dan mengumpulkan persetujuan
investor obligasi, yang mendorong imbal hasil 10-tahun pemerintah ke
level terendah dalam duasetengah tahun. Merkel dan Letta akan mengadakan konferensi pers pukul 6 sore dan dilanjutkan pembicaraan saat makan malam.
Investor dan para pemimpin Eropa melihat pemerintahan Italia yang baru ketika Letta, memberikan pidato pengantar kepada Parlemen seputar program, kompromi antara tiga pihak yang mendukung pemerintah, termasuk jaminan tentang komitmen Italia untuk kekakuan anggaran Letta tidak memiliki rincian untuk mendanai pengurangan pajaknya.
“Sudah jelas bahwa pemerintah memiliki tindakan penyeimbangan yang sulit untuk dilakukan,” kata Riccardo Barbieri, kepala ekonom Eropa di Mizuho International Plc. Untuk
melakukan semua hal Letta mengatakan “tanpa merusak kenaikan pajak, dia
harus memotong pengeluaran pemerintah,” kata Barbieri, mengacu pada
tunjangan yang diberikan kepada politisi dan pegawai pemerintah senior.
Imbal hasil obligasi 10-tahun Italia turun 15 basis poin menjadi 3,91 persen kemarin saat pelantikan Letta pada 28 April mengakhiri kebuntuan politik yang ditinggalkan oleh pemilu yang tak meyakinkan pada bulan Februari. Indeks acuan FTSE MIB Index melonjak 2,2 persen.
Italia sedang berjuang menghadapi tahun kedua resesi dan menanggung beban utang setelah Yunani. Letta,
yang muncul sebagai pemimpin di Parlemen minggu lalu, mengambil alih
Mario Monti, yang dipandu Italia melalui krisis utang Eropa dengan
menaikkan pajak dan dorongan Merkel dalam mendukung aksi kolektif di Uni
Eropa.
“Di
Eropa dan internasional, Italia akan menemukan strategi untuk mendorong
pertumbuhan tanpa mengorbankan proses yang diperlukan restrukturisasi
keuangan publik,” kata Letta.
Monti yang didukung kampanye Merkel dalam penghematan di Eropa dengan membuat pengurangan defisit pada fokus kebijakannya. Sementara Letta melayani dalam menghadapi tekanan untuk menantang aturan Uni Eropa dan pencabutan penghematan sebagai resesi yang memperpuruk Italia.
Tag :
news,
Peluang Suku Bunga Eropa Turun, Besar
By : Admin
Financeroll – Melemahnya
kepercayaan di kalangan bisnis zona euro pada bulan April, merupakan
isyarat akhir dari lemahnya prospek ekonomi di wilayah tersebut yang
diperkirakan dapat memacu Bank Sentral Eropa untuk menurunkan suku bunga
pada minggu ini.
Menurunnya keyakinan tersebut datang
setelah negosiasi penuh untuk mengamankan bailout pada Siprus. Siprus
merupakan negara kelima di zona euro yang membutuhkan bantuan keuangan,
serta dengan kondisi kredit yang buruk dalam beberapa bulan terakhir ini
sedikit menyulitkan bagi perusahaan untuk melakukan peminjaman.
Komisi Eropa dan badan eksekutif Uni
Eropa, pada hari Senin ini mengatakan bahwa kepercayaan bisnis telah
menurun di sektor industri, jasa, ritel dan pembangunan. Kepercayaan
indikator iklim bisnis turun menjadi -0.93 di bulan April dari -0.75 di
bulan Maret, menandai level terendah sejak November.
Sebuah pengukuran oleh Komisi Eropa
terhadap indeks kepercayaan konsumen, telah naik menjadi -22.3 dari
-23.5, akan tetapi penurunan pada kepercayaan bisnis telah menarik
keluar indikator sentimen perekonomian di zona euro turun menjadi 88.6,
lebih rendah 4 bulan dari 90.1 di bulan Maret.
Sementara itu, dalam menanggapi prospek
pertumbuhan ekonomi yang buruk di zona euro, Bank Sentral Eropa
diperkirakan akan menurunkan suku bunganya menjelang konferensi pers
pada hari Kamis mendatang.
Survei oleh Dow Jones Newswires dalam
jajak pendapat dengan para ekonom, telah memperkiraan penurunan suku
bunga menjadi 0.50%, dari 0.75%.
Tag :
news,
Even Penting Minggu Ini: FOMC, ECB &, Payroll
By : Admin
Strategydesk – Sederetan even penting akan mewarnai pergerakan pasar
minggu ini, di antaranya rapat dua bank sentral terbesar dunia, the Fed
dan ECB.
Pernyataan dari beberapa pejabat the Fed selama Februari-Maret mengindikasikan pertimbangan perlunya moderasi dalam kebijakan moneter. Mereka tidak ingin stimulus menjadi kebablasan dan berdampak buruk dalam jangka panjang. Tapi, dengan data ekonomi di Maret dan April yang tidak sesuai harapan, bisa membuat mereka berpikir ulang untuk mengubah porsi atau masa program pembelian aset.
Contohnya PDB yang tumbuh 2,5% di kuartal pertama, di bawah prediksi 3,0%. Dengan latar belakang seperti itu, the Fed tentu tidak ingin terburu-buru secara resmi membuka kemungkinan mengurangi atau mempersingkat stimulusnya. Bahkan bukan tidak mungkin, mereka mengindikasikan kesiapan bertindak lebih agresif lagi bila diperlukan.
Sedangkan ECB semakin diperkirakan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 bps dari 0,75%. Serangkaian data ekonomi buruk, termasuk dari Jerman, menimbulkan kekhawatiran ekonomi zona euro akan semakin terpuruk. Di saat pemerintah terbelenggu dengan penghematan, tinggal ECB yang bisa berperan untuk membantu ekonomi.
Memang, beberapa pejabat ECB menyampaikan kemungkinan memangkas rate. Mulai dari anggota dewan Jens Weidmann sampai Wakil Presiden Vitor Constancio. Ini memperkuat ekspektasi soal adanya pelonggaran kebijakan. 43 dari 69 ekonom yang disurvei Bloomberg, atau 62% responden, memperkirakan ECB bakal memangkas rate-nya. Tapi sampai saat ini Presiden Mario Draghi belum reaktif ke pasar, belum ada isyarat darinya terkait perlunya pelonggaran.
Setelah itu, perhatian tertuju ke data ketenagakerjaan AS, atau payroll. Data ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 155.000 selama April. Mengingat angka di Maret yang mengecewakan, kecil kemungkinan angka di April bisa di atas prediksi. Pertumbuhan lapangan kerja menjadi indikator yang digunakan the Fed dalam menjalankan stimulusnya.
Sumber Berita: Nizar Hilmy-strategydesk.co.id
Pernyataan dari beberapa pejabat the Fed selama Februari-Maret mengindikasikan pertimbangan perlunya moderasi dalam kebijakan moneter. Mereka tidak ingin stimulus menjadi kebablasan dan berdampak buruk dalam jangka panjang. Tapi, dengan data ekonomi di Maret dan April yang tidak sesuai harapan, bisa membuat mereka berpikir ulang untuk mengubah porsi atau masa program pembelian aset.
Contohnya PDB yang tumbuh 2,5% di kuartal pertama, di bawah prediksi 3,0%. Dengan latar belakang seperti itu, the Fed tentu tidak ingin terburu-buru secara resmi membuka kemungkinan mengurangi atau mempersingkat stimulusnya. Bahkan bukan tidak mungkin, mereka mengindikasikan kesiapan bertindak lebih agresif lagi bila diperlukan.
Sedangkan ECB semakin diperkirakan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 bps dari 0,75%. Serangkaian data ekonomi buruk, termasuk dari Jerman, menimbulkan kekhawatiran ekonomi zona euro akan semakin terpuruk. Di saat pemerintah terbelenggu dengan penghematan, tinggal ECB yang bisa berperan untuk membantu ekonomi.
Memang, beberapa pejabat ECB menyampaikan kemungkinan memangkas rate. Mulai dari anggota dewan Jens Weidmann sampai Wakil Presiden Vitor Constancio. Ini memperkuat ekspektasi soal adanya pelonggaran kebijakan. 43 dari 69 ekonom yang disurvei Bloomberg, atau 62% responden, memperkirakan ECB bakal memangkas rate-nya. Tapi sampai saat ini Presiden Mario Draghi belum reaktif ke pasar, belum ada isyarat darinya terkait perlunya pelonggaran.
Setelah itu, perhatian tertuju ke data ketenagakerjaan AS, atau payroll. Data ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 155.000 selama April. Mengingat angka di Maret yang mengecewakan, kecil kemungkinan angka di April bisa di atas prediksi. Pertumbuhan lapangan kerja menjadi indikator yang digunakan the Fed dalam menjalankan stimulusnya.
Sumber Berita: Nizar Hilmy-strategydesk.co.id
Tag :
news,
Euro Bisa Melemah Jika Kebijakan ECB Diterapkan
By : AdminDari Uni Eropa Dilaorkan, kebijakan pembelian obligasi negara-negara
bermasalah oleh Bank Sentral Eropa (ECB) menuai kritik dari otoritas
moneter Jerman. Program Outright Monetary Transactions (OMT) yang
diluncurkan September lalu itu dinilai menodai independensi bank
sentral.
Seperti dilansir oleh media Jerman, Handelsblatt, Bank Sentral Jerman tidak sepakat dengan formula kebijakan dalam OMT. Dalam laporan setebal 29 halaman yang dipersiapkan untuk Mahkamah Konstitusi, Bundesbank memperingatkan akan terjadinya penurunan citra ECB di mata dunia karena terlalu sibuk mengurusi area privat suatu negara.
ECB akan mengadakan pertemuannya pada minggu ini. Reaksi awal pasar forex terhadap ECB tergantung pada sifat dari campuran kebijakan yang bank sentral akan keluarkan minggu ini.
Dalam hal ini, Credit Suisse mendiskusikan skenario berikut sebagai outline dari kemungkinan implikasi yang akan terjadi pada EUR/USD, EUR/JPY dan pasangan mata uang utama lainnya.
Ekspektasi dasar adalah kombinasi dari pemotongan tingkat suku bunga dan suatu bentuk langkah pelonggaran kredit.
Kombinasi ini akan memiliki pengaruh campuran terhadap euro. Sementara pemotongan tingkat suku bunga kemungkinan akan merusak support bagi EUR, pengumuman mengenai langkah-langkah yang ditargetkan pada SME kemungkinan akan menekan imbal hasil zona euro daerah pinggiran dan akan memberikan support bagi euro.
Jika ECB hanya melepaskan pemotongan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin tanpa suatu langkah non-standard yang ditargetkan pada SME atau komitmen terhadap langkah pelonggaran kredit yang akan datang, Credit Suisse memperkirakan euro akan kalah terhadap USD karena Euro kehilangan support.
Alternatif lainnya, menurut Credit Suisse, ECB kemungkinan akan melemahkan euro melalui pemotongan tingkat suku bunga yang lebih besar dari yang diperkirakan. Hal ini, menurut Credit Suisse, juga kemungkinan akan memukul euro versus mata uang satelit lokal, termasuk GBP.
Seperti dilansir oleh media Jerman, Handelsblatt, Bank Sentral Jerman tidak sepakat dengan formula kebijakan dalam OMT. Dalam laporan setebal 29 halaman yang dipersiapkan untuk Mahkamah Konstitusi, Bundesbank memperingatkan akan terjadinya penurunan citra ECB di mata dunia karena terlalu sibuk mengurusi area privat suatu negara.
ECB akan mengadakan pertemuannya pada minggu ini. Reaksi awal pasar forex terhadap ECB tergantung pada sifat dari campuran kebijakan yang bank sentral akan keluarkan minggu ini.
Dalam hal ini, Credit Suisse mendiskusikan skenario berikut sebagai outline dari kemungkinan implikasi yang akan terjadi pada EUR/USD, EUR/JPY dan pasangan mata uang utama lainnya.
Ekspektasi dasar adalah kombinasi dari pemotongan tingkat suku bunga dan suatu bentuk langkah pelonggaran kredit.
Kombinasi ini akan memiliki pengaruh campuran terhadap euro. Sementara pemotongan tingkat suku bunga kemungkinan akan merusak support bagi EUR, pengumuman mengenai langkah-langkah yang ditargetkan pada SME kemungkinan akan menekan imbal hasil zona euro daerah pinggiran dan akan memberikan support bagi euro.
Jika ECB hanya melepaskan pemotongan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin tanpa suatu langkah non-standard yang ditargetkan pada SME atau komitmen terhadap langkah pelonggaran kredit yang akan datang, Credit Suisse memperkirakan euro akan kalah terhadap USD karena Euro kehilangan support.
Alternatif lainnya, menurut Credit Suisse, ECB kemungkinan akan melemahkan euro melalui pemotongan tingkat suku bunga yang lebih besar dari yang diperkirakan. Hal ini, menurut Credit Suisse, juga kemungkinan akan memukul euro versus mata uang satelit lokal, termasuk GBP.
