Popular Post

Archive for Mei 2013

Aussie Melemah, The Fed Boston Berharap Pengangguran Bisa Berkurang ,

By : Unknown
Aussie melemah versus Dollar AS,  setelah International Monetary Fund memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi untuk Cina.

Nilai tukar Dollar Australia  ini, sudah anjlok sebanyak 8% terhadap Dollar Amerika dari level tertingginya di bulan April lalu. Kinerja kurs domestik yang kurang bagus dapat menyurutkan rencana penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Dua pekan lalu, Aussie masih kuat dia atas level paritas  sebelum akhirnya tergerus oleh rally dollar.

Kondisi bahkan diperburuk oleh indikasi penurunan ekonomi China dan merosotnya harga komoditi. RBA sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak total 200 basis poin sejak akhir tahun 2011 guna memudahkan aktivitas pelaku bisnis dan konsumen.

Mengingat selama ini pihak eksportir terkendala oleh memburuknya daya saing produk di luar negeri, sementara sektor pertambangan juga sedang lesu. Atas dasar itulah, RBA bisa jadi tidak ingin melanjutkan pemangkasan bunga karena kurs Aussie berpeluang turun lebih rendah lagi.

Nilai tukar Aussie sudah melemah 5.6% sejak RBA memangkas bunga seperempat persen ke level rendah 2.75% pada 7 Mei. AUD/USD terpantau di kisaran 0.9569 pada hari Rabu ini dan pasca menembus level terendah di 0.9543.

Sentimen terhadap Dollar Australia berbalik bearish bulan ini sehingga beberapa pengamat memperkirakan depresiasi maksimal sampai 0.80 per Dollar. Pun demikian, kurs rendah itu masih lebih tinggi 22% dibandingkan empat tahun silam.

Sementara dari Amerika dilaporkan, Presiden Federal ReserveBank of Boston, Eric Rosengren mengatakan bahwa The Fed harus menekan dengan stimulus yang berada di rekornya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran yang di level 7.5 % dan meningkatkan inflasi yang berjalan di bawah 2%, demikian seperti dilansir Monexnews.

Sementara pasar tenaga kerja yang telah membaik,”akomodasi yang signifikan masih tepat untuk saat ini,” ujar Rosengren pada hari ini dalam pidatonya di Minneapolis.
”Jika data ekonomi yang masuk tidak mencerminkan perbaikan yang konsisten dengan kedua faktor dari kebijakan kami, saya percaya The Fed seharusnya bersedia untuk meningkatkan pembelian asetnya,” katanya, mengacu pada tujuan bank sentral untuk mencapai harga yang stabil dan membaiknya pasar kerja.
Rosengren konsisten mendukung stimulus The Fed yang berada di rekor tertinggi saat ini. Dia tidak setuju pada pertemuan FOMC tahun 2007 karena dia lebih menyukai kebijakan akomodatif.
Tag : ,

Dollar Rebound, Data AS Jadi Fokus

By : Unknown
Jakarta, Strategydesk – Dollar rebound atas rival utamanya hari ini di Asia setelah perdagangan sepi karena tutupnya pasar AS dan Inggris. Fokus kini tertuju ke data ekonomi AS, yang diharapkan dapat menjadi penentu pergerakan.
Akhir pekan panjang di AS dan Inggris mengurangi dorongan spekulatif dari pasar mata uang. Tapi situasi ini segera berakhir dan pasar akan kembali ke volatilitas dan fluktuasi yang terlihat seperti minggu lalu, ketika muncul kesimpangsiuran mengenai keberlangsungan stimulus the Fed. Namun pertanyaannya, apakah pasar masih bimbang dengan prospek kebijakan the Fed atau mulai yakin stimulus itu tetap berjalan.
Minggu lalu,  muncul ekspektasi the Fed bakal mengurangi stimulusnya beberapa bulan lagi. Memang selama ini data ekonomi AS bagus, memperkuat ekspektasi itu. Tapi, pasar kini menyadari bahwa hal itu tidak akan dilakukan dalam rapat Juni nanti.  Meski demikian, dollar tetap bisa menguat karena pandangan ekonomi AS tetap lebih unggul dari negara maju lainnya, seperti Eropa dan Inggris. Dengan itu, pasar tetap melihat the Fed akan menjadi bank sentral pertama yang melakukan pengetatan.
Dalam memproyeksikan pergerakan selanjutnya, penting untuk melihat katalis fundamental yang mungkin datang. Data ekonomi AS nanti malam antara lain sentimen konsumen, indeks manufaktur Richmond, indeks manufaktur Dallas dan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller. Sentimen konsumen diperkirakan naik ke 71 di Mei dari 68,1 di April. Penting untuk mengetahui sejauh mana data-data itu memberi gambaran mengenai kondisi ekonomi AS.
Indeks dollar berada di 83,94, setelah menyentuh 84,04. Indesk itu bergerak cukup fluktuatif minggu lalu. Sempat meraih level tertinggi dalam tiga tahun di 84,53, akhirnya melemah sampai 83,45. Kejatuhan tajam ini mencerminkan koreksi harga setelah kenaikan selama ini. Level 84 menjadi resistance terdekat, untuk support di 83,40.
Dollar berhasil rebound atas yen dan franc. Terkoreksi sampai 100,65 akhir pekan lalu, dollar kini rebound 0,8% ke 101,85. Bila berhasil menembus lagi level 102, maka greenback berpeluang menuju 103-103,20. Terhadap franc, dollar menguat 0,5% ke 0,9675. Resistance terdekat kini di 0,9700, yang harus ditembus untuk bisa ke 0,9720.
Mengenai mata uang lain, euro melanjutkan koreksinya ke $1,2895, atau sekitar 0,4%. Pasar belum mendapat alasan untuk mendorong euro karena tidak ada berita baru yang keluar dari Eropa. Sterling terlihat konsolidasi, sulit menembus $1,51 tapi juga mampu bertahan di $1,50. Aussie terlihat masih bearish, masih gagal meraih level 0,9700 dan terancam menuju low 23/5 di 0,9590, atau terendah dalam 11 bulan.
Tag : ,

China Hadapi Tantangan Berat Seiring Melambatnya Pertumbuhan

By : Unknown
Strategydesk – Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan negaranya sedang menghadapi “tantangan besar” dalam membuka ekonominya dan upaya reformasi yang dijalankan pemerintah mungkin harus dibarengi dengan perlambatan pertumbuhan.
 Berbicara di Berlin dalam kunjungan luar negeri pertamanya, Li mengatakan pemerintah akan terus berorientasi pasar untuk mencapai pertumbuhan stabil meski setelah ekonomi melambat di kuartal pertama. “Seiring dengan bertambahnya ukuran ekonomi, China memasuki pertumbuhan yang logis,” kata Li dalam forum bisnis Jerman-China kemarin. Ia menyebut pertumbuhan 7,7% di kuartal pertama masih sesuai dengan rencana makroekonomi.
Li mengunjungi Jerman untuk meredam perselisihan dagang dengan Eropa dan mempererat hubungan sembari mengisyaratkan pemerintahnya siap mentoleransi perlambatan untuk menghindari degradasi lingkungan. Menurutnya, pasar terbuka mengharuskan China lebih berinteraksi dengan negara lain, memberi perlakukan yang sama pada investor asing, dan melindungi hak atas kekayaaan intelektual.
Sebagai Ketua Dewan Negara, LI telah menyetyujui serangkaian langkah untuk mengurangi peran pemerintah dalam ekonomi dan membuka industri. Saat di Jerman, Li bertemu dengan Kanselir Angela Merkel untuk menyelesaikan masalah perdagangan dengan Eropa.
Tag : ,

Stiglitz: Terlalu Dini Stimulus the Fed Dikurangi

By : Unknown
Strategydesk – Ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz mengatakan terlalu dini bagi the Fed untuk mengurangi stimulus moneternya meski ada pertanda ekonomi AS membaik.“Itulah satu-satunya stimulus,” kata Profesor Universitas Columbia itu dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Yordania Jumat lalu. “Jelas ekonomi belum kembali normal, dan menerimanya sebagai kondisi normal adalah salah.”
Saham AS jatuh dan obligasi merosot setelah pasar keuangan menginterpretasikan pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke dan FOMC Minutes sebagai indikasi program pembelian aset bakal dikurangi. Padahal Bernanke mengatakan program pembelian bisa saja dikurangi kalau ekonomi terus membaik, namun pengetatan dini berbahaya bagi pemulihan.
Akhir-akhir ini, sebagian besar data ekonomi China menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi. Data Jumat lalu menunjukkan durable goods orders naik 3,3% selama April, lebih besar dari prediksi 1,5%. Data ini menjadi pertanda pertumbuhan akan semakin membaik di kuartal kedua.  Meski demikian, para pengamat melihat diperlukan waktu agar pertumbuhan bisa kembali ke level pra-krisis.
Stiglitz, yang juga mantan ekonom Bank Dunia, mengatakan faktor yang membuat perdebatan mengenai stimulus the Fed adalah sedikitnya bukti bahwa (stimulus) itu bermanfaat bagi ekonomi. Stimulus itu lebih terlihat menyebabkan penggelembungan harga aset dan pelemahan dollar, yang membantu ekspor AS.
Tag : ,

Perkiraan market pekan depan

By : Unknown
AUDUSD
  masih terus tergerus sentimen bearish selama tiga pekan berturut turut.  Jika kita ingat tiga pekan lalu AUDUSD masih berada di area 1.0300 namun saat ini sudah jauh jatuh menyentuh harga terendah pada angka 0.9592.   AUDUSD sempat menunjukan pemulihan yang kelihatannya dapat membalikan keadaan pada hari kamis lalu.  Namun ternyata dengan cepat juga AUDUSD kembali turun pada hari Jumat.  Selain melanjutkan bear nya secara teknikal, AUD juga terbebani dengan memburuknya manufaktur partner dagang terbesarnya, China.  Indeks Manufaktur China turun dibawah angka 50 ke level 49.6 setelah sebelumnya di prediksi akan meningkat sebesar 50.5.  Penurunan terendah dalam 7 bulan terakhir ini menambah kekhawatiran akan melemahnya ekspor Australia yang menjadi andalan perekonomian Australia.  Dari segi sentiment konsumer Australia juga cukup mengecewakan dimana untuk pertama kalinya sejak 2012 indeks indeks ini bergerak dibawah level 100 mencapai level 97.6 pada bulan Mei ini.  Ini menandakan semakin pesimisnya konsumen Australia melihat keadaan perekonomian saat ini.  Namun demikian kali ini ada yang unik terhadap pergerakan AUDUSD.  Apakah dengan keadaan ini AUDUSD dapat melakukan rebound kenaikannya? 
Ada hal yang unik yang kami perhatikan terjadi saat ini pada AUDUSD.  Pada tahun 2012, AUDUSD pun mengalami penurunan yang sama dasyatnya selama berminggu-minggu pada pertengahan tahun dimana pada tanggal 01 Juni, pair AUDUSD menyentuh level terendahnya pada harga 0.9579.  Namun demikian setelah kelihatannya akan terus kembali tergerus kebawah, AUDUSD ternyata secara mengejutkan beberapa hari kemudian AUDUSD melakukan rebound keatas.  Perjalanan koreksi AUDUSD ternyata disambut baik oleh pihak investor dan trader yang akhirnya menjadikan rally buy panjang selama 10 minggu berturut-turut sebelum akhirnya AUDUSD melakukan koreksi kebawah.  Hasilnya, AUDUSD mencapai ke level tertinggi pada harga 1.0612 pada tahun tersebut.  Jika kita perhatikan pada chart maka yang terjadi saat ini mirip dengan tahun 2012.  Menjelang Juni 2013, AUDUSD selama berminggu-minggu turun dan pada pekan lalu mencapai titik terendahnya pada angka 0.9592, hanya kurang 13 poin dari titik terendah tahun 2012. 
Saat ini AUDUSD ada di persimpangan jalan antara melanjutkan penurunannya atau melakukan rebound.  Namun dapat dilihat bahwa secara historis AUDUSD mempunyai kejadian yang sama yang patut untuk menjadi perhatian.  Apakah kali ini AUDUSD akan juga mengikuti rebound yang terjadi pada tahun 2012?  Kemungkinan itu selalu ada mengingat bahwa banyak pihak senang melakukan buy terhadap AUDUSD dikarenakan perbedaan suku bunga yang dapat menjadikan sumber panghasilan sendiri.  Apa yang penting untuk diperhatikan? Perhatikan pergerakan terhadap harga 0.9579.  Jika tidak mampu menembus secara konsisten, maka potensi rebound akan muncul dan bisa jadi sejarah mengulang kembali seperti rally bullish di tahun 2012.  Namun jika ternyata terjadi penembusan support 0.9579 dan secara konsisten bergerak dibawah harga tersebut, maka AUDUSD akan terus jatuh lebih jauh lagi.  Jika kejatuhan ini berlanjut, maka AUDUSD masih berpotensi untuk dapat mencapai harga 0.9400 - 0.9385 dimana kisaran ini sudah hampir 2 tahun tidak pernah ada.

EURUSD
Setelah terjembab sejak 3 pekan sebelumnya, EURUSD pekan lalu   mulai menunjukan tanda-tanda kenaikan.  Euro berangkat dari level terendahnya pada harga 1.2818 dan sempat mencapai harga tertinggi pada angka 1.2996 setelah data-data ekonomi menunjukan perbaikan pada pekan ini.  Data-data Manufacturing PMI yang datang dari Perancis, Jerman dan zona Euro secara keseluruhan menunjukan pertumbuhan yang sehat yang diikuti dengan data Service PMI dari Zona Euro secara keseluruhan yang juga membaik.  Namun demikian pencapaian pekan lalu masih belum membuat Euro berada diatas angin.  Pada penutupan pasar hari Jumat kemarin EURUSD kembali turun biarpun data Ifo Jerman menunjukan kenaikan, dimana EURUSD akhirnya ditutup pada harga 1.2933.  Secara jangka menengah Euro masih terbebani dengan keinginan ECB untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter mereka menurut pejabat ECB, Peter Praet.  ECB tengah terus mengkaji beberapa kemungkinan langkah tahapan berikutnya yang dapat mendorong lebih banyak lagi penyaluran kredit di Zona Euro sebagai langkah untuk menghadapi resiko deflasi.
Posisi kami bagi EURUSD untuk pekan depan adalah Netral.  Kendati mengalami kenaikan pada pekan lalu namun EURUSD masih gagal menembus tingkat resistance penting.  Harga 1.3000 sampai saat ini masih menjadi resistance kuat yang menahan EURUSD masih di dalam koridor bearish secara teknikal.  Kurangnya fundamental pendukung membuat EURUSD cenderung bergerak menuju konsolidasi.  Untuk melanjutkan bullishnya ada beberapa resistance yang harus dilalui.  Resistance petama adalah 1.3000 yang jika berhasil ditembus akan segera menemui resistance kuat pada kisaran harga 1.3035 - 1.3050.  Penembusan kuat dan konsisten diatas tingkat-tingkat resistance ini penting dilakukan dengan segera.  Jika gagal maka, EURUSD akan kembali mengikuti teknikal mingguannya yang masih menuju kebawah meneruskan penurunan mingguannya.
GBPUSD
Pound lagi-lagi jatuh untuk pekan ke-3 berturut-turut terhadap mata uang USD.  GBPUSD kembali ambruk dari level tertingginya pada harga 1.5280 dan turun mencapai titik terendahnya pada harga 1.5013.  GBPUSD hampir saja menembus support psikologis di 1.5000 namun pada 2 hari menjelang penutupan pasar melakukan rebound keatas dan ditutup pada harga 1.5125.  Inggris yang baru-baru ini hampir saja masuk kedalam triple dip recession sekarang kembali dihampiri kekhawatiran oleh karena buruknya performa data-data ekonomi yang dilaporkan.  Pekan lalu serentetan data ekonomi dilaporkan memburuk.  Data CPI turun dari 2.8% ke 2.4%, data retail turun dari -0.6% ke -1.3%, data PPI Input turun dari 0.1% ke -2.3%, data RPI turun dari 3.3% ke 2.9%, data CBI Industrial Order turun dari -25 ke -20 dan masih beberapa data ekonomi lainnya yang turun.  Melihat performa yang seperti ini menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi investor dan trader yang masih lebih memilih untuk melakukan sell terhadap pound.
Posisi kami bagi GBPUSD bagi pekan depan adalah Bearish.  Momentum bearish masih menyelimuti GBPUSD.  Secara sentimen teknikal yang juga disertai fakta bahwa data-data ekonomi yang dapat menjerumuskan Inggris kepada resesi masih membebani GBPUSD.  Pekan depan relatif sepi data ekonomi yang dapat menjadi katalis untuk membalikan keadaan sehingga secara teknikal maka GBPUSD diperkirakan akan kembali turun.  Untuk saat ini potensi rebound masih dapat mencapai tingkat resistance pada kisaran harga 1.5185 - 1.5200 dan jika gagal melakukan penembusan signifikan yang konsisten maka GBPUSD akan menuju kepada support psikologis pada harga 1.5000.  Penembusan 1.5000 akan kembali memicu sell menuju penurunan lebih besar lagi kebawah.
XAUUSD
XAUUSD dimulai turun pada awal perdagangan pekan lalu mencapai titik terendah pada harga $1338.00 namun kemudian Gold melakukan rebound dan mencapai titik tertinggi pada harga diatas $1400.00 yaitu $1413.50.  Ini adalah kenaikan Gold terbesar dalam satu bulan sebesar 1.5%.  Dengan fakta ini apakah kemudian Gold akan kembali memulai kenaikannya mulai pekan depan?  Apalagi setelah berita dari Federal Reserve yang masih belum memangkas dana bantuan Quantitative Easing 3 yang menurut wacana pertengahan tahun akan dipangkas.  Kami melihat Gold untuk tidak secepat itu akan berbalik arah menjadi bullish.  Dilihat dari pergerakannya secara teknikal, penembusan harga $1400.00 ke harga tertinggi minggu lalu yaitu $1413.50 dapat dilihat hanya terjadi selama 15 menit.  Dimana setelah itu XAUUSD kembali turun dan kahirnya masih ditutup dibawah $1400.00 yaitu pada harga closing $1383.80.  Ini menandakan tidak adanya pendukung bullish yang kuat untuk saat ini ditambah lagi dengan pergerakan XAUUSD yang masih bimbang sepanjang perdagangan membuat XAUUSD masih beresiko untuk kembali turun.
Posisi kami bagi XAUUSD adalah Bearish.  Secara jangka menengah  XAUUSD masih terlihat akan dalam sentimen bearish.  Resistance untuk minggu depan ada pada titik tertinggi XAUUSD pada harga $1413.50 dan setelah itu resistance paling dekat yang akan ditemui yaitu pada harga $1422.00.  Pada tingkat support akan ditemui pada area $1470 dimana XAUUSD terpantau beberapa lama bergerak pada area ini dan beresiko untuk melanjutkan penurunannya ke support pada harga $1353.  Support penting ada pada titik terendah pekan lalu pada harga $1338.00 dimana jika penembusan ini dapat terjadi maka XAUUSD akan turun dan berusaha menembus harga $1421.00