Tag :
news,
Rilis GDP AS Diperkirakan Alami Pertumbuhan
By : AdminDolar AS diperdagangkan lebih rendah terhadap sebagian besar mata
uang utama, setelah data menunjukkan bahwa klaim pengangguran mingguan
AS kurang dari yang diharapkan.
Seperti dikutip monexnews, Jum’at (26/4/2013), jumlah orang AS yang mengajukan aplikasi untuk mendapatkan tunjangan pengangguran baru berkurang sebanyak 16.000 menjadi 339.000 sepanjang pekan lalu, yang merupakan level terendah dalam 1½-bulan.
Sedangkan angka klaim pekan sebelumnya direvisi naik menjadi 355.000 dari publikasi awal 351.000. Sebagian ekonom memperkirakan jika penurunan tersebut kemungkinan lebih mencerminkan distorsi musiman yang sedang berlangsung, yang biasanya terjadi setiap tahun pada minggu-minggu setelah liburan Paskah dan musim semi.
Pandangan itu cukup beralasan mengingat data ekonomi AS lainnya hanya mengindikasikan sedikit perubahan pada pasar tenaga kerja AS. Para ekonom sebelumnya memperkirakan klaim awal pengangguran AS hanya akan berkurang menjadi 351.000 dalam pekan yang berakhir pada 20 April lalu.
Sementara rata-rata klaim baru dalam 4-minggu, yang dinilai lebih sesuai untuk menggambarkan tren pasar tenaga kerja AS, turun sebesar 4.500 menjadi 357.500, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam 3 minggu terakhir.
Dollar AS diperdagangkan melemah terhadap Yen Jepang, menyusul serangkaian data ekonomi terbaru yang negatif memicu keprihatinan tentang laju pemulihan ekonomi di AS, meskipun masih banyak analis yang berpendapat Greenback tetap menarik.
Penurunan terbesar pesanan durable goods dalam 7 bulan pada bulan Maret, pasar tenaga kerja yang masih lesu dan melemahnya penjualan ritel AS dinilai telah cukup untuk menjadi alasan bagi Federal Reserve melanjutkan kebijakan ultra longgarnya.
Rilis data GDP AS pada hari Jumat ini, diperkirakan akan menunjukkan ekonomi tumbuh pada laju tahunan 3,0% pada 3 bulan pertama tahun 2013, lebih cepat dari pertumbuhan 0,4% pada kuartal sebelumnya.
Seperti dikutip monexnews, Jum’at (26/4/2013), jumlah orang AS yang mengajukan aplikasi untuk mendapatkan tunjangan pengangguran baru berkurang sebanyak 16.000 menjadi 339.000 sepanjang pekan lalu, yang merupakan level terendah dalam 1½-bulan.
Sedangkan angka klaim pekan sebelumnya direvisi naik menjadi 355.000 dari publikasi awal 351.000. Sebagian ekonom memperkirakan jika penurunan tersebut kemungkinan lebih mencerminkan distorsi musiman yang sedang berlangsung, yang biasanya terjadi setiap tahun pada minggu-minggu setelah liburan Paskah dan musim semi.
Pandangan itu cukup beralasan mengingat data ekonomi AS lainnya hanya mengindikasikan sedikit perubahan pada pasar tenaga kerja AS. Para ekonom sebelumnya memperkirakan klaim awal pengangguran AS hanya akan berkurang menjadi 351.000 dalam pekan yang berakhir pada 20 April lalu.
Sementara rata-rata klaim baru dalam 4-minggu, yang dinilai lebih sesuai untuk menggambarkan tren pasar tenaga kerja AS, turun sebesar 4.500 menjadi 357.500, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja. Angka tersebut merupakan yang terendah dalam 3 minggu terakhir.
Dollar AS diperdagangkan melemah terhadap Yen Jepang, menyusul serangkaian data ekonomi terbaru yang negatif memicu keprihatinan tentang laju pemulihan ekonomi di AS, meskipun masih banyak analis yang berpendapat Greenback tetap menarik.
Penurunan terbesar pesanan durable goods dalam 7 bulan pada bulan Maret, pasar tenaga kerja yang masih lesu dan melemahnya penjualan ritel AS dinilai telah cukup untuk menjadi alasan bagi Federal Reserve melanjutkan kebijakan ultra longgarnya.
Rilis data GDP AS pada hari Jumat ini, diperkirakan akan menunjukkan ekonomi tumbuh pada laju tahunan 3,0% pada 3 bulan pertama tahun 2013, lebih cepat dari pertumbuhan 0,4% pada kuartal sebelumnya.
Tag :
news,
Kinerja Ekonomi Inggris, Hantarkan Penguatan Bagi Sterling
By : AdminKinerja ekonomi Inggris yang lebih baik dari ekspektasi telah
menghantarkan Sterling melonjak hingga kurang lebih 200 pips terhadap
Dollar AS. Inggris memperbesar kemungkinan untuk terhindar dari resesi
pada kuartal pertama setelah proyeksi awal GDP mencatat pertumbuhan
0,3%, yang memaksa sejumlah investor untuk memangkas posisi bearish mereka sebelumnya.
Data pertumbuhan itu juga mampu meredam ekspektasi penambahan program pembelian aset oleh Bank of England untuk mendukung perekonomian.
Neil Jones, kepala penjualan hedge fund Eropa pada Mizuho Corporate Bank Ltd. di London. Mengatakan, “Sterling diperdagangkan lebih tinggi dan saya memperkirakan apresiasi masih akan berlanjut, Data itu telah menempatkan rintangan lain untuk mencetak lebih banyak uang”
Sebelumnya, Rabu (24/4/2013) kemarin, Bank of England dan HM Treasury mengumumkan perluasan untuk Funding Lending Scheme (FLS).
Yang mana ekstensi ini dibangun di atas keberhasilan FLS sejauh ini, dan memiliki tiga tujuan utama dimana untuk memberikan bank dan gedung perkantoran keyakinan bahwa dana untuk pinjaman bagi perekonomian Inggris riil yang akan tersedia dengan persyaratan yang layak sampai Januari 2015, untuk meningkatkan insentif bagi bank untuk memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan menengah (UKM) tahun kedua dan berikutnya, dan termasuk pinjaman yang melibatkan penyedia non-bank kredit tertentu, yang memainkan peran penting dalam memberikan pembiayaan kepada ekonomi riil di negara Inggris, demikian laporan yang dilansir dari bankofengland.co.uk.
Sementara dilaporkan, Inggris akan menjadi tuan rumah KTT G8, pada Juni 2013 mendatang, di Lough Erne, County Fermanagh, Irlandia Utara. Pertemuan para pemimpin dunia itu akan membahas tiga agenda penting. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti dilansir BBC.
Data pertumbuhan itu juga mampu meredam ekspektasi penambahan program pembelian aset oleh Bank of England untuk mendukung perekonomian.
Neil Jones, kepala penjualan hedge fund Eropa pada Mizuho Corporate Bank Ltd. di London. Mengatakan, “Sterling diperdagangkan lebih tinggi dan saya memperkirakan apresiasi masih akan berlanjut, Data itu telah menempatkan rintangan lain untuk mencetak lebih banyak uang”
Sebelumnya, Rabu (24/4/2013) kemarin, Bank of England dan HM Treasury mengumumkan perluasan untuk Funding Lending Scheme (FLS).
Yang mana ekstensi ini dibangun di atas keberhasilan FLS sejauh ini, dan memiliki tiga tujuan utama dimana untuk memberikan bank dan gedung perkantoran keyakinan bahwa dana untuk pinjaman bagi perekonomian Inggris riil yang akan tersedia dengan persyaratan yang layak sampai Januari 2015, untuk meningkatkan insentif bagi bank untuk memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan menengah (UKM) tahun kedua dan berikutnya, dan termasuk pinjaman yang melibatkan penyedia non-bank kredit tertentu, yang memainkan peran penting dalam memberikan pembiayaan kepada ekonomi riil di negara Inggris, demikian laporan yang dilansir dari bankofengland.co.uk.
Sementara dilaporkan, Inggris akan menjadi tuan rumah KTT G8, pada Juni 2013 mendatang, di Lough Erne, County Fermanagh, Irlandia Utara. Pertemuan para pemimpin dunia itu akan membahas tiga agenda penting. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti dilansir BBC.
Tag :
news,
Program Kebijakan Moneter Bank Of Japan Mendapat Dukungan
By : AdminEUR/JPY saat ini masih bergerak naik dimana harga terakhir terlihat
di angka 129.68 terkait melemahnya Yen saat indeks Nikkei dibuka di
tinggi baru 5 tahun diatas 13700.
Pasangan mata uang tersebut masih dibawah penutupan mingguan sebelumnya hari Jumat, sebagian besar dikarenakan melemahnya Euro, tetapi berhasil memulihkan diri dari rendahnya mingguan kemarin di angka 127.90.
Seperti dilansir monexnews, Selasa (23/4/2013) Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan dukungannya terhadap program pelonggaran terbaru Bank of Japan, sembari mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan membantu mendongkrak pertumbuhan dan tidak bertujuan memperlemah Yen.
Sebelumnya kebijakan pelonggaran yang diluncurkan BoJ dikhawatirkan dapat menuai kritik dari beberapa mitra dagang utama Jepang, yang mungkin beranggapan jika efek pelemahan Yen akan memberikan eksportir Jepang keunggulan kompetitif. Namun sejauh ini kebijakan moneter Jepang masih terhindar dari kritikan, termasuk dalam pertemuan G20 yang berlangsung pekan lalu.
Kendati demikian, OECD memperkirakan jika pelonggaran agresif BoJ mungkin belum akan cukup untuk mencapai target inflasi 2% dalam 2 tahun. Kelompok ini juga menghimbau BoJ untuk mempertahankan kebijakan ekspansif lebih lama, setidaknya sampai inflasi mampu bertahan dengan stabil.
Inflasi Jepang diperkirakan akan tumbuh 1,8% pada tahun 2014, sebagai dampak dari kenaikan pajak penjualan pada bulan April tahun depan menjadi 8% dari sebelumnya 5%.
Jepang sendiri diperkirakan hanya akan mencatat kenaikan inflasi sebanyak 0,5% pada 3 bulan terakhir tahun 2014. Dan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran, pemerintah Jepang berencana untuk menggandakan pajak penjualan menjadi 10% melalui 2 tahap pada tahun 2015.
Pada lain sisi, selain kebijakan pelonggaran dari BoJ, OECD berpendapat jika kebijakan pro-pertumbuhan pemerintah juga berpotensi mendorong tingkat hutang Jepang yang sudah sangat besar.
Pasangan mata uang tersebut masih dibawah penutupan mingguan sebelumnya hari Jumat, sebagian besar dikarenakan melemahnya Euro, tetapi berhasil memulihkan diri dari rendahnya mingguan kemarin di angka 127.90.
Seperti dilansir monexnews, Selasa (23/4/2013) Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan dukungannya terhadap program pelonggaran terbaru Bank of Japan, sembari mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan membantu mendongkrak pertumbuhan dan tidak bertujuan memperlemah Yen.
Sebelumnya kebijakan pelonggaran yang diluncurkan BoJ dikhawatirkan dapat menuai kritik dari beberapa mitra dagang utama Jepang, yang mungkin beranggapan jika efek pelemahan Yen akan memberikan eksportir Jepang keunggulan kompetitif. Namun sejauh ini kebijakan moneter Jepang masih terhindar dari kritikan, termasuk dalam pertemuan G20 yang berlangsung pekan lalu.
Kendati demikian, OECD memperkirakan jika pelonggaran agresif BoJ mungkin belum akan cukup untuk mencapai target inflasi 2% dalam 2 tahun. Kelompok ini juga menghimbau BoJ untuk mempertahankan kebijakan ekspansif lebih lama, setidaknya sampai inflasi mampu bertahan dengan stabil.
Inflasi Jepang diperkirakan akan tumbuh 1,8% pada tahun 2014, sebagai dampak dari kenaikan pajak penjualan pada bulan April tahun depan menjadi 8% dari sebelumnya 5%.
Jepang sendiri diperkirakan hanya akan mencatat kenaikan inflasi sebanyak 0,5% pada 3 bulan terakhir tahun 2014. Dan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran, pemerintah Jepang berencana untuk menggandakan pajak penjualan menjadi 10% melalui 2 tahap pada tahun 2015.
Pada lain sisi, selain kebijakan pelonggaran dari BoJ, OECD berpendapat jika kebijakan pro-pertumbuhan pemerintah juga berpotensi mendorong tingkat hutang Jepang yang sudah sangat besar.
Tag :
news,
Nanti Malam, Data Indeks IFO Business Climate Eropa Akan Dirilis
By : AdminMelemahnya euro disebabkan oleh spekulasi bahwa rilis data keyakinan
bisnis di Jerman yang akan diumumkan hari ini untuk bulan April akan
mengalami penurunan.