Tag : ,

Penjualan Indeks Saham Memperkuat Nilai Mata Uang Yen

By : Kang Rois

Dari Tokyo dilaporkan, Menteri Perekonomian Jepang menyatakan bahwa kejadian panic selling pada indeks saham Jepang  tidak berarti sebuah kehancuran, melainkan hanya koreksi akibat kenaikan indeks saham Nikkei Jepang sebelumnya yang terjadi terlampau cepat dibanding ekspektasi sementara laju ekonomi masih stabil mengalami pemulihan.
Seperti dikutip dari Monexnews, Kamis (25/5/2013), Amari keluarkan pernyataan setelah indeks Topix Jepang anjlok 6.9%, kejatuhan terparah sejak tsunami Maret 2011. Fluktuasi liar tersebut juga menular pada pasar obligasi, dengan kenaikan yield tenor 10-tahun ke level tertinggi dalam setahun terakhir sehingga memaksa bank sentral menyuntik likuiditas sebesar 2 trilyun Yen.
Menurut Amari, bank sentral Jepang (BoJ) akan menjaga komunikasi yang erat dengan para pelaku pasar keuangan, dengan mengajak meeting pada 29 Mei nanti untuk mendiskusikan pergerakan market akhir-akhir ini.
Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda menyatakan kemarin bahwa fluktuasi yang terjadi pada pasar obligasi Jepang belum mempengaruhi arah ekonomi Jepang.

Diperdagangan sebelumnya, Yen melesat terhadap Dollar AS pasca kejatuhan saham yang dipicu data manufaktur China mendorong investor berbalik memburu mata uangsafe haven Jepang. 

Meskipun penurunan saham lebih lanjut masih berpotensi menekan Greenback versus Yen, sejumlah analis memperkirakan tren pelemahan Yen akan tetap terjaga seiring berlanjutnya pelonggaran agresif di Jepang dan prospek pengetatan kebijakan di AS. 

Tag : ,

EUR/USD Incar Area 1,2790

By : Admin
Resesi yang kini dialami oleh kawasan zona-euro  tampaknya dapat mendorong ECB untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Di lain pihak, bertambahnya bukti akan pemulihan ekonomi AS membuat investor khawatir Federal Reserve akan mengurangi program pembelian obligasi. Fed's Bernanke kemarin mengatakan bank sentral akan mengurangi jumlah pembelian obligasi jika pemulihan ekonomi berkelanjutan.

FOMC meeting minutes yang baru dirilis juga menunjukan keinginan sejumlah petinggi bank sentral untuk mengurangi stimulus secepatnya pada pertemuan Juni.
 Peter Praet, anggota dewan moneter ECB, isyaratkan keinginan agar bank setral Eropa melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut.

"ECB dapat menggunakan instrumen kebijakan moneter jika diperlukan untuk memerangi resiko deflasi. Bank sentral tengah mengkaji berbagai kebijakan yang dapat mendorong penyaluran lebih banyak kredit di zona-euro," tutur Praet.

Investor kini menantikan serangkaian data manufaktur, dan jasa dari Perancis, Jerman, dan zona-euro yang akan dirilis mulai 14.00 WIB hingga 15.00 WIB untuk melihat kondisi ekonomi zona-euro. Jika data manufaktur dan jasa masih lemah maka ini dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dari ECB.

Euro mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi Asia seiring berbedanya outlook kebijakan moneter yang akan diterapkan oleh ECB jika dibandingkan dengan Fed.
 Memasuki sesi perdagangan eropa, Kamis  (24/5/2013), Secara tekhnikal level kunci pasangan EUR/USD berada diarea 1,2875.

Selama harga diperdagangkan dibawah  area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi  melemah  dengan pelemahan  menuju area 1,2790.
Tag : ,

Pemerintahan obama dalam perdebatan plafon utang dan penurunan defisit

By : Admin
Financeroll~Kesepakatan antara anggota parlemen demokrat dan republik yang akan merombak sistem pajak, anggaran pengeluaran negara dan jaring pengaman anggaran belanja nampaknya mulai memudar.
Defisit pemerintah selama dekade berikutnya meringankan anggota parlemen dalam mengambil kebijakan. Perlu adanya reformasi radikal dalam menempatkan anggaran jangka panjang untuk lebih seimbang dan reformasi sistem pajak sederhana.
Kabar tentang penyusutan defisit dilaporkan saat Kantor Anggaran Kongres memangkas perkiraan defisit untuk tahun 2013, diproyeksikan setara dengan 4% dari output ekonomi, kurang dari setengah tingkat pada tahun 2009 dan akan turun menjadi 2,1%  pada tahun 2015.
Tetapi laporan ini mengatakan defisit akan mulai melebar lagi pada tahun 2016 dan melanjutkan dengan konsekuensi negatif yang serius terhadap perekonomian, meningkatkan risiko krisis fiskal.
Paul Ryan perwakilan dari partai republik, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan angka pengeluaran out-of-control parlemen, sebuah fakta bahwa proyeksi jangka panjang oleh CBO tetap suram.DPR telah memberitahukan dari pergeseran dalam dinamika fiskal sebelum laporan itu.
Obama berupaya mengalihkan perhatian dari kontroversi tersebut untuk mendapatkan kesepakatan anggaran. Dan anggota partainya sendiri berpendapat prospek defisit meningkatkan alasan untuk menolak pemotongan belanja.
Obama membuat sedikit kemajuan untuk mendukung pemotongan untuk tunjangan Jaminan Sosial masa depan, akan memiliki waktu yang sulit saat ini. Beberapa anggota demokrat liberal mengatakan mereka mendukung perluasan manfaat program bagi para penyandang cacat.
Laporan CBO menunjukkan bahwa utang pemerintah, yang meningkat pesat sejak tahun 2009 dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis utang yang melanda ekonomi AS, pada dasarnya akan stabil selama 10 tahun ke depan.
Jika AS mengalami resesi lain, yang bisa memukul pendapatan pajak, situasi bisa lebih buruk. Berdasarkan angka defisit baru, pemerintah perlu meminjam modal, mendorong kembali kemungkinan batas waktu pinjaman yang berakhir November.
Penurunan cepat dalam defisit  harus bisa mengurangi ketakutan masyarakat akan ketidakstabilan ekonomi, Tapi perdebatan atas plafon utang, sementara mengganggu perdagangan di Wall Street, telah men dorong kenaikan pajak pada orang kaya yang telah dijalankan dibulan Januari, dan pemotongan anggaran belanja, yang sedang diberlakukan sekarang.
Pemerintah menerima $ 1,6 triliun pada pajak dalam empat bulan pertama tahun ini, rekor tertinggi untuk periode ini. Pada bulan Maret dan April, ketika gelombang pemotongan anggaran pertama mulai berlaku, pengeluaran rata-rata tahunan lebih rendah dibandingkan pada periode yang sama tahun 2011. @RJs*
Tag : ,

Yen Masih Melemah, Bank Of Japan Akan Umumkan Hasil Pertemuanya

By : Admin
Dari Tokyo dilaporkan, Ekspor Jepang pada bulan April diprediksi naik untuk dua bulan berturut-turut, dipimpin oleh ekspor mobil dan pemintaan peralatan elektronik di Asia. 

Namun,  Departeman Keuangan Jepang juga akan menyoroti biaya yang ditimbulkan akibat pelemahan yen, dan Jepang diprediksi mencatat defisit selama 10 bulan berturut-turut pada bulan April. Ekonom memperkirakan kenaikan ekspor sebesar 5.9% pada bulan April.

Seperti dilansir monexnews, Defisit neraca perdagangan Jepang memburuk di bulan April seiring lebih tingginya pertumbuhan impor dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor.

Ini merupakan defisit untuk 10 bulan berurutan dan mencerminkan efek dari drastisnya pelemahan yen. Berlanjutnya pelemahan yen memang dapat meningkatkan ekspor namun juga akan mendongkrak impor produk energi yang sangat dibutuhkan oleh perekonomian Jepan.

Defisit mencapai -¥879,9 miliar; lebih buruk dari estimasi -¥621,1 miliar dan publikasi Maret -¥362,4 miliar. Ekspor mencatatkan pertumbuhan 3,8% untuk bulan April; lebih baik dari publikasi sebelumnya yang hanya naik 1,1%. Impor meningkat 9,4%; lebih tinggi dari publikasi Maret 5,5%.
Memburuknya kinerja ekspor tentunya akan memberikan dukungan bagi Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengaktifkan kembali program energi nuklir Jepang.

Mayoritas pembangkit listrik nuklir Jepang kini tidak berfungsi pasca tragedi Fukushima yang telah membuat masyarakat Jepang khawatir dengan keselamatan. Jika semua pembangkit listrik dapat diaktifkan kembali maka ini tentunya dapat mengurangi ketergantungan energi Jepang.
Menteri ekonomi Jepang berharap nilai tukar akan stabil di level yang dapat menyeimbangi akan dampak terhadap ekspor dan impor.

"Saya berharap nilai tukar akan stabil di level yang dapat menopang perekonomian Jepang," tutur Menteri Ekonomi Akira Amari. "Saya berharap pasar akan menemukan nilai tukar yang dapat menyeimbangkan efek yang dihasilkan terhadap ekspor dan impor." Ketika ditanya atas komentarnya mengenai penguatan yen yang telah dikoreksi sebagian besar, Amari hanya mengatakan,"Saya tidak akan berkomentar apakah yen telah menyelesaikan proses koreksi, atuap dimana level koreksi yang sesuai." 

Komentar Amari muncul setelah USD/JPY menembus level 103 untuk pertama kalinya dalam 4 tahun pada hari Jumat. Dengan nilai tukar yen yang kini berada dekat level sebelum krisis maka muncul kekhawatiran akan dampak yang bisa terjadi jika nilai tukar terus melemah. Walaupun pelemahan yen dapat berdampak positif terhadap laba eksportir namun ini juga meningkatkan biaya impor.

Hari Rabu ini , BOJ akan mengumumkan hasil rapat mereka. Para ekonom tidak mengaharapkan perubahan kebijakan yang signifikan setelah bulan lalu BOJ mengumumkan langkah-langkah radikal untuk membantu menghidupkan kembali perekomomian dan mengakhiri deflasi selama dua dekade.
Tag : ,

Inflansi Inggri Alami Perlambatan

By : Admin
Laporan terbaru menunjukan, Inflasi Inggris melambat lebih dari perkiraan ekonom pada April 2013, ke level terendah dalam tujuh bulan.

Seperti dilansir dari Bloomberg dan Sindonews, Selasa (21/5/2013), Kantor Statistik Nasional Inggris, ONS melaporkan harga konsumen naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan 2,8 persen pada Maret. Sementara perkiraan median dari 35 ekonom yang disurvei Bloomberg News mencatat perlambatan 2,6 persen.

Inflasi inti didinginkan, di mana harga pabrik meningkat menjadi 1,1 persen, setidaknya sejak September 2009.

Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) menurunkan proyeksi inflasi pada pekan lalu, dan menyatakan pertumbuhan harga dapat mencapai target 2 persen lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Bank sentral juga menaikkan proyeksi pertumbuhan, melalui program pembelian obligasi sebesar 375 miliar pounds (USD572 miliar) pada bulan ini. Pembacaan keputusan akan diterbitkan besok, menunjukkan apakah Gubernur BoE, Mervyn King akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan stimulus atau tidak.

"Kemungkinan saat ini, selama puncak musim panas akan menjadi sekitar 3 persen dibandingkan 3,5 persen, terutama disebabkan pelunakan keseluruhan ditandai minyak," kata Howard Archer, ekonom IHS Global Insight, London.

Sementara Peter Frank, kepala strategi mata uang global pada Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA (BBVA) di London megatakan, "Inflasi yang melemah jelas berdampak negatif terhadap Sterling, karena akan memperbesar peluang untuk penambahan stimulus moneter lebih lanjut. Meskipun bukan kejatuhan besar, angka tersebut cukup lemah sebelum rilis minutes yang krusial. Itu memperkuat pengambilan keputusan investor untuk menjual Sterling."
Tag : ,

Aussie Tidak Terpengaruh Hasil Pertemuan Meeting Minutes RBA

By : Admin
Apresiasi Aussie versus Dollar AS  berlanjut untuk 2 hari beruntun seiring para trader mengantisipasi kemungkinan bahwa Bernanke akan mematahkan spekulasi tentang pengurangan laju pembelian obligasi Fed.

Seolah Aussie mengabaikan hasil minutes pertemuan Reserve Bank of Australia bulan ini, yang menghasilkan penurunan suku bunga ke 2,75%.

Dilansir monexnews, Bank Sentral Australia  memangkas suku bunga ke rekor terendah pada awal Mei, guna memberikan kelonggaran moneter, akibat cepatnya penurunan investasi pertambangan dan nilai aussieyang tinggi, memperlambat pertumbuhan dan mengikis kepercayaan bisnis.
Rendahnya inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi tahun depan yang dibawah rata-rata memungkinkan pemotongan suku bunga menjadi 2.75%, kata  RBA dalam notulen rapat yang dirilis hari ini. Selain itu juga disebutkan, dalambeberapa bulan dewan telah mempertimbangkan bahwa outlook inflasi dapat memberikan ruang untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut.
RBA telah memangkas suku bunga sebanyak 7 kali sejak 2011, memperingatkan bahwa Australia menghadapi periode penurunan di sektor pertambangan, dan memicu hilangnya pekerjaan.

Strategi RBA yang memangkas suku bunga mampu memperbaiki perekonomian, dilihat dari penjualan ritel yang menunjukkan perbaikan dan meningkatnya harga rumah.