Indeks IFO Business Climate untuk bulan April akan diumumkan resmi nanti malam. Para pelaku pasar memperkirakan indeks tersebut akan berada di level 106.4 poin, atau mengalami penurunan dibandingkan level di bulan Maret lalu yaitu 106.7 poin.
Tadi malam euro mengalami tekanan setelah data PMI manufaktur Jerman di bulan April secara tidak teduga mengalami kontraksi yang makin dalam. Flash PMI manufaktur Jerman berada di level 47.9 poin untuk bulan April ini. Level tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan PMI final bulan Maret yang ada di posisi 49.0.
Sementara resesi Spanyol mereda di kuartal pertama seiring Perdana Menteri Mariano Rajoymempersiapkan rencana untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mengurangi defisit anggaran negara.
GDP Spanyol turun sebanyak 0.5% dari kuartal pertama, ketika itu turun sebesar 0.8%, itu merupakan yang terbesar sejak 2009, kata Bank of Spain dalam bulletin bulanannya pada hari ini. Penurunan itu merupakan konstraksi kuartalan yang ketujuh.
Rajoy pada tanggal 17 April berjanji untuk ungkapkan langkah-langkah untuk menstimulus ekonomi dan menciptakan lapangan kerja pada akhir pekan ini. Pemerintahannya berusaha meminta waktu dari mitranya di Uni Eropa untuk menyusun ulang keuangan publik di negaranya setelah bailout sektor perbankan mendorong Spanyol alami defisit terbesar di Eropa pada tahun lalu.
Indeks IFO Business Climate untuk bulan April akan diumumkan resmi nanti malam. Para pelaku pasar memperkirakan indeks tersebut akan berada di level 106.4 poin, atau mengalami penurunan dibandingkan level di bulan Maret lalu yaitu 106.7 poin.
Tadi malam euro mengalami tekanan setelah data PMI manufaktur Jerman di bulan April secara tidak teduga mengalami kontraksi yang makin dalam. Flash PMI manufaktur Jerman berada di level 47.9 poin untuk bulan April ini. Level tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan PMI final bulan Maret yang ada di posisi 49.0.
Sementara resesi Spanyol mereda di kuartal pertama seiring Perdana Menteri Mariano Rajoymempersiapkan rencana untuk mendorong pertumbuhan sekaligus mengurangi defisit anggaran negara.
GDP Spanyol turun sebanyak 0.5% dari kuartal pertama, ketika itu turun sebesar 0.8%, itu merupakan yang terbesar sejak 2009, kata Bank of Spain dalam bulletin bulanannya pada hari ini. Penurunan itu merupakan konstraksi kuartalan yang ketujuh.
Rajoy pada tanggal 17 April berjanji untuk ungkapkan langkah-langkah untuk menstimulus ekonomi dan menciptakan lapangan kerja pada akhir pekan ini. Pemerintahannya berusaha meminta waktu dari mitranya di Uni Eropa untuk menyusun ulang keuangan publik di negaranya setelah bailout sektor perbankan mendorong Spanyol alami defisit terbesar di Eropa pada tahun lalu.
Tag :
news,
Pelaku Pasar Yakin, Pemulihan Sterling Masih Akan Terbatas
By : AdminPelemahan Yen secara luas telah membantu Sterling berbalik menguat tipis terhadap Dollar AS. Pembicaraan mengenai corporate flows juga turut memacu permintaan untuk mata uang Inggris.
Kendati demikian, para analis masih percaya jika pemulihan Sterling masih cenderung akan terbatas, mengingat berlanjutnya kecemasan bahwa perekonomian akan tergelincir kembali ke dalam resesi dan spekulasi pelonggaran moneter dari Bank of England dalam beberapa bulan mendatang.
Perlambatan data ekonomi telah terlihat, dan kemungkinan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut pada bulan Mei akan meningkat jika data GDP pekan depan mensinyalkan resesi triple-dip.
Sterling sempat bergerak menguat di tengah spekulasi bahwa data ekonomi dari Inggris yang akan dirilis hari ini akan menunjukkan bahwa Inggris tidak kembali jatuh ke dalam resesi pada kuartal pertama lalu.
Pada hari Kamis mendatang akan diumumkan data Preliminary GDP Inggris di kuartal pertama. Data ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mengalami kondisi yang stagnan dibandingkan kuartal sebelumnya, setelah pada kuartal keempat lalu mengalami kontraksi ekonomi sebesar 0.2 persen.
Hari ini mata uang sterling tampak sempat menguat ke posisi 1.5298 dollar. Akan tetapi saat ini poundsterling terpantau tergerus turun lagi dan berada di level 1.5278 dollar. Posisi poundsterling saat ini masih berada di bawah level penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di 1.5290 dollar.
Kendati demikian, para analis masih percaya jika pemulihan Sterling masih cenderung akan terbatas, mengingat berlanjutnya kecemasan bahwa perekonomian akan tergelincir kembali ke dalam resesi dan spekulasi pelonggaran moneter dari Bank of England dalam beberapa bulan mendatang.
Perlambatan data ekonomi telah terlihat, dan kemungkinan pelonggaran kuantitatif lebih lanjut pada bulan Mei akan meningkat jika data GDP pekan depan mensinyalkan resesi triple-dip.
Sterling sempat bergerak menguat di tengah spekulasi bahwa data ekonomi dari Inggris yang akan dirilis hari ini akan menunjukkan bahwa Inggris tidak kembali jatuh ke dalam resesi pada kuartal pertama lalu.
Pada hari Kamis mendatang akan diumumkan data Preliminary GDP Inggris di kuartal pertama. Data ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mengalami kondisi yang stagnan dibandingkan kuartal sebelumnya, setelah pada kuartal keempat lalu mengalami kontraksi ekonomi sebesar 0.2 persen.
Hari ini mata uang sterling tampak sempat menguat ke posisi 1.5298 dollar. Akan tetapi saat ini poundsterling terpantau tergerus turun lagi dan berada di level 1.5278 dollar. Posisi poundsterling saat ini masih berada di bawah level penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di 1.5290 dollar.
Tag :
news,
G20 Tolak Penetapan Target Pengurangan Utang Nasional
By : AdminPara pemimpin keuangan negara G20, menjauhi langkah penghematan bagi
negara-negara kaya, dengan menolak gagasan penetapan target pengurangan
utang nasional, yang mengindikasikan lesunya pemulihan global.
Seperti dilansir analisadaily, Sabtu (22/4/2013), Kelompok G20 yang terdiri dari negara maju dan berkembang mengatakan akan mengawasi efek negatif dari stimulus besar-besaran seperti yang dilakukan Jepang, yang memberi isyarat kekhawatiran terhadap negara-negara berkembang bahwa kebijakan tersebut berisiko membanjiri ekonomi mereka dengan aliran hot capital dan lonjakan mata uang.
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada konferensi berita bahwa pejabat G20 meyakini pengurangan utang secara keseluruhan adalah lebih penting daripada angka tertentu. ‘Kami sepakat hal ini akan menjadi parameter lunak, ini akan menjadi semacam tujuan strategi dan mungkin dapat diubah atau disesuaikan, tergantung pada situasi tertentu dalam perekonomian nasional,’ katanya.
Rusia, yang tahun ini menjadi tuan rumah pertemuan G20 berharap dapat menjaga kesepakatan tentang pengaturan target tetap guna mengurangi utang pada saat pertemuan pemimpin G20 di St Petersburg pada bulan September.
Akan tetapi, Amerika Serikat dan Jepang telah bergegas menentang gagasan tentang target utang dengan PDB tetap, Washington berusaha untuk menjaga fokus G20 pada pertumbuhan. “Terus terang, ucapan bisa bernilai kuat tapi hal itu harus didukung dengan majunya pergerakan,” kata Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty.
Dalam komunike usai pertemuan dua hari, G20 menyampaikan sadar tentang kemungkinan efek samping dari perpanjangan masa stimulus moneter, yang menambahkan desakan bagi Korea Selatan untuk mempertimbangkan keprihatinan pasar negara berkembang.
Seperti dilansir analisadaily, Sabtu (22/4/2013), Kelompok G20 yang terdiri dari negara maju dan berkembang mengatakan akan mengawasi efek negatif dari stimulus besar-besaran seperti yang dilakukan Jepang, yang memberi isyarat kekhawatiran terhadap negara-negara berkembang bahwa kebijakan tersebut berisiko membanjiri ekonomi mereka dengan aliran hot capital dan lonjakan mata uang.
Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada konferensi berita bahwa pejabat G20 meyakini pengurangan utang secara keseluruhan adalah lebih penting daripada angka tertentu. ‘Kami sepakat hal ini akan menjadi parameter lunak, ini akan menjadi semacam tujuan strategi dan mungkin dapat diubah atau disesuaikan, tergantung pada situasi tertentu dalam perekonomian nasional,’ katanya.
Rusia, yang tahun ini menjadi tuan rumah pertemuan G20 berharap dapat menjaga kesepakatan tentang pengaturan target tetap guna mengurangi utang pada saat pertemuan pemimpin G20 di St Petersburg pada bulan September.
Akan tetapi, Amerika Serikat dan Jepang telah bergegas menentang gagasan tentang target utang dengan PDB tetap, Washington berusaha untuk menjaga fokus G20 pada pertumbuhan. “Terus terang, ucapan bisa bernilai kuat tapi hal itu harus didukung dengan majunya pergerakan,” kata Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty.
Dalam komunike usai pertemuan dua hari, G20 menyampaikan sadar tentang kemungkinan efek samping dari perpanjangan masa stimulus moneter, yang menambahkan desakan bagi Korea Selatan untuk mempertimbangkan keprihatinan pasar negara berkembang.
Tag :
news,
Soal Reformasi IMF, Brazil Kecam Eropa dan AS
By : AdminMenteri Keuangan Brazil Guido Mantega, mengecam Amerika Serikat dan
Eropa karena mengulur-ulur reformasi yang akan mengurangi peran mereka
di Dana Moneter Internasional.
Seperti dikutip kantor berita antara, Sabtu (20/3/2013), dalam sebuah pernyataan sebagai perwakilan untuk Dana dari 11 negara anggota, Mantega mengatakan reformasi dominasi Eropa dan AS atas kepemilikan saham dan hak suara di IMF telah berulang kali tertunda, mencegah penyeimbangan yang akan memungkinkan negara-negara berkembang memiliki suara lebih besar, lapor AFP.
‘Reformasi IMF mungkin pada titik nadirnya. Waktu yang ditargetkan telah gagal dipenuhi, penundaan dan penundaan telah menjadi rutinitas,’ kata Mantega.
Program 2010 tidak berjalan karena memerlukan dukungan dari Amerika Serikat, di mana Kongres terus menolak ratifikasi.
Dan peninjauan kuota berikutnya, yang akan selesai pada Januari 2014, juga tertunda karena ‘resistensi terhadap perubahan pada bagian keterwakilan berlebihan negara-negara Eropa,’ kata Mantega.
Penundaan mencegah raksasa negara berkembang seperti China, Rusia, India dan Brazil dari mendapatkan suara lebih besar dalam urusan IMF melalui peningkatan kuota, dasar komposisi kepemilikan saham mereka.
Mantega mengingatkan bahwa reformasi muncul dari krisis 2007-2008 di negara maju dan diselenggarakan oleh kekuatan ekonomi Kelompok 20 (G20) dengan dukungan dari negara-negara berkembang guna meningkatkan sumber daya IMF untuk intervensi dan membantu negara-negara bermasalah.
Sebagian besar dari peningkatan itu telah digunakan dalam dana talangan untuk negara-negara zona euro Irlandia, Yunani, Portugal dan Cyprus.
Seperti dikutip kantor berita antara, Sabtu (20/3/2013), dalam sebuah pernyataan sebagai perwakilan untuk Dana dari 11 negara anggota, Mantega mengatakan reformasi dominasi Eropa dan AS atas kepemilikan saham dan hak suara di IMF telah berulang kali tertunda, mencegah penyeimbangan yang akan memungkinkan negara-negara berkembang memiliki suara lebih besar, lapor AFP.
‘Reformasi IMF mungkin pada titik nadirnya. Waktu yang ditargetkan telah gagal dipenuhi, penundaan dan penundaan telah menjadi rutinitas,’ kata Mantega.
Program 2010 tidak berjalan karena memerlukan dukungan dari Amerika Serikat, di mana Kongres terus menolak ratifikasi.
Dan peninjauan kuota berikutnya, yang akan selesai pada Januari 2014, juga tertunda karena ‘resistensi terhadap perubahan pada bagian keterwakilan berlebihan negara-negara Eropa,’ kata Mantega.
Penundaan mencegah raksasa negara berkembang seperti China, Rusia, India dan Brazil dari mendapatkan suara lebih besar dalam urusan IMF melalui peningkatan kuota, dasar komposisi kepemilikan saham mereka.
Mantega mengingatkan bahwa reformasi muncul dari krisis 2007-2008 di negara maju dan diselenggarakan oleh kekuatan ekonomi Kelompok 20 (G20) dengan dukungan dari negara-negara berkembang guna meningkatkan sumber daya IMF untuk intervensi dan membantu negara-negara bermasalah.
Sebagian besar dari peningkatan itu telah digunakan dalam dana talangan untuk negara-negara zona euro Irlandia, Yunani, Portugal dan Cyprus.
Tag :
news,
China Terapkan Nilai Tukar Mengambang
By : AdminChina menerapkan sitem nilai tukar mengambang terkendali dalam
kisaran 1%. yang kalau diperlebar, ruang gerak yuan akan lebih besar
dari 1%.
Jika dikontraskan antara ekonomi China dengan ekonomi AS, lanjut dia, kondisi ekonomi China tentu lebih baik dibandingkan kondisi ekonomi AS. "Karena itu, dengan kabar tersebut, yuan diekspektasikan akan semakin menguat terhadap dolar AS.
Selain itu, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari data-data ekonomi AS yang dirilis semalam cukup buruk sehingga mengurangi performa dolar AS. Dengan data yang cukup buruk tentunya akan mengurangi kekhawatiran penarikan stimulus dari Bank Sentral AS The Fed yang lebih cepat.
Klaim pengangguran AS dirilis naik dari 348 ribu menjadi 352 ribu. Sementara itu, indeks manufaktur Philadelphia turun dari 2 menjadi 1,3.
Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke 82,43 dari sebelumnya 82,56. Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,3088 dari sebelumnya US$1,3048 per euro.
Pertumbuhan penanaman modal asing yang masuk ke negeri China atau foreign direct investment(FDI) meningkat 5.65% di bulan Maret dari tahun sebelumnya dengan nilai total $12.4 miliar, menurut Kementerian Perdagangan China yang dirilis hari Kamis (18/4).
Jika dikontraskan antara ekonomi China dengan ekonomi AS, lanjut dia, kondisi ekonomi China tentu lebih baik dibandingkan kondisi ekonomi AS. "Karena itu, dengan kabar tersebut, yuan diekspektasikan akan semakin menguat terhadap dolar AS.
Selain itu, penguatan rupiah juga mendapat dukungan dari data-data ekonomi AS yang dirilis semalam cukup buruk sehingga mengurangi performa dolar AS. Dengan data yang cukup buruk tentunya akan mengurangi kekhawatiran penarikan stimulus dari Bank Sentral AS The Fed yang lebih cepat.
Klaim pengangguran AS dirilis naik dari 348 ribu menjadi 352 ribu. Sementara itu, indeks manufaktur Philadelphia turun dari 2 menjadi 1,3.
Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke 82,43 dari sebelumnya 82,56. Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,3088 dari sebelumnya US$1,3048 per euro.
Pertumbuhan penanaman modal asing yang masuk ke negeri China atau foreign direct investment(FDI) meningkat 5.65% di bulan Maret dari tahun sebelumnya dengan nilai total $12.4 miliar, menurut Kementerian Perdagangan China yang dirilis hari Kamis (18/4).
Kenaikkan angka tersebut di atas
kenaikkan rata-rata FDI sebesar 1.44% sepanjang periode Januari-Maret.
Menurut analis Kim Eng Securities, Andrew Sullivan menuturkan meskipun
angka tersebut berada di atas ekspektasi, angka pertumbuhan year-on-year mencatat perlambatan dari angka kenaikkan di bulan Februari pada 6.3%.
Dan menurutnya masyarakat kini telah melihat bahwa pertumbuhan
ekonomi China memang melambat di kuartal pertama. Kuncinya adalah apakah
pemerintahan baru di China akan memberi kondisi yang lebih baik bagi
kalangan pebisnis asing atau tidak, seperti yang pernah di janjikan oleh
Presiden Xi Jinping beberapa waktu lalu.Tag :
news,
Selama Perdagangan di Eropa Berlangsung, Dolar AS Terpantau Melemah
By : Admin
Financeroll – Pada perdagangan
valuta asing, dolar AS sedikit melemah terhadap beberapa mata uang utama
dunia selama perdagangan di Eropa berlangsung hari ini, yang dipicu
oleh kekhawatiran atas prospek pertumbuhan ekonomi global yang
melanjutkan pelemahan.
Salah satu indikasi dimana prospek atas
pertumbuhan ekonomi global yang melemah ketika laporan data ekonomi AS
yang dirilis pada hari Kamis, dimana indeks aktivitas bisnis umum turun
menjadi 1.3 pada bulan April dari 2.0 pada bulan Maret.
Selama perdagangan di Eropa berlangsung
hari ini, pasangan EUR/USD menguat 0.33% di level 1.3093, dilanjutkan
dengan GBP/USD menguat 0.52% di level 1.5356, USD/JPY menguat 1.02% di
level 99.15, dan USD/CHF melemah 0.27% di level 0.9301.
Sementara itu, greenback juga alami
pelemahan terhadap mitra dolarnya, USD/CAD melemah 0.18% di level
1.0240, AUD/USd menguat 0.43% di level 1.0345, dan NZD/USD menguat 0.73%
di level 0.8474.
Pada indeks dolar, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, melemah 0.18% di level 82.54.
Sumber Berita: financeroll.co.id
Tag :
news,
Dollar & Yen Jatuh, Euro Rebound
By : Admin
Jakarta, Strategydesk - Dollar dan yen
jatuh di tengah membaiknya sentimen pasar setelah reli karena aksi jual
panik di saham dan komoditas mendorong permintaan safe haven.
Indeks dollar, yang mengukur pergerakan mata uang AS itu terhadap major currencies, berada ke 81,93, setelah turun ke 81,73, terendah sejak Februari. Dollar jatuh setelah saham naik lagi di tengah aksi bargain hunting. Rebound-nya saham itu, yang terangkat oleh aksi bargain hunting, menjadi pertanda perubahan sentimen yang sempat tertekan karena kejatuhan harga komoditas dan bom di Boston.
Wall Street berakhir positif, dengan indeks Dow Jones naik 1% setelah harga emas naik lagi dan kinerja keuangan cemerlang dari beberapa perusahaan terkemuka seperti Coca-Cola dan Johnson & Johnson, dan Goldman Sachs. Ditambah dengan data perumahan yang mengesankan, housing start tumbuh 7,0%.
Dollar melemah atas semua rival utama kecuali yen. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9230, setelah jatuh sampai ke 0,9207, terendah sejak Februari. Atas mata uang Jepang itu, dollar berada di 98,21, naik dari 97,74 penutupan dini hari di New York. Kelanjutan tren penguatan dollar atas yen baru bisa dikonfirmasi bila berhasil menembus peak 99,93 yang dicatat minggu lalu. Untuk jangka pendek, target terdekat adalah level psikologis 99.
Para pengamat masih melihat stimulus moneter BOJ akan mendorong carry trade, yang dapat terus melemahkan yen. Namun pergerakannya diperkirakan terhambat menjelang pertemun G-20 besok. Ada spekulasi forum itu akan digunakan untuk mengkritik Jepang atas kebijakan moneternya. Tapi bila Jepang lolos dari kritikan, tren pelemahan yen bisa berlanjut.
Euro berhasil rebound berkat membaiknya sentimen pasar. Padahal data sentimen investor Jerman buruk. Indeks sentimen investor ZEW turun ke 36,3 di April dari 48,5 di Maret. Berita positif datang dari hasil lelang obligasi Spanyol, yang berhasil mengumpulkan 5,07 miliar euro, sesuai target. Euro juga terangkat oleh pidato Presiden ECB Mario Draghi yang tidak menyebut peluang memangkas suku bunga. Euro diperdagangkan di $1,3177, dengan sempat menyentuh $1,3187. Target selanjutnya adalah level $1,32.
Tidak ada even penting di Eropa hari ini. Even terjadwal di AS antara lain laporan ekonomi the Fed Beige Book dan laporan keuangan Bank of America. Beige Book akan menyorot performa ekonomi di 12 distrik the Fed.
Indeks dollar, yang mengukur pergerakan mata uang AS itu terhadap major currencies, berada ke 81,93, setelah turun ke 81,73, terendah sejak Februari. Dollar jatuh setelah saham naik lagi di tengah aksi bargain hunting. Rebound-nya saham itu, yang terangkat oleh aksi bargain hunting, menjadi pertanda perubahan sentimen yang sempat tertekan karena kejatuhan harga komoditas dan bom di Boston.
Wall Street berakhir positif, dengan indeks Dow Jones naik 1% setelah harga emas naik lagi dan kinerja keuangan cemerlang dari beberapa perusahaan terkemuka seperti Coca-Cola dan Johnson & Johnson, dan Goldman Sachs. Ditambah dengan data perumahan yang mengesankan, housing start tumbuh 7,0%.
Dollar melemah atas semua rival utama kecuali yen. Terhadap franc, dollar diperdagangkan di 0,9230, setelah jatuh sampai ke 0,9207, terendah sejak Februari. Atas mata uang Jepang itu, dollar berada di 98,21, naik dari 97,74 penutupan dini hari di New York. Kelanjutan tren penguatan dollar atas yen baru bisa dikonfirmasi bila berhasil menembus peak 99,93 yang dicatat minggu lalu. Untuk jangka pendek, target terdekat adalah level psikologis 99.
Para pengamat masih melihat stimulus moneter BOJ akan mendorong carry trade, yang dapat terus melemahkan yen. Namun pergerakannya diperkirakan terhambat menjelang pertemun G-20 besok. Ada spekulasi forum itu akan digunakan untuk mengkritik Jepang atas kebijakan moneternya. Tapi bila Jepang lolos dari kritikan, tren pelemahan yen bisa berlanjut.
Euro berhasil rebound berkat membaiknya sentimen pasar. Padahal data sentimen investor Jerman buruk. Indeks sentimen investor ZEW turun ke 36,3 di April dari 48,5 di Maret. Berita positif datang dari hasil lelang obligasi Spanyol, yang berhasil mengumpulkan 5,07 miliar euro, sesuai target. Euro juga terangkat oleh pidato Presiden ECB Mario Draghi yang tidak menyebut peluang memangkas suku bunga. Euro diperdagangkan di $1,3177, dengan sempat menyentuh $1,3187. Target selanjutnya adalah level $1,32.
Tidak ada even penting di Eropa hari ini. Even terjadwal di AS antara lain laporan ekonomi the Fed Beige Book dan laporan keuangan Bank of America. Beige Book akan menyorot performa ekonomi di 12 distrik the Fed.
Sumber Berita: Nanang Wahyudin-strategydesk.co.id
Tag :
news,
Di G20, Taro Aso Akan Jelaskan Kebijakan Moneter Jepang
By : AdminDari Tokyo dilaporkan, Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso mengemukakan,
akan jelaskan tujuan pelonggaran moneter kepada Kelompok Ekonomi 20
(G20) di Washington DC, AS.
Tujuan dari kebijakan ekonomi dan moneter Jepang adalah untuk menarik ekonomi keluar dari resesi deflasi. "Dampak dari kebijakan ini bukan tujuan utama kami," tegas Aso, seperti dikutip dari Bernama dan Sindonews, Selasa (16/4/2013).
Aso menekankan thT Jepang tidak berusaha memanipulasi mata uangnya dengan memaksa bank sentral mengambil langkah-langkah drastis pelonggaran moneter. Pernyataan Aso muncul, setelah laporan pertengahan tahun Departemen Keuangan AS terhadap praktik mata uang yang mendorong koreksi depresiasi yen terhadap dolar AS, baru-baru ini.
Atas langkah tersebut, Amerika menyatakan, akan terus memantau kebijakan Jepang, dan mereka juga akan menekan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif.
Yen sentuh tingginya 2 pekan, sementara harga komoditi berjatuhan hari Selasa setelah data China yang mengecewakan dirilis, kejatuhan harga dipimpin oleh emas, dan ledakan bom di Boston memupus sentiment.
Tujuan dari kebijakan ekonomi dan moneter Jepang adalah untuk menarik ekonomi keluar dari resesi deflasi. "Dampak dari kebijakan ini bukan tujuan utama kami," tegas Aso, seperti dikutip dari Bernama dan Sindonews, Selasa (16/4/2013).
Aso menekankan thT Jepang tidak berusaha memanipulasi mata uangnya dengan memaksa bank sentral mengambil langkah-langkah drastis pelonggaran moneter. Pernyataan Aso muncul, setelah laporan pertengahan tahun Departemen Keuangan AS terhadap praktik mata uang yang mendorong koreksi depresiasi yen terhadap dolar AS, baru-baru ini.
Atas langkah tersebut, Amerika menyatakan, akan terus memantau kebijakan Jepang, dan mereka juga akan menekan untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif.
Yen sentuh tingginya 2 pekan, sementara harga komoditi berjatuhan hari Selasa setelah data China yang mengecewakan dirilis, kejatuhan harga dipimpin oleh emas, dan ledakan bom di Boston memupus sentiment.