Pertumbuhan dan inflasi yang lemah telah memberikan cukup ruang untuk mengurangi suku bunga acuan ke rekor terendah, kata RBA dalam minutestersebut.
Chris Weston, para kepala analis pasar pada IG Markets di Melbourne mengatakan, "Menurut saya, Bernanke belum akan mengeluarkan pernyataan yang berbeda dan masih akan membela kebijakan longgarnya. Sementara orang-orang tengah berusaha mencari alasan untuk mengurangi posisi short Aussie, itu yang memicu pergerakan naik."
Tag : ,

Meski PD, The Fed Belum Tentu Kurangi QE

By : Admin
Strategydesk – The Fed boleh saja optimis dengan pemulihan ekonomi AS, namun masih perlu dipertanyakan apakah dengan serta merta mereka mulai mengevaluasi skala atau jangka waktu stimulus moneternya.Sejak September, the Fed mengucurkan $85 miliar per bulan untuk membeli obligasi pemerintah (Treasury) dan obligasi KPR (Mortgage-Backed Securities/MBS). Keberlangsungan program itu bergantung pada perkembangan ekonomi, secara spesifik, pertumbuhan lapangan kerja. The Fed siap mengakhiri program itu bila melihat adanya pertumbuhan substansial lapangan kerja dan penurunan signifikan tingkat pengangguran.
“Ekonomi sepertinya berperforma cukup baik saat ini,” kata Charles Evans, Presiden the Fed distrik Chicago, dan salah satu anggota voting di FOMC. “Saya optimis lapangan kerja membaik dan tingkat pengangguran bisa terus turun.  Namun pertanyaannya kini adalah seberapa yakinkah perbaikan yang sudah diraih ini bisa dipertahankan,” tambahnya.
Lapangan kerja (payroll) tumbuh rata-rata 208.000 per bulan selama enam bulan sampai April sejak program itu digulirkan. Sebelum ada program itu, pertumbuhan lapangan kerja hanya 97.000 per bulan. Data lainnya juga menggembirakan, penjualan ritel dan perumahan meningkat, serta kepercayaan konsumen pun membaik.
“Jelas kondisi lapangan kerja membaik sejak September,” kata John Williams, Presiden the Fed distrik San Fransisco. “Bila semua sesuai harapan, kita bisa mengakhiri program pembelian di penghujung tahun.” Namun ia pun mengakui diperlukan pertumbuhan lapangan kerja yang berkesinambungan  untuk bisa ke sana.
Beberapa pejabat the Fed juga ingin segera menyesuaikan stimulus karena khawatir ratusan miliar dollar yang dikucurkan the Fed punya efek samping, dari inflasi sampai ancaman penggelembungan aset. Namun beberapa lainnya berargumen stimulus masih dibutuhkan. Dalam internal the Fed, masih ada perdebatan mengenai keberlansungan program itu.
The Fed akan mengumumkan Minutes dan Ketua Ben Bernanke akan memberi kesaksian di hadapan Kongres besok malam. Ini menjadi momen untuk mendapat kejelasan mengenai program itu. Namun, kecil kemungkinan the Fed secara gamblang menyatakan siap mengurangi atau mempersingkat program itu.  Kalau pun menyebut opsi pengurangan, pasti ada syarat-syaratnya.
Tag : ,

Jepang Makin Optimis dengan Prospek Ekonomi

By : Kang Rois
Pemerintah Jepang terlihat semakin optimis dengan prospek ekonomi domestik dengan  menaikkan penilaiannya untuk pertama kali dalam dua bulan terakhir, di tengah menggeliatnya ekspor dan aktivitas produksi.

Ekonomi pulih secara bertahap, menurut laporan bulanan yang dipublikasikan hari ini. Ini peningkatan dari bulan lalu, ketika pemerintah mengatakan ekonomi menujukkan pemulihan tapi masih ada titik-titik lemah. Kami memperkirakan ekonomi akan terus pulih seiring perbaikan ekspor dan kucuran stimulus yang menjaga sentimen,” kata Kantor Kabinet dalam laporan itu.
Pemerintah mengatakan ekspor menunjukkan peningkatan, dengan depresiasi yen mendongkrak volume penjualan otomotif, baja dan kimia. Dengan pelemahan yen mengangkat daya saing produk Jepang, output manufaktur pun meningkat. Tingkat konsumen membaik dan belanja modal korporat naik.
Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang menggabungkan stimulus dengan kebijakan moneter agresif, yang memicu depresiasi yen. Data terakhir menunjukkan PDB Jepang mencatat pertumbuhan terpesatnya dalam setahun pada kuartal pertama, berkat ekspor dan pembelanjaan konsumen.
Abe, yang mempersiapkan partainya Demokratik Liberal jelang pemilu legislatif Juli nanti, telah menjalankan stimulus fiskal, dibarengi dengan stimulus moneter agresif BOJ, sebagai resep untuk mengentaskan deflasi, yang telah mendera ekonomi Jepang selama 15 tahun. Kombinasi kebijakan itu disebut dengan Abenomics.
Tag : ,

Dollar Terus Melaju Berkat Data AS

By : Kang Rois

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil meraih level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di tengah spekulasi the Fed akan menyesuaikan skala stimulus moneternya karena data yang menunjukkan perbaikan ekonomi AS.
Dollar menguat atas lima rival utama setelah data sentimen konsumen dan leading indicators yang lebih baik dari prediksi. Indeks sentimen konsumen versi Univ. of Michigan naik ke 83,7 di Mei dari 76,4 di Maret. Leading indicators naik 0,6% di April, lebih baik dari prediksi 0,2%. Kedua data itu menambah optimisme akan prospek ekonomi AS.
Akhir-akhir ini, sebagian besar data ekonomi AS memperlihatkan pemulihan. Ini dianggap sebagai pertanda the fed bakal menyesuaikan program pembelian obligasinya dengan kondisi yang berlaku. Meski demikian,  diperlukan waktu untuk menilai AS sudah memasuki pemulihan yang berkesinambungan. Alhasil, dollar lebih didorong oleh optimisme dari pada perubahan kondisi fundamental.
Memang, ada beberapa pejabat the Fed yang menyinggung soal perlunya mengurangi atau mempersingkat program pembelian aset. Namun tidak semua berpandangan sama, contohnya Presiden the Fed distrik Minneapolis Narayana Kocherlakota, yang mengatakan kebijakan akomodatif kalau perlu diberlakukan sampai satu dekade.
Bagaimanapun, data ekonomi AS datang di saat indikator negara lain memperlihatkan kondisi yang bertolakbelakang. Seperti di zona euro, yang masih tenggelam dalam resesi. Karena faktor ini pun, dollar tetap lebih unggul.  Indeks dollar berada di 84,18 di Asia hari ini, setelah menyentuh 84,40 akhir pekan lalu, tertinggi dalam tiga tahun.  Target terdekat kini ada di 84,50, untuk bisa menuju 84,80-85,00. Ketua the Fed Ben Bernanke akan bersaksi di hadapan Kongres Rabu malam mengenai prospek ekonomi, ini penting buat pergerakan pasar.
Dollar berhasil menyentuh level 103 yen, level tertinggi dalam 4,5 tahun. Namun pernyataan Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari meredam lajunya. Menurutnya,  pelemahan  lebih dalam bisa berbahaya, indikasi pemerintah Jepang puas dengan level yen saat ini. Jepang  akan mengumumkan beberapa data, di antaranya leading index dan machine tools orders. Tapi pergerakan dollar/yen akan bergantung pada hasil rapat BOJ Rabu nanti. Dollar berada di 102,78, setelah menyentuh 103,29. Terhadap franc, dollar terkoreksi 0,2% ke 0,9705, setelah menyentuh 0,9760, tertinggi sejak Agustus 2012.
Mengenai mata uang lain, euro dan aussie terus tenggelam. Euro berada dekat level terendah dalam 6 minggu terakhir di $1,2833. Support terdekat ada di $1,2800, bila tembus, mencoba ke $1,2770. Aussie rebound dari level terendah sejak Juni 2012 ke 0,9774.
Tag : ,

Pelemahan Yen Ternyata Bisa Berdampak Negatif

By : Kang Rois

Terpantau, Yen menguat terhadap 16 rival utamanya setelah Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari mengatakan bahwa pelemahan yen yang lebih jauh akan mengancam orang-orang yang telah menerima dampak negatif dari anjlok yen tersebut dan pemerintah diperkirakan akan kesulitan untuk meminimalisir dampak tersebut.
Yen Jepang telah mengalami koreksi setelah sempat mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari 4.5 tahun belakangan terhadap dollar AS. Amari juga mengatakan bahwa ada spekulasi bahwa yen telah jauh melampaui “koreksi yang dibutuhkan” akibat kenaikan tajamnya di masa lalu.

Para pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa dollar akan mengalami peningkatan terhadap yen, setelah  diminggu lalu The Fed memberikan sinyal bahwa program pembelian obligasi akan dikurangi.
Sementara eberapa data ekonomi AS pekan lalu menunjukkan kondisi yang menguat. Para pelaku pasar mulai meningkatkan harapannya akan trend bullish dollar terhadap rival-rival utamanya, termasuk yen Jepang.
Hari ini yen tampak menguat ke posisi 102.78 per dollar AS, sempat hingga mencapai posisi 102.04 per dollar. Posisi yen tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di level 103.22 dollar. Yen bahkan sempat mencapai posisi 103.31 per dollar AS pada perdagangan Jumat malam.
Tag : ,

Pekan Ini, Data Jerman dan Prancis Diperkirakan Akan Mempengaruhi Pergerakan Euro

By : Kang Rois

Melemahnya mata uang Euroterkait dengan masih lemahnya pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa termasuk Perancis.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan adanya sedikit kenaikan pada indikator fundamental ekonomi Flash GDP q/q yang naik ke angka -0.2% dari nilai periode lalu yaitu -0.6%, namun demikian masih berada di angka negatif.