Aksi jual Yen juga kehilangan momentum
setelah AS mengatakan bahwa AS akan mengawasi jalannya kebijakan di
Jepang untuk memastikan tidak terjadinya devaluasi Yen untuk memberikan
keuntungan terhadap sektor eksportir di Jepang.
Di awal perdagangan dollar AS turun
serendahnya ke 95.67 Yen, terendahnya sejak 4 April, mengikuti laporan
ledakan bom di Boston Marathon.
Level kunci USD/JPY berada di 98,25.
Selama harga diperdagangkan dibawah area tersebut, pasangan USD/JPY berpotensi melemah dengan pelemahan menuju area 96,50.
Level kunci USD/JPY berada di 98,25.
Selama harga diperdagangkan dibawah area tersebut, pasangan USD/JPY berpotensi melemah dengan pelemahan menuju area 96,50.
Tag :
news,
Aussie Terjungkal, Yen Reli
By : Admin
Jakarta, Strategydesk - Aussie menjadi
mata uang paling merana dengan langsung jatuh ke level terendah dalam
sebulan terakhir menyusul anjloknya harga komoditas dan ledakan bom di
Boston.
Komoditas global bertumbangan menyusul aksi jual besar-besaran yang membawa emas ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Emas jatuh sampai ke level $1.321 karena aksi jual menyusul data ekonomi China yang buruk. Sebenarnya, penurunan emas sudah dimulai sebelum data China, kejatuhan semakin dalam karena data itu.
Kemarin, perlambatan ekonomi China menambah keraguan akan tingkat pemulihan ekonomi global, memicu pemikiran adanya ancaman deflasi. Itu juga menimbulkan kekhawatiran konsumen China akan mengurangi pembelian emas. Selain emas, minyak juga mengalami kejatuhan yang dalam. Sebagai mata uang komoditas, aussie terkena imbasnya. Data ekonomi China juga turut berperan atas kejatuhan itu, mengingat ekonomi terbesar kedua itu merupakan mitra dagang terbesar Australia.
Faktor lain yang menekan aussie adalah RBA Minutes yang menunjukkan para anggota dewan mengatakan prospek inflasi memberinya ruang untuk memangkas suku bunga lagi. Dalam minutes itu disebutkan para anggota dewan juga melihat nilai tukar terlalu tinggi dan perlunya membantu industri di luar pertambangan.
Sentimen pasar semakin jatuh menyusul ledakan bom di Boston. Kepolisian setempat menyebut ledakan itu menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya. Penyebab ledakan itu belum jelas, tapi memicu kekhawatiran itu tindakan terorisme. Informasi lebih lanjut mengenai bagaimana ledakan itu terjadi menjadi faktor yang dapat menggerakan pasar keuangan dunia hari ini.
Aussie diperdagangkan di $1,0330, sedikit rebound setelah sempat jatuh sampai ke $1,0287 semalam, terendah sejak 14 Maret, namun berhasil ditutup di $1,0310. Aussie mencoba bangkit setelah anjlok, dengan level $1,0300 menjadi support terdekat. Bila sentimen membaik, pergerakan ke atas menuju 1,0360, selanjutnya mencoba ke $1,0380.
Di tengah ambruknya harga, yen menjadi primadona dengan menguat tajam atas rival utama, termasuk dollar dan euro. Pasar juga enggan menjual yen menjelang pertemuan G-20 di mana diperkirakan bakal ada negara yang mengeluhkan kebijakan Jepang. Yen kini berada di 97,06 per dollar, setelah sempat menyentuh 95,67, tertinggi dalam dua minggu. Terhadap euro, yen di 126,53, setelah sempat menyentuh 124,93.
Even terjadwal hari ini antara lain inflasi zona euro, sentimen investor Jerman, inflasi dan housing starts AS. Sentimen investor Jerman hasil survei ZEW diperkirakan turun ke 41 di Maret dari 48,5 di Februari. Bila benar buruk, dapat memberi tekanan ke euro.
Komoditas global bertumbangan menyusul aksi jual besar-besaran yang membawa emas ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Emas jatuh sampai ke level $1.321 karena aksi jual menyusul data ekonomi China yang buruk. Sebenarnya, penurunan emas sudah dimulai sebelum data China, kejatuhan semakin dalam karena data itu.
Kemarin, perlambatan ekonomi China menambah keraguan akan tingkat pemulihan ekonomi global, memicu pemikiran adanya ancaman deflasi. Itu juga menimbulkan kekhawatiran konsumen China akan mengurangi pembelian emas. Selain emas, minyak juga mengalami kejatuhan yang dalam. Sebagai mata uang komoditas, aussie terkena imbasnya. Data ekonomi China juga turut berperan atas kejatuhan itu, mengingat ekonomi terbesar kedua itu merupakan mitra dagang terbesar Australia.
Faktor lain yang menekan aussie adalah RBA Minutes yang menunjukkan para anggota dewan mengatakan prospek inflasi memberinya ruang untuk memangkas suku bunga lagi. Dalam minutes itu disebutkan para anggota dewan juga melihat nilai tukar terlalu tinggi dan perlunya membantu industri di luar pertambangan.
Sentimen pasar semakin jatuh menyusul ledakan bom di Boston. Kepolisian setempat menyebut ledakan itu menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya. Penyebab ledakan itu belum jelas, tapi memicu kekhawatiran itu tindakan terorisme. Informasi lebih lanjut mengenai bagaimana ledakan itu terjadi menjadi faktor yang dapat menggerakan pasar keuangan dunia hari ini.
Aussie diperdagangkan di $1,0330, sedikit rebound setelah sempat jatuh sampai ke $1,0287 semalam, terendah sejak 14 Maret, namun berhasil ditutup di $1,0310. Aussie mencoba bangkit setelah anjlok, dengan level $1,0300 menjadi support terdekat. Bila sentimen membaik, pergerakan ke atas menuju 1,0360, selanjutnya mencoba ke $1,0380.
Di tengah ambruknya harga, yen menjadi primadona dengan menguat tajam atas rival utama, termasuk dollar dan euro. Pasar juga enggan menjual yen menjelang pertemuan G-20 di mana diperkirakan bakal ada negara yang mengeluhkan kebijakan Jepang. Yen kini berada di 97,06 per dollar, setelah sempat menyentuh 95,67, tertinggi dalam dua minggu. Terhadap euro, yen di 126,53, setelah sempat menyentuh 124,93.
Even terjadwal hari ini antara lain inflasi zona euro, sentimen investor Jerman, inflasi dan housing starts AS. Sentimen investor Jerman hasil survei ZEW diperkirakan turun ke 41 di Maret dari 48,5 di Februari. Bila benar buruk, dapat memberi tekanan ke euro.
Sumber Berita: Nanang Wahyudin-strategydesk.co.id
Tag :
news,
Asia Timur dan Pasifik Akan Menjadi Mesin Pertumbuhan Global
By : AdminBank Dunia menyatakan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik
akan terus menjadi mesin pertumbuhan global karena faktor permintaan
domestik yang kuat.
Seperti dilansir antaranews, Senin (15/4/2014), ' Kawasan Asia Timur dan Pasifik berkontribusi sekitar 40 persen dari pertumbuhan global pada 2012,' kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel von Trotsenburg dalam rilis Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Axel, karena ekonomi global bergantung kepada pertumbuhan kawasan tersebut, maka keyakinan para investor terhadap kawasan itu juga melonjak.
Berdasarkan data Bank Dunia, pertumbuhan rata-rata negara-negara di kawasan Asia-Pasifik tersebut adalah sebesar 7,5 persen pada 2015. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kawasan lainnya di dunia.
Tingginya pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik juga diakibatkan kebijakan fiskal dan moneter yang meningkatkan baik konsumsi domestik maupun investasi yang tumbuh di negara-negara tersebut.
Untuk itu, para pengambil kebijakan diharapkan dapat menghadapi tantangan baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan kebijakan yang cerdas seperti mengelola aliran dana yang masuk dengan memadai.
Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono menerima kunjungan Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel Van Trotsenburg yang berkeinginan melakukan kerja sama di berbagai sektor pembangunan.
Seperti dilansir antaranews, Senin (15/4/2014), ' Kawasan Asia Timur dan Pasifik berkontribusi sekitar 40 persen dari pertumbuhan global pada 2012,' kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel von Trotsenburg dalam rilis Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Axel, karena ekonomi global bergantung kepada pertumbuhan kawasan tersebut, maka keyakinan para investor terhadap kawasan itu juga melonjak.
Berdasarkan data Bank Dunia, pertumbuhan rata-rata negara-negara di kawasan Asia-Pasifik tersebut adalah sebesar 7,5 persen pada 2015. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kawasan lainnya di dunia.
Tingginya pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik juga diakibatkan kebijakan fiskal dan moneter yang meningkatkan baik konsumsi domestik maupun investasi yang tumbuh di negara-negara tersebut.
Untuk itu, para pengambil kebijakan diharapkan dapat menghadapi tantangan baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan kebijakan yang cerdas seperti mengelola aliran dana yang masuk dengan memadai.
Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono menerima kunjungan Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Axel Van Trotsenburg yang berkeinginan melakukan kerja sama di berbagai sektor pembangunan.
Tag :
news,
Dollar Mixed Pasca Data Ritel AS
By : Admin
Jakarta, Strategydesk - Dollar bergerak
mixed atas rivalnya meski pasca data ekonomi AS yang mengecewakan.
Sedangkan aussie semakin tertekan karena data China.
Melemah terhadap yen dan franc, dollar mampu bergerak relatif stabil atas sterling, bahkan menguat atas euro dan aussie. Pelemahan dollar datang menyusul data penjualan ritel dan sentimen konsumen yang di bawah prediksi. Penjualan ritel turun 0,4% selama Maret, melawan prediksi 0,0%, sedangkan sentimen konsumen turun ke 72,3 di Maret dari 78,6 di Februari.
Penjualan ritel itu merupakan yang terendah sejak dua tahun terakhir. Meski bukan pertanda resesi, ini cukup mengkhawatirkan. Kedua data itu menyusul serangkaian data AS lainnya yang menunjukkan penurunan atau perlambatan. Tapi masih perlu dilihat lagi apakah ini hanya sekedar fenomena sementara, efek pemotongan anggaran, atau penyebab lainnya.
Namun data ini menekan dollar atas yen dan franc. Dollar diperdagangkan di 98,30 yen hari ini, setelah jatuh sampai ke 98,09 akhir pekan lalu. Greenback sempat menyentuh 99,95 pada Kamis, tertinggi dalam empat tahun. Namun para analis melihat ini hanya sekedar koreksi saja, tren belum berubah selama kebijakan radikal BOJ tetap berjalan.
Posisi dollar sedikit di atas 23,6% retracement dari penguatan 4-11 April di 98,25 yen. Bila ditutup di bawah itu, koreksi bisa lanjut ke 38,2% di 97,16. Terhadap franc, dollar jatuh 0,9293 setelah sempat jatuh ke 0,9264, terendah dalam dua bulan terakhir. Namun, bila mencermati grafik mingguan, dollar sedang falam fase koreksi, posisi saat ini sudah menembus 50% retracement 27 Januari-31 Maret. Gagal rebound dari sana, bisa membawa dollar ke 61,8%-nya di 0,9230, yang juga low 24 Februari.
Tapi dollar berhasil menguat terhadap euro, yang tertekan karena kondisi yang belum kondusif di Eropa. Para menteri keuangan zona euro menyetujui bailout 10 miliar euro untuk Siprus, namun muncul berita bahwa jumlah itu kemungkinan tidak akan cukup. Di Jerman, muncul partai anti euro, meski belum memberi ancaman serius, kiprahnya di kancah politik di negara terbesar Eropa itu menimbulkan kewaspadaan. Euro diperdagangkan di $1,3076, jatuh dari level penutupan akhir pekan lalu $1,3107. Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam enam minggu di $1,3137 minggu lalu. Perlu diwaspadai euro memasuki fase koreksi. Apalagi bila sampai ditutup di bawah low Jumat $1,3034.
Sementara itu, aussie melanjutkan kejatuhannya karena anjloknya harga emas dan data ekonomi China. Kejatuhan harga emas ke $1.425, terendah dalam dua tahun, memberi pukulan yang telak ke aussie. Selain itu, PDB China hanya tumbuh 7,7% selama kuartal pertama 2013, di bawah prediksi 8,0%. Aussie kini diperdagangkan di $1,0440, atau 61,8% retracement penguatan 8-11 April. Bahkan sempat jatuh sampai $1,0420.
Melemah terhadap yen dan franc, dollar mampu bergerak relatif stabil atas sterling, bahkan menguat atas euro dan aussie. Pelemahan dollar datang menyusul data penjualan ritel dan sentimen konsumen yang di bawah prediksi. Penjualan ritel turun 0,4% selama Maret, melawan prediksi 0,0%, sedangkan sentimen konsumen turun ke 72,3 di Maret dari 78,6 di Februari.
Penjualan ritel itu merupakan yang terendah sejak dua tahun terakhir. Meski bukan pertanda resesi, ini cukup mengkhawatirkan. Kedua data itu menyusul serangkaian data AS lainnya yang menunjukkan penurunan atau perlambatan. Tapi masih perlu dilihat lagi apakah ini hanya sekedar fenomena sementara, efek pemotongan anggaran, atau penyebab lainnya.
Namun data ini menekan dollar atas yen dan franc. Dollar diperdagangkan di 98,30 yen hari ini, setelah jatuh sampai ke 98,09 akhir pekan lalu. Greenback sempat menyentuh 99,95 pada Kamis, tertinggi dalam empat tahun. Namun para analis melihat ini hanya sekedar koreksi saja, tren belum berubah selama kebijakan radikal BOJ tetap berjalan.
Posisi dollar sedikit di atas 23,6% retracement dari penguatan 4-11 April di 98,25 yen. Bila ditutup di bawah itu, koreksi bisa lanjut ke 38,2% di 97,16. Terhadap franc, dollar jatuh 0,9293 setelah sempat jatuh ke 0,9264, terendah dalam dua bulan terakhir. Namun, bila mencermati grafik mingguan, dollar sedang falam fase koreksi, posisi saat ini sudah menembus 50% retracement 27 Januari-31 Maret. Gagal rebound dari sana, bisa membawa dollar ke 61,8%-nya di 0,9230, yang juga low 24 Februari.
Tapi dollar berhasil menguat terhadap euro, yang tertekan karena kondisi yang belum kondusif di Eropa. Para menteri keuangan zona euro menyetujui bailout 10 miliar euro untuk Siprus, namun muncul berita bahwa jumlah itu kemungkinan tidak akan cukup. Di Jerman, muncul partai anti euro, meski belum memberi ancaman serius, kiprahnya di kancah politik di negara terbesar Eropa itu menimbulkan kewaspadaan. Euro diperdagangkan di $1,3076, jatuh dari level penutupan akhir pekan lalu $1,3107. Euro sempat menyentuh level tertinggi dalam enam minggu di $1,3137 minggu lalu. Perlu diwaspadai euro memasuki fase koreksi. Apalagi bila sampai ditutup di bawah low Jumat $1,3034.
Sementara itu, aussie melanjutkan kejatuhannya karena anjloknya harga emas dan data ekonomi China. Kejatuhan harga emas ke $1.425, terendah dalam dua tahun, memberi pukulan yang telak ke aussie. Selain itu, PDB China hanya tumbuh 7,7% selama kuartal pertama 2013, di bawah prediksi 8,0%. Aussie kini diperdagangkan di $1,0440, atau 61,8% retracement penguatan 8-11 April. Bahkan sempat jatuh sampai $1,0420.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Tag :
news,
Jepang Ubah Paradigma Tentang Ekspor
By : AdminDari tokyo dilaporkan, pemerintah Jepang tingkatkan penilaian ekspor
untuk bulan April. Ini merupakan pertama kalinya dilakukan pemerintah
dalam hampir setahun belakangan. Akibat melemahnya yen, menandakan bahwa
ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa akan memberikan angka yang
menggembirakan. Pemerintah juga menambah prospek belanja konsumen untuk
pertama kalinya dalam dua bulan, didukung membaiknya sentimen dan
meningkatnya belanja rumah tangga.
Seperti dilansir analisadaily, Sabtu (13/4/2013), Pejabat Jepang masih mempertahankan prediksi terhadap perekonomian tanpa mengalami perubahan sama sekali untuk bulan April ini. Namun, dikatakan masih ada beberapa sektor yang lemah. Meski begitu, Jepang mengindikasikan adanya kemajuan yang terus menerus diperjuangkan oleh pejabat negara. Bank of Japan.
Membuat pasar keuangan global tertegun pada pekan lalu dengan pengumuman penyuntikan dana sekitar 1,4 triliun dolar AS ke dalam perekonomian guna menaklukkan fase deflasi yang berkepanjangan.
Ekspektasi pelonggaran moneter super agresif itu melemahkan yen yang mendorong lonjakan saham, member dukungan bagi perusahaan serta meningkatkan sentimen konsumen. “Mengingat melambungnya ekspor dan dampak kebijakan fiskal dan moneter, kami berharap perekonomian terus pulih seiring membaiknya sentimen,” kata Kantor Kabinet dalam laporan ekonomi bulanan. “Ekonomi luar negeri tetap ada risiko. Kita juga perlu berhati-hati tentang upah dan pasar tenaga kerja.”
Selama tiga bulan terakhir pemerintah telah mengupgrade penilaian ekonomi, dan itu merupakan pertama kalinya sejak serangkaian tiga upgrade berturut-turut, yang berakhir pada bulan Juli 2009.
Perdana Menteri Shinzo Abe, yang memimpin Partai Liberal Demokrat meraih kemenangan dalam pemilu pada bulan Desember, telah menyerukan pelonggaran moneter yang agresif dan pengeluaran fiskal yang berat guna mengalahkan deflasi. Pemerintah mengemukakan ekspor telah keluar dari posisi terbawahnya, yang mulai ditingkatkan sejak bulan lalu, ketika pemerintah menyatakan ekspor menurun secara bertahap. Ini menandai lonjakan pertama sejak Mei 2012.
Seperti dilansir analisadaily, Sabtu (13/4/2013), Pejabat Jepang masih mempertahankan prediksi terhadap perekonomian tanpa mengalami perubahan sama sekali untuk bulan April ini. Namun, dikatakan masih ada beberapa sektor yang lemah. Meski begitu, Jepang mengindikasikan adanya kemajuan yang terus menerus diperjuangkan oleh pejabat negara. Bank of Japan.
Membuat pasar keuangan global tertegun pada pekan lalu dengan pengumuman penyuntikan dana sekitar 1,4 triliun dolar AS ke dalam perekonomian guna menaklukkan fase deflasi yang berkepanjangan.
Ekspektasi pelonggaran moneter super agresif itu melemahkan yen yang mendorong lonjakan saham, member dukungan bagi perusahaan serta meningkatkan sentimen konsumen. “Mengingat melambungnya ekspor dan dampak kebijakan fiskal dan moneter, kami berharap perekonomian terus pulih seiring membaiknya sentimen,” kata Kantor Kabinet dalam laporan ekonomi bulanan. “Ekonomi luar negeri tetap ada risiko. Kita juga perlu berhati-hati tentang upah dan pasar tenaga kerja.”
Selama tiga bulan terakhir pemerintah telah mengupgrade penilaian ekonomi, dan itu merupakan pertama kalinya sejak serangkaian tiga upgrade berturut-turut, yang berakhir pada bulan Juli 2009.
Perdana Menteri Shinzo Abe, yang memimpin Partai Liberal Demokrat meraih kemenangan dalam pemilu pada bulan Desember, telah menyerukan pelonggaran moneter yang agresif dan pengeluaran fiskal yang berat guna mengalahkan deflasi. Pemerintah mengemukakan ekspor telah keluar dari posisi terbawahnya, yang mulai ditingkatkan sejak bulan lalu, ketika pemerintah menyatakan ekspor menurun secara bertahap. Ini menandai lonjakan pertama sejak Mei 2012.
Tag :
news,
Risalah The Fed Bocor, Obama Lakukan Pemangkasan
By : AdminBocornya risalah pertemuan 19 anggota komite bank sentral Amerika
yang menentukan kebijakan moneter, dikhawatirkan berpengaruh terhadap
pasar keuangan. Pentingkah risalah itu?
Seperti dilansir plasadana, Kamis (11/4/2013) Notulen rapat 19 anggota komite itu, terutama berisi tentang rencana kebijakan moneter yang bakal dikeluarkan bank sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed). Selain itu, rapat rutin yang digelar hanya 8 kali setahun tersebut, juga membicarakan proyeksi makro ekonomi Amerika.
Memang belum ada kebijakan yang diputuskan, sehingga tercatat dalam risalah. Namun, di situ jelas tampil secara rinci tentang konsensus para pejabat The Fed terkait isu-isu penting. Misalnya, kapan jadwal The Fed membeli surat utang, sebagai bagian dari kebijakan pelonggaran moneter.
Informasi penting dari internal The Fed ini bisa mempengaruhi perdagangan di bursa saham, surat utang, serta valuta asing.
Gambaran paling jelas bisa dilihat pada pengumuman resmi hasil pertemuan 19 anggota komite di The Fed sebelumnya. Pada pengumuman Februari lalu misalnya, dampaknya langsung terasa pada penjualan surat utang, sehingga imbal hasilnya (yield) langsung melonjak. Tertinggi sejak Mei 2012.
Kemudian bulan sebelumnya, yaitu Januari. Terkait pengumuman sejenis yang disampaikan ke publik, bursa saham terkena imbasnya. Indeks anjlok hingga ke posisi terburuknya dalam tiga bulan terakhir.
Sementara analisadaily, Jumat (12/3/2013), melaporkan Hanya beberapa jam setelah mengusulkan anggaran yang akan menggantikan pemangkasan belanja secara otomatis (sequestration) berdasarkan undang-undang, Presiden AS Barack Obama segera memberlakukan pemangkasan $109 miliar berikutnya dalam anggaran belanja militer dan program domestik untuk tahun mulai 1 Oktober.
Gedung Putih mengumumkan, Obama menandatangani perintah sequester tersebut, yang mengatur total pengeluaran discreationary (yang penggunaannya terserah kepada pemerintah) untuk tahun fiskal 2014 dikurangi dengan $91 miliar terhadap total $967 miliar - level terendah sejak 2004.
Menurut undang-undang, Obama harus menandatangani perintah itu setelah menyampaikan permintaan anggarannya kepada Kongres. Komisi anggaran di DPR dan di Senat mengadakan acara dengar pendapat pekan ini tentang bagaimana membagi kue dana discreationary yang menciut tersebut untuk berbagai program mulai dari pendidikan sampai ke pembangunan persenjataan hingga taman-taman nasional.
Sedikit sekali dilakukannya usaha menghentikan pengurangan awal $85 miliar yang berlaku efektif 1 Maret lalu dan mengancam terpaksa dirumahkannya untuk sementara ratusan ribu pegawai negeri dan karyawan kontraktor pertahanan.
Jika tetap dilaksanakan, sequester akan memaksa dilakukannya pengurangan belanja sekitar $1,1 triliun lagi secara keseluruhan selama satu dasawarsa.
Anggaran Republikan, yang dirancang oleh anggota dewan Paul Ryan dan disahkan DPR bulan lalu, tetap mempertahankan simpanan sequester, dan serupa halnya untuk batas pengeluaran $967 miliar yang kini diperintahkan oleh Obama untuk tahun fiskal 2014.
Seperti dilansir plasadana, Kamis (11/4/2013) Notulen rapat 19 anggota komite itu, terutama berisi tentang rencana kebijakan moneter yang bakal dikeluarkan bank sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed). Selain itu, rapat rutin yang digelar hanya 8 kali setahun tersebut, juga membicarakan proyeksi makro ekonomi Amerika.
Memang belum ada kebijakan yang diputuskan, sehingga tercatat dalam risalah. Namun, di situ jelas tampil secara rinci tentang konsensus para pejabat The Fed terkait isu-isu penting. Misalnya, kapan jadwal The Fed membeli surat utang, sebagai bagian dari kebijakan pelonggaran moneter.
Informasi penting dari internal The Fed ini bisa mempengaruhi perdagangan di bursa saham, surat utang, serta valuta asing.
Gambaran paling jelas bisa dilihat pada pengumuman resmi hasil pertemuan 19 anggota komite di The Fed sebelumnya. Pada pengumuman Februari lalu misalnya, dampaknya langsung terasa pada penjualan surat utang, sehingga imbal hasilnya (yield) langsung melonjak. Tertinggi sejak Mei 2012.
Kemudian bulan sebelumnya, yaitu Januari. Terkait pengumuman sejenis yang disampaikan ke publik, bursa saham terkena imbasnya. Indeks anjlok hingga ke posisi terburuknya dalam tiga bulan terakhir.
Sementara analisadaily, Jumat (12/3/2013), melaporkan Hanya beberapa jam setelah mengusulkan anggaran yang akan menggantikan pemangkasan belanja secara otomatis (sequestration) berdasarkan undang-undang, Presiden AS Barack Obama segera memberlakukan pemangkasan $109 miliar berikutnya dalam anggaran belanja militer dan program domestik untuk tahun mulai 1 Oktober.
Gedung Putih mengumumkan, Obama menandatangani perintah sequester tersebut, yang mengatur total pengeluaran discreationary (yang penggunaannya terserah kepada pemerintah) untuk tahun fiskal 2014 dikurangi dengan $91 miliar terhadap total $967 miliar - level terendah sejak 2004.
Menurut undang-undang, Obama harus menandatangani perintah itu setelah menyampaikan permintaan anggarannya kepada Kongres. Komisi anggaran di DPR dan di Senat mengadakan acara dengar pendapat pekan ini tentang bagaimana membagi kue dana discreationary yang menciut tersebut untuk berbagai program mulai dari pendidikan sampai ke pembangunan persenjataan hingga taman-taman nasional.