Adanya laporan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat membaik ke angka -0.1%.
Institut National de la Statistique et des Études Économiques- INSEE menyampaikan kepada publik bahwa ekonomi Perancis, yang notabene merupakan salah satu negara dengan peran ekonomi paling penting di Eropa, masih mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini.
Perkembangan itu ditunjukkan dengan masih negatifnya nilai indikator fundamental ekonomi French Prelim GDP q/q yaitu -0.2% dari nilai periode lalu yang juga menunjukkan angka -0.2%. Adanya laporan negatif tersebut menunjukkan kinerja yang lebih buruk dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat sedikit membaik ke angka -0.1%.
Range normal perdagangan EUR/USD dipekan ini, diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.2744 lalu kemudian di 1.2653. Sedangkan level resistance pada kisaran 1.2977 kemudian pada 1.3119.
Pergerakan pasangan mata uang ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi yang diantaranya adalah, French Flash Manufacturing PMI dan German Flash Manufacturing PMI.
Tag : ,

Analisa Teknikal

By : Admin
Analisa Teknikal

Penjualan Di Wilayah Eropa Alami kenaikan

By : Kang Rois

Penjualan mobil di Eropa meningkat 1,8 persen pada April 2013. Hal ini sebagai kenaikan pertama dalam 19 bulan terakhir, karena keuntungan dalam kepercayaan konsumen di Spanyol dan Jerman.

Bulan lalu, pendaftaran kendaraan baru naik 1,8 persen menjadi 1,08 juta kendaraan, dibandingkan dengan 1,06 juta kendaraan selama bulan yang sama tahun lalu. Penjualan selama empat bulan pertama tahun ini turun 7 persen menjadi 4,18 juta kendaraan sesuai dengan ACEA. Kenaikan itu disokong Spanyol dan Jerman, di mana kepercayaan konsumen naik bulan lalu.

Namun, peningkatan pada April tidak membuat analis mengubah prediksi mereka bahwa pasar mobil akan turun 5 persen tahun ini, karena krisis menyebabkan industri untuk dua dekade cukup rendah. Daimler adalah mobil dengan tertinggi 11 persen, berkat model kompak A-dan B-Class, diikuti VW dengan 9,7 persen, berkat peningkatan Audi 8,9 persen.

"Mudah-mudahan yang terburuk sudah berakhir," kata Hans Peter Wodniok, seorang analis di Fairesearch GmbH di Kronberg, Jerman seperti dikutip dari Inautonews danSindonews, Jumat (17/5/2013). 

"Untuk sisa tahun ini, pasar mungkin akan kurang negatif daripada sebelumnya," imbuhnya.

Penjualan di Jerman naik 3,8 persen pada bulan lalu, di Spanyol 11 persen dan di Inggris 15 persen. Sementara penjualan di Prancis turun 5,3 persen dan di Italia 11 persen.
Tag : ,

Perkiraan market pekan depan

By : Admin
EURUSD
EURUSD kembali melanjutkan momentum bearishnya setelah USD bergerak menguat sepanjang pekan lalu.  EURUSD berhasil mencapai harga tertinggi pada harga 1.3029, namun setelah penembusan pada level psikologis 1.3000 terjadi, EURUSD terus terjun kebawah untuk membukukan level terendah pekan lalu pada harga 1.2796.  Euro jatuh sebesar -1.17% terhadap USD setelah data-data GDP yang datang dari Perancis, Jerman, Italia serta Euro secara menyeluruh jatuh serentak pada hari Rabu (15/05) lalu.  Tekanan terhadap Euro pun muncul setelah adanya kabar spekulasi bahwa ECB saat ini tengah melakukan diskusi secara intensif guna menjalankan regulasi suku bunga negatif serta implikasinya kepada perekonomian Euro secara menyeluruh.  Keadaan ini tentunya akan membuat investor melepas Euro dan jika terjadi, maka Euro sudah tidak lagi menarik untuk menjadi pilihan investasi.  Pekan depan Euro akan diramaikan dengan beberapa data penting seperti halnya: Manufacturing PMI, Service PMI, Current Account, Gfk German Consumer Climate, German 10yr Bond Auction.  Patut juga untuk diikuti berita seputar EU Economic Summit pada hari Rabu (22/05) serta pidato Presiden ECB Mario Draghi pada hari Jumat (24/05).
Posisi kami bagi EURUSD untuk pekan depan adalah Bearish.  Secara teknikal mingguan EURUSD terlihat sedang melanjutkan perjalanan kebawah dan terlihat dengan turunnya EURUSD dibawah 1.2900 dan bahkan sempat menembus 1.2800 Euro sedang dibawah tekanan serentetan berita-berita negatif yang mengelilingi sejak 2 pekan lalu.  Pemangkasan suku bunga, buruknya data GDP serta spekulasi mengenai kebijakan suku bunga negatif membuat Euro semakin lemah terhadap USD.   Support terdekat akan ada pada harga 1.2800 yang masih belum dapat ditembus secara konsisten.  Jika 1.2800 berhasil ditembus maka akan ada support penting pada kisaran harga 1.2750 - 1.2745 dimana jika support ini berhasil ditembus maka EURUSD akan semakin terperosok menembus support bulanannya.  Namun jika support ini masih bertahan dan Euro mendapat kekuatan positif secara fundamental, maka titik ini pun dapat menjadi titik rebound keatas.
GBPUSD
Pound berakhir terpuruk pada pekan lalu.  Pound gagal mempertahankan momentum bullishnya terhadap USD biarpun pada pekan lalu diwarnai oleh data-data ekonomi yang positif.  Data claimant count Change membaik dari -9.9K menjadi -7.3K yang kemudian diikuti dengan data tingkat pengangguran yang membaik dari sebelumnya 7.9% menjadi 7.8%.  GBPUSD jatuh dari level tertinggi mingguannya pada level 1.5384 dan mencapai angka terendah pada harga 1.5157, penurunan sebesar 227 poin sepanjang pekan kemarin.  Pound masih diselimuti pertanyaan seputar spekulasi apakah Bank of England (BOE) akan kembali menambahkan dana pada program Quantitative Easing (QE) saat ini.  Penting untuk diperhatikan hasil rapat BOE pada pekan depan dimana tidak adanya penambahan pada quantitative easing akan memberikan momentum positif kepada GBPUSD.  Beberapa data ekonomi Inggris yang penting untuk diperhatikan seperti halnya: CPI, Retail Sales, PPI serta estimasi GDP. 
Posisi kami bagi GBPUSD bagi pekan depan adalah Bearish.  Melihat dari pergerakan teknikal maka momentum bearish masih menyelimuti GBPUSD.  Tetap waspada terhadap rebound koreksi yang terjadi setelah penurunan panjang.  Rebound dapat terjadi khususnya pada saat keluarnya hasil rapat Bank of England dan jika resiko penambahan QE semakin berkurang maka akan menguatkan GBPUSD.  Support terdekat saat ini ada pada 1.5150 yang masih belum berhasil ditembus.  Jika berhasil ditembus maka GBPUSD akan berusaha menembus support psikologis pada harga 1.5100 dan jika terus turun kebawah maka GBPUSD akan dihadang oleh support penting yang berada pada kisaran harga 1.5035 - 1.5025.
AUDUSD
AUDUSD kembali dilanda badai bearish pada pekan lalu.  Setelah pekan sebelumnya dollar Aussie jatuh ke level parity terhadap USD maka pekan ini dolar Aussie harus turun dibawah USD seteah sekian lama.  AUDUSD terpantau mencapai level tertinggi pada harga 1.0014 dan terjembab jauh mencapai level terendah pada harga 0.9709, penurunan sebesar 305 poin atau sebesar -2.9% dalam sepekan.  Kekuatan USD pada pekan lalu tidak dapat terbendung oleh dolar Aussie yang secara teknikal pun sudah menembus batas trendline mingguan menuju pada koreksi bulanannya.  Kekuatan USD ditambah dengan adanya kekawatiran bahwa inflasi secara global dapat memberikan imbas negatif kepada permintaan komoditas memberikan tekanan besar terhadap AUDUSD.
Posisi kami bagi AUDUSD adalah Bearish.  Secara teknikal AUDUSD masih menunjukan pergerakan bearish untuk pekan depan, namun tetap waspada adanya koreksi keatas.  Saat ini AUDUSD sudah bergerak dekat dengan support terdekat pada kisaran harga 0.9670 - 0.9660.  Jika support ini berhasil ditembus maka AUDUSD akan meneruskan perjalanannya menuju 0.9600.  Namun jika masih gagal ditembus maka AUDUSD dapat rebound untuk kembali ke area 0.9700 - 0.9800.
Tag : ,