Sedikit sekali dilakukannya usaha menghentikan pengurangan awal $85 miliar yang berlaku efektif 1 Maret lalu dan mengancam terpaksa dirumahkannya untuk sementara ratusan ribu pegawai negeri dan karyawan kontraktor pertahanan.
Jika tetap dilaksanakan, sequester akan memaksa dilakukannya pengurangan belanja sekitar $1,1 triliun lagi secara keseluruhan selama satu dasawarsa.
Anggaran Republikan, yang dirancang oleh anggota dewan Paul Ryan dan disahkan DPR bulan lalu, tetap mempertahankan simpanan sequester, dan serupa halnya untuk batas pengeluaran $967 miliar yang kini diperintahkan oleh Obama untuk tahun fiskal 2014.
Tag :
news,
Lelang Italia Angkat Euro
By : Admin
Jakarta, Strategydesk - Euro menyentuh
level tertingginya sejak Februari menyusul lelang obligasi Italia yang
sukses, meski ada laporan prospek ekonomi blok mata uang itu masih
suram.
Italia menjual 4 miliar euro obligasi tenor 3 tahun dengan yield di 2,29%, turun dari lelang sebelumnya yang 2,48%. Tawaran investor mencapai 1,40 kali jumlah obligasi yang ditawarkan, naik dari bulan lalu yang 1,28 kali. Italia juga menjual obligasi tenor 5 dan 15 tahun. Semuanya, Italia berhasil mengumpulkan 7,17 miliar euro, dekat target 7,5 miliar euro. Penjualan ini dibantu oleh penembusan obligasi (redemption) pada 15 April nanti.
Lakunya obligasi Italia ini juga mencerminkan harapan bahwa stimulus Jepang akan diarahkan ke aset-aset luar negeri dengan yield yang lebih menarik. Program penyuntikan likuiditas Jepang, yang bakal menambah jumlah uang beredar, diperkirakan akan digunakana untuk membeli obligasi dan mendorong carry trade. Muncul harapan di pasar obligasi negara-negara Eropa dapat menjadi bagian dari portofolio.
Euro tetap menguat meski muncul laporan pesimis mengenai prospek ekonomi blok mata uang itu. IMF memangkas proyeksi ekonomi zona euro dan dunia. IMF memproyeksikan PDB zona euro bakal kontraksi 0,2% tahun ini, dengan alasan ketidakpastian politik di Italia, yang merupakan ekonomi terbesar ketiga Eropa. Berita lain menyebutkan, 60 ekonom yang disurvei oleh Reuters semakin pesimis dengan prospek ekonomi zona euro. Dalam survei yang sama, beberapa ekonom memperkirakan ECB akan bertindak untuk memitigasi dampak krisis ekonomi.
Euro diperdagangkan di $1,3120, dengan menyentuh high di $1,3137 semalam, tertinggi sejak 28 Februari. Dengan rebound ini, euro melanjutkan penguatan mingguannya dan bila hari ini ditutup menguat maka menjadi penguatan dua pekan berturut-turut, melanjutkan fase penyesuaian harga. Tapi perlu diwaspadai pergerakannya menjelang data produksi industrial zona euro yang diperkirakan buruk. Dalam grafik mingguan, euro berhasil menembus 38,2% retracement kejatuhan 27 Januari-31 Maret di $1,3103. Untuk bisa meraih 50% di $1,3122, euro harus bisa ditutup di $1,3184. Terhadap yen, euro berada di 130,46 setelah berhasil menyentuh rekor tertinggi di 131,10.
Sementara itu, dollar sampai saat ini masih belum mampu meraih level 100 yen, terus tertahan selama tiga sesi terakhir. Sejak BOJ mengumumkan stimulus baru, dollar telah reli 6% atas yen, namun terus berkonsolidasi di kisaran 99. Dollar kini berada di 99,50 yen, setelah kemarin menyentuh 99,93. Diperlukan alasan baru untuk membawa dollar ke level psikologis 100, dan data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS nanti malam mungkin bisa mempengaruhi pergerakannya.
Italia menjual 4 miliar euro obligasi tenor 3 tahun dengan yield di 2,29%, turun dari lelang sebelumnya yang 2,48%. Tawaran investor mencapai 1,40 kali jumlah obligasi yang ditawarkan, naik dari bulan lalu yang 1,28 kali. Italia juga menjual obligasi tenor 5 dan 15 tahun. Semuanya, Italia berhasil mengumpulkan 7,17 miliar euro, dekat target 7,5 miliar euro. Penjualan ini dibantu oleh penembusan obligasi (redemption) pada 15 April nanti.
Lakunya obligasi Italia ini juga mencerminkan harapan bahwa stimulus Jepang akan diarahkan ke aset-aset luar negeri dengan yield yang lebih menarik. Program penyuntikan likuiditas Jepang, yang bakal menambah jumlah uang beredar, diperkirakan akan digunakana untuk membeli obligasi dan mendorong carry trade. Muncul harapan di pasar obligasi negara-negara Eropa dapat menjadi bagian dari portofolio.
Euro tetap menguat meski muncul laporan pesimis mengenai prospek ekonomi blok mata uang itu. IMF memangkas proyeksi ekonomi zona euro dan dunia. IMF memproyeksikan PDB zona euro bakal kontraksi 0,2% tahun ini, dengan alasan ketidakpastian politik di Italia, yang merupakan ekonomi terbesar ketiga Eropa. Berita lain menyebutkan, 60 ekonom yang disurvei oleh Reuters semakin pesimis dengan prospek ekonomi zona euro. Dalam survei yang sama, beberapa ekonom memperkirakan ECB akan bertindak untuk memitigasi dampak krisis ekonomi.
Euro diperdagangkan di $1,3120, dengan menyentuh high di $1,3137 semalam, tertinggi sejak 28 Februari. Dengan rebound ini, euro melanjutkan penguatan mingguannya dan bila hari ini ditutup menguat maka menjadi penguatan dua pekan berturut-turut, melanjutkan fase penyesuaian harga. Tapi perlu diwaspadai pergerakannya menjelang data produksi industrial zona euro yang diperkirakan buruk. Dalam grafik mingguan, euro berhasil menembus 38,2% retracement kejatuhan 27 Januari-31 Maret di $1,3103. Untuk bisa meraih 50% di $1,3122, euro harus bisa ditutup di $1,3184. Terhadap yen, euro berada di 130,46 setelah berhasil menyentuh rekor tertinggi di 131,10.
Sementara itu, dollar sampai saat ini masih belum mampu meraih level 100 yen, terus tertahan selama tiga sesi terakhir. Sejak BOJ mengumumkan stimulus baru, dollar telah reli 6% atas yen, namun terus berkonsolidasi di kisaran 99. Dollar kini berada di 99,50 yen, setelah kemarin menyentuh 99,93. Diperlukan alasan baru untuk membawa dollar ke level psikologis 100, dan data penjualan ritel dan sentimen konsumen AS nanti malam mungkin bisa mempengaruhi pergerakannya.
Tag :
news,
Krisis Cyprus Menjalah Ke Wilayah Eropa
By : AdminTernyata krisis perbankan Cyprus telah mengirimkan gelombang kejutan
bagi Central and Eastern Europe/Eropa bagian Tengah dan Timur (CEE),
menyeret mata uang negara-negara tersebut turun, dan sedikit
meningkatkan biaya obligasi pemerintah. Namun, meskipun harus menghadapi
gangguan itu, perekonomian CEE selamat dari puncak krisis hampir tanpa
luka sama sekali.
Pasar valas di wilayah tersebut menjadi lebih volatil menyusul keputusan kontroversial oleh pemerintah Cyprus pada pertengahan Maret yang memberlakukan pajak yang tinggi pada deposito bank demi mendapatkan pinjaman dari kreditor internasional.
Pelaku pasar kian gelisah diperparah dengan kemarahan publik akibat langkah yang dilakukan oleh pemerintah, dimana bank terbesar kedua di Cyprus juga harus ditutup sebagai syarat bailout. Sejak awal terjadinya masalah perbankan Siprus, mata uang Hungaria yakni forint, menjadi mata uang yang berkinerja terburuk di wilayah itu, dan mencapai titik terendah dalam 14 bulan terakhir terhadap euro pada 19 Maret.
Namun kekacauan mata uang Hungaria tidak bisa dikaitkan hanya karena luapan krisis Cyprus. Lembaga pemeringkat menyatakan rendahnya prediktabilitas dan kredibilitas kerangka kebijakan Hungaria serta prospek pertumbuhan yang rendah seperti Standard & Poor (S & P) menjadi alasan tambahan jatuhnya nilai mata uang tersebut. Ketegangan Siprus ditambah dengan risk aversion investor serta biaya pinjaman pemerintah yang naik belum mampu mengembalikan stabilisasi nilai forint.
Di sisi lain, Rumania turut mendapat imbas buruk dari Siprus. Peringkat Siprus sebagai sumber investasi terbesar keempat asing berpengaruh pada kurangnya minat investor terhadap sekuritas pemerintah Rumania. Demikian seperti dilansir Analisadaily, Jum'at (12/4/2013)
Pasar valas di wilayah tersebut menjadi lebih volatil menyusul keputusan kontroversial oleh pemerintah Cyprus pada pertengahan Maret yang memberlakukan pajak yang tinggi pada deposito bank demi mendapatkan pinjaman dari kreditor internasional.
Pelaku pasar kian gelisah diperparah dengan kemarahan publik akibat langkah yang dilakukan oleh pemerintah, dimana bank terbesar kedua di Cyprus juga harus ditutup sebagai syarat bailout. Sejak awal terjadinya masalah perbankan Siprus, mata uang Hungaria yakni forint, menjadi mata uang yang berkinerja terburuk di wilayah itu, dan mencapai titik terendah dalam 14 bulan terakhir terhadap euro pada 19 Maret.
Namun kekacauan mata uang Hungaria tidak bisa dikaitkan hanya karena luapan krisis Cyprus. Lembaga pemeringkat menyatakan rendahnya prediktabilitas dan kredibilitas kerangka kebijakan Hungaria serta prospek pertumbuhan yang rendah seperti Standard & Poor (S & P) menjadi alasan tambahan jatuhnya nilai mata uang tersebut. Ketegangan Siprus ditambah dengan risk aversion investor serta biaya pinjaman pemerintah yang naik belum mampu mengembalikan stabilisasi nilai forint.
Di sisi lain, Rumania turut mendapat imbas buruk dari Siprus. Peringkat Siprus sebagai sumber investasi terbesar keempat asing berpengaruh pada kurangnya minat investor terhadap sekuritas pemerintah Rumania. Demikian seperti dilansir Analisadaily, Jum'at (12/4/2013)
Tag :
news,
Poundsterling Menguat Terhadap Dolar, Melemah Terhadap Euro
By : Admin
Financeroll – Pada perdagangan
valuta asing selama perdagangan di Eropa pada hari ini, poundsterling
menguat terhadap dolar AS yang diakibatkan oleh meningkatnya pasar
ekuitas dunia mengikuti kebijakan moneter agresif oleh Bank Sentral
Jepang yang menurunkan permintaan untuk poundsterling.
Langkah-langkah kebijakan yang telah
dijalankan oleh Bank Sentral Jepang dalam sepekan ini telah memberi
pengaruh yang cukup besar terhadap pasar ekuitas dunia, serta memberikan
pengaruh terhadap permintaan poundsterling.
Pasangan GBP/USD telah sentuh level
1.5370 selama perdagangan di Eropa hari ini, yang kemudian pasangan
tersebut dikonsolidasikan menguat 0.25% di level 1.5362. Pasangan mata
uang tersebut cenderung mencari level support di level 1.5291 dan level
resistance di level 1.5450
Sementara itu, sterling terhadap euro telah alami pelemahan, dengan EUR/GBP melemah 0.09% di level 0.8517.
Tag :
news,
Reformasi Ekonomi Spanyol Dapat Kritikan Dari Badan Komisi Eropa
By : AdminDari Spanyol dilaporkan, reformasi ekonomi Spanyol mendapatkan kritik
yang mendalam dari badan Komisi Eropa hari Rabu dalam laporan yang
menyatakan bahwa penyesuaian negara tersebut mulai kehilangan arah
sehingga mengancam sektor keuangan dan mengurangi upaya untuk
mendongkrak daya kompetitif Spanyol.
Kepala Ekonom Komisi Eropa Olli Rehn berkomentar paska publikasi laporan tersebut, Spanyol menghadapi tantangan yang signifikan berdasarkan 11 indikator ekonomi, termasuk current account balance, investasi internasional, unit labor cost dan utang sektor keuangan, demikian seperti dilansir monexnews, Rabu (10/4/2013)
Ancaman utama pada Spanyol adalah resesi yang dalam, penurunan nilai aset dan kesulitan akses pembiayaan, sementara Prancis sebagai negara ekonomi terkuat kedua di Eropa mulai kehilangan kemampuan untuk atasi penurunan ekonomi.
Selain itu komisi Eropa juga memperingatkan level utang Italia yang diestimasikan mencapai 127.1% dari output GDP di 2012. Sementara Slovenia masih dalam pengawasan ketat Komisi Eropa, dan menyatakan bahwa negara tersebut perlu mengatasi level hutang korporat yang membengkak sehingga menimbulkan resiko stabilitas sektor perbankan Slovenia.
Sementara sebelumnya menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos mengatakan, perekonomian negaranya di awal 2013 lebih baik dibanding tahun lalu. Hal itu menjawab keraguan atas prospek negara yang sarat utang tersebut.
Dia menyebutkan, perekonomian Spanyol telah meningkat dari tiga bulan terakhir 2012, saat output merosot 0,8 persen. ' Kuartal pertama tahun ini jelas tidak terlalu buruk dibandingkan triwulan sebelumnya,' ujar De Guindos, seperti dilansir dari Ipot News, dan Sindonews Selasa (9/4/2013).
Spanyol terendam resesi double-dip setelah gagal pulih dari kehancuran properti selama satu dekade pada 2008, merupakan bencana ekonomi yang mengirimkan tingkat pengangguran melonjak ke rekor 26 persen.
Kontraksi negara terbesar keempat di zone euro itu 1,4 persen tahun lalu, merupakan kemerosotan tahunan terburuk kedua sejak 1970. Pemerintah Perdana Menteri Mariano Rajoy memprediksi, pertumbuhan ekonomi akan kembali pada 2014, jika negara mengikuti program pemotongan biaya dan reformasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi ekonomi.
Pemerintah mengakui harus merevisi perkiraan dip ekonomi hanya 0,5 persen tahun ini. Sementara Bank of Spanyol memprediksi terjun 1,5 persen dalam output tahun ini dan hanya rebound sederhana pada 2014. Spanyol mencatat defisit publik tahunan sebesar 7,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun lalu, meleset dari target 6,3 persen yang disepakati dengan Uni Eropa.
Sekarang, pemerintah Spanyol ingin Brussels setuju target defisit 2013 menjadi sekitar 6,0 dari PDB, sekitar 4,5 persen yang telah disepakati sebelumnya. Spanyol berharap Uni Eropa setuju memberikan tahun ekstra membawa defisit di bawah ambang batas maksimum blok tersebut sebesar 3,0 persen dari PDB.
Kepala Ekonom Komisi Eropa Olli Rehn berkomentar paska publikasi laporan tersebut, Spanyol menghadapi tantangan yang signifikan berdasarkan 11 indikator ekonomi, termasuk current account balance, investasi internasional, unit labor cost dan utang sektor keuangan, demikian seperti dilansir monexnews, Rabu (10/4/2013)
Ancaman utama pada Spanyol adalah resesi yang dalam, penurunan nilai aset dan kesulitan akses pembiayaan, sementara Prancis sebagai negara ekonomi terkuat kedua di Eropa mulai kehilangan kemampuan untuk atasi penurunan ekonomi.
Selain itu komisi Eropa juga memperingatkan level utang Italia yang diestimasikan mencapai 127.1% dari output GDP di 2012. Sementara Slovenia masih dalam pengawasan ketat Komisi Eropa, dan menyatakan bahwa negara tersebut perlu mengatasi level hutang korporat yang membengkak sehingga menimbulkan resiko stabilitas sektor perbankan Slovenia.
Sementara sebelumnya menteri Ekonomi Spanyol, Luis de Guindos mengatakan, perekonomian negaranya di awal 2013 lebih baik dibanding tahun lalu. Hal itu menjawab keraguan atas prospek negara yang sarat utang tersebut.
Dia menyebutkan, perekonomian Spanyol telah meningkat dari tiga bulan terakhir 2012, saat output merosot 0,8 persen. ' Kuartal pertama tahun ini jelas tidak terlalu buruk dibandingkan triwulan sebelumnya,' ujar De Guindos, seperti dilansir dari Ipot News, dan Sindonews Selasa (9/4/2013).
Spanyol terendam resesi double-dip setelah gagal pulih dari kehancuran properti selama satu dekade pada 2008, merupakan bencana ekonomi yang mengirimkan tingkat pengangguran melonjak ke rekor 26 persen.
Kontraksi negara terbesar keempat di zone euro itu 1,4 persen tahun lalu, merupakan kemerosotan tahunan terburuk kedua sejak 1970. Pemerintah Perdana Menteri Mariano Rajoy memprediksi, pertumbuhan ekonomi akan kembali pada 2014, jika negara mengikuti program pemotongan biaya dan reformasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi ekonomi.
Pemerintah mengakui harus merevisi perkiraan dip ekonomi hanya 0,5 persen tahun ini. Sementara Bank of Spanyol memprediksi terjun 1,5 persen dalam output tahun ini dan hanya rebound sederhana pada 2014. Spanyol mencatat defisit publik tahunan sebesar 7,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tahun lalu, meleset dari target 6,3 persen yang disepakati dengan Uni Eropa.
Sekarang, pemerintah Spanyol ingin Brussels setuju target defisit 2013 menjadi sekitar 6,0 dari PDB, sekitar 4,5 persen yang telah disepakati sebelumnya. Spanyol berharap Uni Eropa setuju memberikan tahun ekstra membawa defisit di bawah ambang batas maksimum blok tersebut sebesar 3,0 persen dari PDB.
Tag :
news,
Euro Uji $1,31, Fed Minutes Dinanti
By : AdminJakarta, Strategydesk - Euro melanjutkan penguatannya, menyentuh level
tertinggi dalam tiga minggu terakhir, di tengah berkurangnya
kekhawatiran soal Portugal, meski ada data Jerman yang buruk.
Euro berhasil reli karena adanya laporan Irlandia dan Portugal perlu diberikan tambahan tujuh tahun untuk membayar utang bailout-nya. Dalam rekomendasi yang dibuat internal troika (IMF, Uni Eropa dan ECB), kedua negara layak diberikan perpanjangan waktu untuk mengurangi beban finansial dalam mengurangi defisit.
Rencana ini, bila diterima, akan membantu Irlandia segera kembali ke pasar dan Portugal memotong anggaran lagi sesuai tuntutan bailout. Rekomendasi ini akan disampaikan ke para menteri keuangan Uni Eropa yang akan bertemu di Dublin Jumat dan Sabtu. Tapi karena pertemuan itu bersifat informal, keputusan resmi baru datang bulan depan.
Faktor lain yang mengangkat euro adalah harapan aset Eropa bakal menjadi pilihan menyusul stimulus moneter Jepang yang amat besar. Para analis mengatakan banjir likuiditas yen itu, muncul harapan sebagian akan digunakan oleh investor Jepang untuk membeli aset ber-yield tinggi di luar negeri. Hal ini memicu spekulasi aset Eropa jual bakal diincar.
Euro tetap menguat meski data Jerman menunjukkan ekspor dan impot merosot di Februari, menambah kekhawatiran akan prospek ekonomi terbesar Eropa itu. Ekspor Jerman turun 1,5% dan impor anjlok 3,8%. Selain itu, lembaga rating Moody’s Investor Service menegaskan outlook negatif pada peringkat kredit Spanyol, dengan alasan kesulitan mencapai target defisit.
Euro diperdagangkan di $1,3087, menguji level $1,3100. Bila melihat pergerakan harga, euro sedang melakukan penyesuaian, atau dalam fase koreksi, setelah jatuh ke level terendah dalam empat bulan terakhir minggu lalu. Posisi euro saat ini sedang menuju 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-4 April di $1,3108. Namun, untuk bisa ke 50% di $1,3223, euro harus ditutup di atas $1,3184 dulu. Terhadap yen, euro stabil di 129,48, masih berusaha mendekati 130.
Tidak ada data Eropa terjadwal hari ini, namun pasar menantikan FOMC Minutes. Pasar ingin mengetahui pandangan para anggota terkait ekonomi AS dan kebijakan moneter, termasuk stimulus atau program pembelian aset yang sedang berjalan. Meski the Fed sudah menyatakan program pembelian aset $85 per bulan terus dilakukan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%, pasar ingin melihat apakah ada pembahasan soal mempersingkat waktu atau mengurangi jumlahnya.
Euro berhasil reli karena adanya laporan Irlandia dan Portugal perlu diberikan tambahan tujuh tahun untuk membayar utang bailout-nya. Dalam rekomendasi yang dibuat internal troika (IMF, Uni Eropa dan ECB), kedua negara layak diberikan perpanjangan waktu untuk mengurangi beban finansial dalam mengurangi defisit.
Rencana ini, bila diterima, akan membantu Irlandia segera kembali ke pasar dan Portugal memotong anggaran lagi sesuai tuntutan bailout. Rekomendasi ini akan disampaikan ke para menteri keuangan Uni Eropa yang akan bertemu di Dublin Jumat dan Sabtu. Tapi karena pertemuan itu bersifat informal, keputusan resmi baru datang bulan depan.
Faktor lain yang mengangkat euro adalah harapan aset Eropa bakal menjadi pilihan menyusul stimulus moneter Jepang yang amat besar. Para analis mengatakan banjir likuiditas yen itu, muncul harapan sebagian akan digunakan oleh investor Jepang untuk membeli aset ber-yield tinggi di luar negeri. Hal ini memicu spekulasi aset Eropa jual bakal diincar.
Euro tetap menguat meski data Jerman menunjukkan ekspor dan impot merosot di Februari, menambah kekhawatiran akan prospek ekonomi terbesar Eropa itu. Ekspor Jerman turun 1,5% dan impor anjlok 3,8%. Selain itu, lembaga rating Moody’s Investor Service menegaskan outlook negatif pada peringkat kredit Spanyol, dengan alasan kesulitan mencapai target defisit.
Euro diperdagangkan di $1,3087, menguji level $1,3100. Bila melihat pergerakan harga, euro sedang melakukan penyesuaian, atau dalam fase koreksi, setelah jatuh ke level terendah dalam empat bulan terakhir minggu lalu. Posisi euro saat ini sedang menuju 38,2% retracement kejatuhan 1 Februari-4 April di $1,3108. Namun, untuk bisa ke 50% di $1,3223, euro harus ditutup di atas $1,3184 dulu. Terhadap yen, euro stabil di 129,48, masih berusaha mendekati 130.
Tidak ada data Eropa terjadwal hari ini, namun pasar menantikan FOMC Minutes. Pasar ingin mengetahui pandangan para anggota terkait ekonomi AS dan kebijakan moneter, termasuk stimulus atau program pembelian aset yang sedang berjalan. Meski the Fed sudah menyatakan program pembelian aset $85 per bulan terus dilakukan sampai tingkat pengangguran turun ke 6,5%, pasar ingin melihat apakah ada pembahasan soal mempersingkat waktu atau mengurangi jumlahnya.
Tag :
news,
Level Kunci EUR/USD Berada di Area 1,2985
By : AdminEuro terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan terhadap
dolar AS. Euro menguat ke level paling tinggi dalam lebih dari tiga
minggu belakangan setelah Gubernur The Fed Ben Bernanke menyatakan bahwa
kondisi ekonomi masih jauh dari level yang diharapkannya.
Bernanke menyatakan bahwa meskipun kondisi yang ada masih jauh dari yang diinginkan, akan tetapi ekonomi lebih kuat secara signifikan dibandingkan empat tahun yang lalu.
Menurut Gubernur Fed, Sters tes yang dilakukan terhadap sektor keuangan untuk melihat apakah perusahaan-perusahaan keuangan akan bisa selamat dari resesi sehingga bisa memperkuat sistem perbankan di AS dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hingga saat ini Fed masih memutuskan untuk melanjutkan program pembelian obligasi. Fed menggelontorkan dana senilai 85 miliar dolar perbulan untuk jangka waktu yang tidak terbatas untuk membeli obligasi milik pemerintah.

Memasuki sesi eropa, Level Kunci EUR/USD berada di arae 1,2985.
Selama harag diperdagangkan atas area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi menguat dengan pengutan menuju area 1,3070 - 1,3105
Bernanke menyatakan bahwa meskipun kondisi yang ada masih jauh dari yang diinginkan, akan tetapi ekonomi lebih kuat secara signifikan dibandingkan empat tahun yang lalu.
Menurut Gubernur Fed, Sters tes yang dilakukan terhadap sektor keuangan untuk melihat apakah perusahaan-perusahaan keuangan akan bisa selamat dari resesi sehingga bisa memperkuat sistem perbankan di AS dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hingga saat ini Fed masih memutuskan untuk melanjutkan program pembelian obligasi. Fed menggelontorkan dana senilai 85 miliar dolar perbulan untuk jangka waktu yang tidak terbatas untuk membeli obligasi milik pemerintah.
Memasuki sesi eropa, Level Kunci EUR/USD berada di arae 1,2985.
Selama harag diperdagangkan atas area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi menguat dengan pengutan menuju area 1,3070 - 1,3105
Tag :
news,