Euro Melemah Terhadap Dolar AS, Namun Menguat Terhadap Poundsterling

By : Kang Rois
Financeroll - Pada perdagangan valuta asing hari Jumat(17/5), euro telah alami sedikit melemah terhadap dolar AS, karena para pelaku pasar tengah menunggu data ekonomi AS yang akan dirilis hari ini, sementara para investor juga tengah khawatir atas spekulasi terakhir oleh Bank Sentral Eropa yang telah menurunkan suku bunganya.
Mata uang euro tetap diperdagangkan di level rendah 6 minggu terhadap greenback setelah data yang lemah di zona euro yang memicu Bank Sentral Eropa menurunkan suku bunganya.
Selama berlangsungnya sesi perdagangan di bursa Eropa hari ini, pasangan EUR/USD telah sentuh level 1.2851, yang kemudian pasangan tersebut dikonsolidasikan melemah 0.05% di level 1.2875. pasangan mata uang tersebut cenderung menemukan level support di level 1.2747 dan level resistance di level 1.2942. Sedangkan terhadap poundsterling, euro telah menguat dengan pasangan EUR/GBP menguat 0.14% di level 0.8447.


Tag : ,

Tentang Forex Rebate

By : Admin
assalamualaikum wr wb

saya seperti anda, saya adalah seorang trader forex,, dan saya bisa dibilang masih muda karena umur saya belum sampai 19 tahun :), namun saya sudah bermain forex sudah cukup lama saya mulai main forex sejak awal tahun 2012 dan sampai saat ini, saya juga sering memberikan analisa forex di blog saya, namun saya ingin migrasi kesini dan menjadi IB forex, saya mengelola website ini bersama teman saya dia juga jago main forex.

Rebate yang kami tawarkan disini adalah 60% dan anda akan berhak mendapatkan free signal sms forex dari kami, apabila anda sudah mendaftar di salah satu broker yang saya sajikan dan anda mendepositkan minimal $5 ke akun tersebut anda berhak mendapatkan 7 hari signal sms forex, atau anda juga bisa melihat analisa teknikal disini ( analisa teknikal sehari hanya ada satu kalau dari SMS lebih banyak ) dan masih banyak lagi keuntungan apabila anda mendaftar menggunakan link dari sini, anda biasa mengeceknya disini

sekian dari saya 
wassalamualaikum wr wb


Tag : ,

Berlangsungnya Sesi Perdagangan di Eropa, Dolar AS Terus Menguat

By : Kang Rois
Financeroll - Pada perdagangan valuta asing hari Jumat(17/5), setelah Presiden Federal Reserve wilayah San Francisco mengatakan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan mengurangi beberapa kebijakan dan program pembelian obligasi AS, sehingga mengakibatkan dolar AS alami penguatan terhadap beberapa mata uang utama dunia.
Menguatnya greenback telah meluas setelah Presiden Federal Reserve wilayah San Fransisco, John Williams, mengatakan bahwa Fed sudah bisa memulai mengurangi kebijakan moneternya dan mengakhiri program pembelian obligasi pada akhir tahun 2013 ini. Sedangkan untuk mata uang euro masih berada di bawah tekanan setelah serangkaian laporan ekonomi yang lemah telah memicu spekulasi atas penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa.
Selama berlangsung sesi perdagangan di bursa Eropa hari ini, pasangan EUR/USD melemah 0.05% di level 1.2875, GBP/USD melemah 0.17% di level 1.5242, USD/JPY menguat 0.25% di level 102.52, dan USD/CHF menguat 0.10% di level 0.9657.
Sementara itu, greenback juga telah menguat terhadap mitra dolarnya, dengan pasangan USD/CAD menguat 0.37% di level 1.0229, AUD/USD melemah 0.65% di level 0.9744, dan NZD/USD melemah 0.47% di level 0.8116.
Pada indeks dolar, yang telah memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, juga menguat 0.21% di level 84.08.


Tag : ,

Politik, Penghambat Solusi Ekonomi Eropa

By : Kang Rois
Eropa semakin tenggelam dalam resesi, menurut data yang dipublikasikan kemarin, yang memperlihatkan ekonomi kontraksi untuk enam kuartal berturut-turut. Tapi ketika pemimpin benua itu bertemu minggu depan, belum ada indikasi bakal ada solusi untuk merangsang pertumbuhan.
Data kemarin menunjukkan PDB zona euro kontraksi 0,9% selama kuartal pertama. Dengan kontraksi ke enam kuartal berturut-turut, terpanjang dalam sejarah mata uang itu, para ekonom melihat kawasan itu sedang mengalami kelumpuhan kebijakan. Dengan Jerman, ekonomi terbesar di kawasan, memasuki periode pemilu, kecil kemungkinan bakal ada keputusan besar sampai setelah pemungutan suara September nanti.
Meski Jerman berhasil menghindari resesi, Perancis akhirnya terjerumus juga, menurut data yang dipublikasikan Rabu lalu. Presiden Perancis Francois Hollande mengisyaratkan bukan negaranya saja yang patut dipersalahkan. “Karena resesi di Eropa dan terutama di zona euro, lebih besar. Bila Eropa, negara anggota termasuk Perancis, berbenah menuju pertumbuhan, maka kita bisa meraih masa depan lebih baik,” katanya.
Namun di sanalah letak masalahnya, mengejar pertumbuhan sepertinya menjadi misi yang hampir mustahil di Eropa, yang performa ekonominya di bawah negara maju lainnya. Pertemuan menteri keuangan zona euro minggu lalu pun tidak menghasilkan sesuatu yang baru, mereka hanya berkutat pada kesatuan perbankan.
“Kita tidak melihat adanya politisi yang tunjuk tangan mengeluarkan inisiatif,” kata Carl Weinberg, ekonom dari High Frequency Economics di Valhalla di New York, dikutip oleh New York Times. ”Tapi ini depresi bukannya sekedar siklus, dan harus ada respon kebijakan kalau mau keadaan menjadi lebih baik,” tambahnya.
“Situasi politik di Eropa tidak kondusif untuk membuat gebrakan,” kata Gilles Moec, ekonom dari Deutsche Bank cabang London. Menurutnya, tidak ada yang bicara soal menciptakan dorongan untuk menghidupkan kembali ekonomi. Phillppe d’Arvisenet, ekonom dari BNP Paribas, memproyeksikan ekonomi zona euro akan kontraksi 0,5% tahun ini.
Tag : ,

Pertumbuhan Ekonomi Jepang Melebihi Perkiran Analis

By : Kang Rois
Dari Tokyo dilaporkan, datxa perekonomi Jepang pada kuartal pertama tumbuh melebihi perkiraan analis, didukung oleh keuntungan dalam belanja konsumen dan ekspor. Pertumbuhan ini membangun momentum untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Produk domestik bruto tahunan naik 3.5% sementara perkiraan dari para analis sebesar 2.7%.  Sementara, target berikutnya dari perdana mentri Shinzo Abe adalah menyakinkan investor untuk berivestasi dan meningkatkan upah untuk mengeluarkan Jepang dari deflasi selama satu dekade.

DXata pertumbuhan GDP Jepang menunjukkan kejutan positif naik 0.9% dibanding bulan sebelumnya 0.2%, dikombinasikan dengan kenaikan laporan industrial production Jepang menunjukkan bahwa kebijakan Abenomic mulai bekerja, sehingga mendongkrak laju permintaan ditengah kebijakan stimulus yang agresif oleh BoJ.

Faktor tersebut memicu kenaikan kurs USD/JPY tembus diatas level 102.50 merespon data positif Jepang, selanjutnya harga berpotensi mengincar area resisten kunci 103.00 jika data ekonomi yang dirilis di AS kembali suportif untuk sesi Wall Street.


Tag : ,

Pernyataan The Fed Angkat Dollar

By : Kang Rois

Dollar menguat atas rival utamanya menyusul pernyataan dua pejabat the Fed yang mengindikasikan kemungkinan penyesuaian stimulus moneter karena perbaikan ekonomi AS.
Presiden the Fed distrik San Fransisco John Williams mengatakan pihaknya bisa saja mulai mengurangi program pembelian asetnya. Ia melihat kondisi lapangan kerja membaik, namun diperlukan pertumbuhan lapangan kerja  yang berkesinambungan untuk bisa meyakinkannya. Bila itu bisa terwujud, program pembelian aset bisa dikurangi musim panas ini, dan bila semua sesuai harapan, program itu bisa diakhiri di penghujung tahun.
Pernyataan Williams ini mengejutkan pasar karena ia selama ini dianggap sebagai salah satu pejabat berpahaman dovish di bank sentral AS itu, seperti Ketua Ben Bernanke dan Wakil Janet Yellen. Ini memperbesar kemungkinan penyesuaian skala stimulus. Dalam rapat sebelumnya, the Fed mengatakan ada pekuang 50-50 program pembelian obligasi dikurangi. Kini beberapa kalangan di pasar mulai curiga Bernanke mungkin mengisyaratkan peluang 55-45.
Pejabat the Fed lainnya, yaitu Presiden distrik Dallas Richard Fisher, menyampaikan hal yang hampir senada. Fisher mengatakan sudah saatnya the Fed menyesuaikanm program pembelian obligasinya mengingat perbaikan di sektor perumahan. Menurutnya, kebijakan saat ini sudah hiper akomodatif dan bisa memicu spekulasi dan pengambilan risiko eskesif di pasar keuangan.
Pernyataan kedua pejabat the Fed itu berhasil mengangkat dollar yang jatuh karena data initial jobless claims dan housing starts yang buruk. Initial jobless claims naik 32.000 menjadi 360.000 minggu lalu, tertinggi sejak akhir Maret. Housing starts anjlok 16,5% bulan lalu, terbesar sejak Februari 2011. Sementara itu, data lain memperlihatkan aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia kontraksi bulan ini.
Indeks dollar berada di 83,95, atau menguat 0,5%. Indeks itu masih dekat leve tertinggi dalam 10 bulan terakhir 84,13 yang dicatat Rabu lalu. Bila itu ditembus, indeks diperkirakan bergerak menuju 84,50, kemudian 84,80. Dollar menguat 0,3% atas franc, kini berada di 0,9668, namun masih di bawah peak tahun ini 0,9747. Atas yen, dollar stabil di 102,24, dekat level tertinggi dalam 4,5 tahun di 102,75.
Namun penguatan lanjutan dollar tergantung pada indikasi the Fed memang menuju pengurangan stimulus. Perlu diingat, tidak semua pejabat berpandangan sama. Untuk menilai lebih lanjut prospek kebijakan the Fed, pasar akan mencermati data sentiment konsumen AS versi Univ. of Micigan dan leading indicators, serta pernyataan pejabat the Fed Narayana Kocherlakota.
Euro, sterling dan aussie juga terkoreksi. Euro kini beracda di $1,2860, mendekati low minggu ini  $1,2840. Bila itu ditembus, euro terancam jatuh ke $1,2800, kemudian ke $1,2750. Sterling kini diperdagangkan di $1,5243, melemah 0,3%. Kegagalan bertahan di atas low $1,5170, sterling bisa bergerak menuju $1,5130. Aussie lebih merana, terus tembus low dan menyentuh ke level terendah dalam 11 bulan terakhir 0,9750. Gagal bertahan, aussie terancam ke 0,9700 dan 0,9650.
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Tag : ,

Beli sms signal forex

By : Admin
sebelum anda membeli harap membaca ini dulu

apabila anda telah mendaftar disalah satu broker disini dengan menjadi referral disini maka harga signal forex hanya $10 ( harus deposit minimal $5 ) apabila anda belum deposit maka harga signal tetap $15

apabila anda tidak menjadi referral disini maka harga signal forex $15
Beli signal forex
Nama
broker
 OctaFx 
 Instaforex 
 Roboforex 
 FBS 
 tidak mendaftar 
Nomor akun
isikan dengan xxxxx bila anda tidak mendaftar disalah satu broker
Nomor handphone
kesetujuan
 ya, saya setuju 
analisa forex saya tidak 100% benar, segala kerugian tidak ditanggung
Nomor akun LR anda
Pembayaran
 saya sudah membayar 
harap sebelum melanjutkan, segera transferkan bayarannya ke akun LR U0412757

Powered byEMF Survey Creator
Tag : ,

Konfirmasi Pendaftaran

By : Admin
apabila anda sudah mendaftar forex di broker salah satu yang tersedia harap konfirmasi pendaftaran anda disini agar mendapatkan bonus rebate & free sms analisa ke handphone anda

Konfirmasi Pendaftaran
Nama
Broker
 OctaFx 
 Instaforex 
 Roboforex 
 FBS 
Nomer akun
Email
Metode pembayaran
 Libertyreserve 
 langsung keakun 
Nomor Handphone

Cara daftar FBS

By : Admin
Cara daftar FBS

Siapkan persyaratannya!
1.Alamat email (sebaiknya menggunakan gmail/yahoo).
2.Scan ID Card (KTP,SIM,Pasport) dan simpan difile komputer.
   Kalau belum ada bisa menyusul,yang penting sudah ada alamat email.
   Ukuran file scan ID Card maximal 1 Mb (sebaiknya 500 Kb saja).
3.Nomer HP.

Langkah selanjutnya untuk daftar FBS adalah sebagai berikut:
1.Klik link pendaftaran FBS disini! 
   maka keluar halaman web seperti dibawah ini:



 


2.Klik OPEN LIVE ACCOUNT(angka 1 dalam anak panah orange),maka keluar
   halaman Registration (formulir pendaftaran forex) seperti ini:


Lihat contoh gambar formulir pendaftaran forex diatas!

1.Account.
Account pilih micro.
Centang kotak Swap - free account.
Account currency pilih  USD.
Leverage pilih 1:500.

2.Personal data.
Fist name misalnya diketik Bagus.
Last name misalnya Permana.
Contoh ini kalau yang daftar misalkan bernama Bagus Permana.
Birth Date ditulis tanggal bulan dan tahun kelahiran dengan format seperti ini 27.03.1974.

3.Passport data.
Citizenship  pilih Indonesia.
ID/Passport No: tulis seperti ini KTP/3327889066630004.
Itu adalah NIK KTP anda.
Issued by(instasi yang berwenang mengeluarkan KTP) : Surakarta jika pemilik KTP berdomisili di Surakarta.
Issued date: tanggal KTP tsb dikeluarkan/disyahkan oleh pejabat yang berwenang dengan format seperti ini 29.03.2009.

4.Contacts.
Country pilih Indonesia.
City dan street address ditulis sesuai data alamat yang ada diKTP.
Email:sebaiknya gunakan gmail/yahoo.

5.Registration confirmation.
Personal area password : ketik kata sandi minimal 6 karakter.
Phone password : ketik juga karakter minimal 6 digit.
Autogenerate passwords jangan dicentang!
Centang kotak I have read and agree with the customer agreement.
Preferable language for communication pilih English.
Teliti lagi data-data yang sudah ditulis diformulir REGISTRATION,
kalau sudah benar, klik kata REGISTER!
maka akan keluar halaman Registration almost completed. What next!

Sekarang silahkan chek email masuk dari FBS di inbox atau kotak spam email yang digunakan untuk daftar tadi. Klik tulisan hijau follow the link

maka akan keluar halaman Last step: Mobil phone confirmation,lihat gambar dibawah!

 1.Receive an SMS with a code.
Ketik nomer HP di kotak Mobile phone number.
Ketik kata verifikasi sasen dikotak diatasnya kata send.
Kemudian klik kata Send,maka akan keluar halaman seperti ini:

maka dalam beberapa detik kemudian akan ada sms ke nomer HP anda dari FBS yang berisi 8 digit code angka.
Masukkan 8 digit code angka tsb di
2.Enter the SMS code dikotak Code from the SMS.
Lihat lagi gambar diatas!
Klik kata Submite,maka akan keluar halaman Registration is successfully finished

Catat semua data diatas atau data tsb anda simpan difile komputer.

kemudian verifikasi akun anda agar dapat $5 lalu depositkan dana ke akun anda agar mendapat free signal ( sesuai dengan deposit )

Catatan :
minimal pengiriman Rebate ke akun FBS anda adalah $1 dan minimal pengiriman ke akun Libertyreserve $1



- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -