Popular Post

Stiglitz: Terlalu Dini Stimulus the Fed Dikurangi

By : Unknown
Strategydesk – Ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz mengatakan terlalu dini bagi the Fed untuk mengurangi stimulus moneternya meski ada pertanda ekonomi AS membaik.“Itulah satu-satunya stimulus,” kata Profesor Universitas Columbia itu dalam wawancara di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Yordania Jumat lalu. “Jelas ekonomi belum kembali normal, dan menerimanya sebagai kondisi normal adalah salah.”
Saham AS jatuh dan obligasi merosot setelah pasar keuangan menginterpretasikan pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke dan FOMC Minutes sebagai indikasi program pembelian aset bakal dikurangi. Padahal Bernanke mengatakan program pembelian bisa saja dikurangi kalau ekonomi terus membaik, namun pengetatan dini berbahaya bagi pemulihan.
Akhir-akhir ini, sebagian besar data ekonomi China menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi. Data Jumat lalu menunjukkan durable goods orders naik 3,3% selama April, lebih besar dari prediksi 1,5%. Data ini menjadi pertanda pertumbuhan akan semakin membaik di kuartal kedua.  Meski demikian, para pengamat melihat diperlukan waktu agar pertumbuhan bisa kembali ke level pra-krisis.
Stiglitz, yang juga mantan ekonom Bank Dunia, mengatakan faktor yang membuat perdebatan mengenai stimulus the Fed adalah sedikitnya bukti bahwa (stimulus) itu bermanfaat bagi ekonomi. Stimulus itu lebih terlihat menyebabkan penggelembungan harga aset dan pelemahan dollar, yang membantu ekspor AS.
Tag : ,

Perkiraan market pekan depan

By : Unknown
AUDUSD
  masih terus tergerus sentimen bearish selama tiga pekan berturut turut.  Jika kita ingat tiga pekan lalu AUDUSD masih berada di area 1.0300 namun saat ini sudah jauh jatuh menyentuh harga terendah pada angka 0.9592.   AUDUSD sempat menunjukan pemulihan yang kelihatannya dapat membalikan keadaan pada hari kamis lalu.  Namun ternyata dengan cepat juga AUDUSD kembali turun pada hari Jumat.  Selain melanjutkan bear nya secara teknikal, AUD juga terbebani dengan memburuknya manufaktur partner dagang terbesarnya, China.  Indeks Manufaktur China turun dibawah angka 50 ke level 49.6 setelah sebelumnya di prediksi akan meningkat sebesar 50.5.  Penurunan terendah dalam 7 bulan terakhir ini menambah kekhawatiran akan melemahnya ekspor Australia yang menjadi andalan perekonomian Australia.  Dari segi sentiment konsumer Australia juga cukup mengecewakan dimana untuk pertama kalinya sejak 2012 indeks indeks ini bergerak dibawah level 100 mencapai level 97.6 pada bulan Mei ini.  Ini menandakan semakin pesimisnya konsumen Australia melihat keadaan perekonomian saat ini.  Namun demikian kali ini ada yang unik terhadap pergerakan AUDUSD.  Apakah dengan keadaan ini AUDUSD dapat melakukan rebound kenaikannya? 
Ada hal yang unik yang kami perhatikan terjadi saat ini pada AUDUSD.  Pada tahun 2012, AUDUSD pun mengalami penurunan yang sama dasyatnya selama berminggu-minggu pada pertengahan tahun dimana pada tanggal 01 Juni, pair AUDUSD menyentuh level terendahnya pada harga 0.9579.  Namun demikian setelah kelihatannya akan terus kembali tergerus kebawah, AUDUSD ternyata secara mengejutkan beberapa hari kemudian AUDUSD melakukan rebound keatas.  Perjalanan koreksi AUDUSD ternyata disambut baik oleh pihak investor dan trader yang akhirnya menjadikan rally buy panjang selama 10 minggu berturut-turut sebelum akhirnya AUDUSD melakukan koreksi kebawah.  Hasilnya, AUDUSD mencapai ke level tertinggi pada harga 1.0612 pada tahun tersebut.  Jika kita perhatikan pada chart maka yang terjadi saat ini mirip dengan tahun 2012.  Menjelang Juni 2013, AUDUSD selama berminggu-minggu turun dan pada pekan lalu mencapai titik terendahnya pada angka 0.9592, hanya kurang 13 poin dari titik terendah tahun 2012. 
Saat ini AUDUSD ada di persimpangan jalan antara melanjutkan penurunannya atau melakukan rebound.  Namun dapat dilihat bahwa secara historis AUDUSD mempunyai kejadian yang sama yang patut untuk menjadi perhatian.  Apakah kali ini AUDUSD akan juga mengikuti rebound yang terjadi pada tahun 2012?  Kemungkinan itu selalu ada mengingat bahwa banyak pihak senang melakukan buy terhadap AUDUSD dikarenakan perbedaan suku bunga yang dapat menjadikan sumber panghasilan sendiri.  Apa yang penting untuk diperhatikan? Perhatikan pergerakan terhadap harga 0.9579.  Jika tidak mampu menembus secara konsisten, maka potensi rebound akan muncul dan bisa jadi sejarah mengulang kembali seperti rally bullish di tahun 2012.  Namun jika ternyata terjadi penembusan support 0.9579 dan secara konsisten bergerak dibawah harga tersebut, maka AUDUSD akan terus jatuh lebih jauh lagi.  Jika kejatuhan ini berlanjut, maka AUDUSD masih berpotensi untuk dapat mencapai harga 0.9400 - 0.9385 dimana kisaran ini sudah hampir 2 tahun tidak pernah ada.

EURUSD
Setelah terjembab sejak 3 pekan sebelumnya, EURUSD pekan lalu   mulai menunjukan tanda-tanda kenaikan.  Euro berangkat dari level terendahnya pada harga 1.2818 dan sempat mencapai harga tertinggi pada angka 1.2996 setelah data-data ekonomi menunjukan perbaikan pada pekan ini.  Data-data Manufacturing PMI yang datang dari Perancis, Jerman dan zona Euro secara keseluruhan menunjukan pertumbuhan yang sehat yang diikuti dengan data Service PMI dari Zona Euro secara keseluruhan yang juga membaik.  Namun demikian pencapaian pekan lalu masih belum membuat Euro berada diatas angin.  Pada penutupan pasar hari Jumat kemarin EURUSD kembali turun biarpun data Ifo Jerman menunjukan kenaikan, dimana EURUSD akhirnya ditutup pada harga 1.2933.  Secara jangka menengah Euro masih terbebani dengan keinginan ECB untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter mereka menurut pejabat ECB, Peter Praet.  ECB tengah terus mengkaji beberapa kemungkinan langkah tahapan berikutnya yang dapat mendorong lebih banyak lagi penyaluran kredit di Zona Euro sebagai langkah untuk menghadapi resiko deflasi.
Posisi kami bagi EURUSD untuk pekan depan adalah Netral.  Kendati mengalami kenaikan pada pekan lalu namun EURUSD masih gagal menembus tingkat resistance penting.  Harga 1.3000 sampai saat ini masih menjadi resistance kuat yang menahan EURUSD masih di dalam koridor bearish secara teknikal.  Kurangnya fundamental pendukung membuat EURUSD cenderung bergerak menuju konsolidasi.  Untuk melanjutkan bullishnya ada beberapa resistance yang harus dilalui.  Resistance petama adalah 1.3000 yang jika berhasil ditembus akan segera menemui resistance kuat pada kisaran harga 1.3035 - 1.3050.  Penembusan kuat dan konsisten diatas tingkat-tingkat resistance ini penting dilakukan dengan segera.  Jika gagal maka, EURUSD akan kembali mengikuti teknikal mingguannya yang masih menuju kebawah meneruskan penurunan mingguannya.
GBPUSD
Pound lagi-lagi jatuh untuk pekan ke-3 berturut-turut terhadap mata uang USD.  GBPUSD kembali ambruk dari level tertingginya pada harga 1.5280 dan turun mencapai titik terendahnya pada harga 1.5013.  GBPUSD hampir saja menembus support psikologis di 1.5000 namun pada 2 hari menjelang penutupan pasar melakukan rebound keatas dan ditutup pada harga 1.5125.  Inggris yang baru-baru ini hampir saja masuk kedalam triple dip recession sekarang kembali dihampiri kekhawatiran oleh karena buruknya performa data-data ekonomi yang dilaporkan.  Pekan lalu serentetan data ekonomi dilaporkan memburuk.  Data CPI turun dari 2.8% ke 2.4%, data retail turun dari -0.6% ke -1.3%, data PPI Input turun dari 0.1% ke -2.3%, data RPI turun dari 3.3% ke 2.9%, data CBI Industrial Order turun dari -25 ke -20 dan masih beberapa data ekonomi lainnya yang turun.  Melihat performa yang seperti ini menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi investor dan trader yang masih lebih memilih untuk melakukan sell terhadap pound.
Posisi kami bagi GBPUSD bagi pekan depan adalah Bearish.  Momentum bearish masih menyelimuti GBPUSD.  Secara sentimen teknikal yang juga disertai fakta bahwa data-data ekonomi yang dapat menjerumuskan Inggris kepada resesi masih membebani GBPUSD.  Pekan depan relatif sepi data ekonomi yang dapat menjadi katalis untuk membalikan keadaan sehingga secara teknikal maka GBPUSD diperkirakan akan kembali turun.  Untuk saat ini potensi rebound masih dapat mencapai tingkat resistance pada kisaran harga 1.5185 - 1.5200 dan jika gagal melakukan penembusan signifikan yang konsisten maka GBPUSD akan menuju kepada support psikologis pada harga 1.5000.  Penembusan 1.5000 akan kembali memicu sell menuju penurunan lebih besar lagi kebawah.
XAUUSD
XAUUSD dimulai turun pada awal perdagangan pekan lalu mencapai titik terendah pada harga $1338.00 namun kemudian Gold melakukan rebound dan mencapai titik tertinggi pada harga diatas $1400.00 yaitu $1413.50.  Ini adalah kenaikan Gold terbesar dalam satu bulan sebesar 1.5%.  Dengan fakta ini apakah kemudian Gold akan kembali memulai kenaikannya mulai pekan depan?  Apalagi setelah berita dari Federal Reserve yang masih belum memangkas dana bantuan Quantitative Easing 3 yang menurut wacana pertengahan tahun akan dipangkas.  Kami melihat Gold untuk tidak secepat itu akan berbalik arah menjadi bullish.  Dilihat dari pergerakannya secara teknikal, penembusan harga $1400.00 ke harga tertinggi minggu lalu yaitu $1413.50 dapat dilihat hanya terjadi selama 15 menit.  Dimana setelah itu XAUUSD kembali turun dan kahirnya masih ditutup dibawah $1400.00 yaitu pada harga closing $1383.80.  Ini menandakan tidak adanya pendukung bullish yang kuat untuk saat ini ditambah lagi dengan pergerakan XAUUSD yang masih bimbang sepanjang perdagangan membuat XAUUSD masih beresiko untuk kembali turun.
Posisi kami bagi XAUUSD adalah Bearish.  Secara jangka menengah  XAUUSD masih terlihat akan dalam sentimen bearish.  Resistance untuk minggu depan ada pada titik tertinggi XAUUSD pada harga $1413.50 dan setelah itu resistance paling dekat yang akan ditemui yaitu pada harga $1422.00.  Pada tingkat support akan ditemui pada area $1470 dimana XAUUSD terpantau beberapa lama bergerak pada area ini dan beresiko untuk melanjutkan penurunannya ke support pada harga $1353.  Support penting ada pada titik terendah pekan lalu pada harga $1338.00 dimana jika penembusan ini dapat terjadi maka XAUUSD akan turun dan berusaha menembus harga $1421.00


Tag : ,

Penjualan Indeks Saham Memperkuat Nilai Mata Uang Yen

By : Kang Rois

Dari Tokyo dilaporkan, Menteri Perekonomian Jepang menyatakan bahwa kejadian panic selling pada indeks saham Jepang  tidak berarti sebuah kehancuran, melainkan hanya koreksi akibat kenaikan indeks saham Nikkei Jepang sebelumnya yang terjadi terlampau cepat dibanding ekspektasi sementara laju ekonomi masih stabil mengalami pemulihan.
Seperti dikutip dari Monexnews, Kamis (25/5/2013), Amari keluarkan pernyataan setelah indeks Topix Jepang anjlok 6.9%, kejatuhan terparah sejak tsunami Maret 2011. Fluktuasi liar tersebut juga menular pada pasar obligasi, dengan kenaikan yield tenor 10-tahun ke level tertinggi dalam setahun terakhir sehingga memaksa bank sentral menyuntik likuiditas sebesar 2 trilyun Yen.
Menurut Amari, bank sentral Jepang (BoJ) akan menjaga komunikasi yang erat dengan para pelaku pasar keuangan, dengan mengajak meeting pada 29 Mei nanti untuk mendiskusikan pergerakan market akhir-akhir ini.
Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda menyatakan kemarin bahwa fluktuasi yang terjadi pada pasar obligasi Jepang belum mempengaruhi arah ekonomi Jepang.

Diperdagangan sebelumnya, Yen melesat terhadap Dollar AS pasca kejatuhan saham yang dipicu data manufaktur China mendorong investor berbalik memburu mata uangsafe haven Jepang. 

Meskipun penurunan saham lebih lanjut masih berpotensi menekan Greenback versus Yen, sejumlah analis memperkirakan tren pelemahan Yen akan tetap terjaga seiring berlanjutnya pelonggaran agresif di Jepang dan prospek pengetatan kebijakan di AS. 

Tag : ,

EUR/USD Incar Area 1,2790

By : Admin
Resesi yang kini dialami oleh kawasan zona-euro  tampaknya dapat mendorong ECB untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut.

Di lain pihak, bertambahnya bukti akan pemulihan ekonomi AS membuat investor khawatir Federal Reserve akan mengurangi program pembelian obligasi. Fed's Bernanke kemarin mengatakan bank sentral akan mengurangi jumlah pembelian obligasi jika pemulihan ekonomi berkelanjutan.

FOMC meeting minutes yang baru dirilis juga menunjukan keinginan sejumlah petinggi bank sentral untuk mengurangi stimulus secepatnya pada pertemuan Juni.
 Peter Praet, anggota dewan moneter ECB, isyaratkan keinginan agar bank setral Eropa melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut.

"ECB dapat menggunakan instrumen kebijakan moneter jika diperlukan untuk memerangi resiko deflasi. Bank sentral tengah mengkaji berbagai kebijakan yang dapat mendorong penyaluran lebih banyak kredit di zona-euro," tutur Praet.

Investor kini menantikan serangkaian data manufaktur, dan jasa dari Perancis, Jerman, dan zona-euro yang akan dirilis mulai 14.00 WIB hingga 15.00 WIB untuk melihat kondisi ekonomi zona-euro. Jika data manufaktur dan jasa masih lemah maka ini dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dari ECB.

Euro mencatatkan pelemahan tipis di awal sesi Asia seiring berbedanya outlook kebijakan moneter yang akan diterapkan oleh ECB jika dibandingkan dengan Fed.
 Memasuki sesi perdagangan eropa, Kamis  (24/5/2013), Secara tekhnikal level kunci pasangan EUR/USD berada diarea 1,2875.

Selama harga diperdagangkan dibawah  area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi  melemah  dengan pelemahan  menuju area 1,2790.
Tag : ,

Pemerintahan obama dalam perdebatan plafon utang dan penurunan defisit

By : Admin
Financeroll~Kesepakatan antara anggota parlemen demokrat dan republik yang akan merombak sistem pajak, anggaran pengeluaran negara dan jaring pengaman anggaran belanja nampaknya mulai memudar.
Defisit pemerintah selama dekade berikutnya meringankan anggota parlemen dalam mengambil kebijakan. Perlu adanya reformasi radikal dalam menempatkan anggaran jangka panjang untuk lebih seimbang dan reformasi sistem pajak sederhana.
Kabar tentang penyusutan defisit dilaporkan saat Kantor Anggaran Kongres memangkas perkiraan defisit untuk tahun 2013, diproyeksikan setara dengan 4% dari output ekonomi, kurang dari setengah tingkat pada tahun 2009 dan akan turun menjadi 2,1%  pada tahun 2015.
Tetapi laporan ini mengatakan defisit akan mulai melebar lagi pada tahun 2016 dan melanjutkan dengan konsekuensi negatif yang serius terhadap perekonomian, meningkatkan risiko krisis fiskal.
Paul Ryan perwakilan dari partai republik, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan angka pengeluaran out-of-control parlemen, sebuah fakta bahwa proyeksi jangka panjang oleh CBO tetap suram.DPR telah memberitahukan dari pergeseran dalam dinamika fiskal sebelum laporan itu.
Obama berupaya mengalihkan perhatian dari kontroversi tersebut untuk mendapatkan kesepakatan anggaran. Dan anggota partainya sendiri berpendapat prospek defisit meningkatkan alasan untuk menolak pemotongan belanja.
Obama membuat sedikit kemajuan untuk mendukung pemotongan untuk tunjangan Jaminan Sosial masa depan, akan memiliki waktu yang sulit saat ini. Beberapa anggota demokrat liberal mengatakan mereka mendukung perluasan manfaat program bagi para penyandang cacat.
Laporan CBO menunjukkan bahwa utang pemerintah, yang meningkat pesat sejak tahun 2009 dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis utang yang melanda ekonomi AS, pada dasarnya akan stabil selama 10 tahun ke depan.
Jika AS mengalami resesi lain, yang bisa memukul pendapatan pajak, situasi bisa lebih buruk. Berdasarkan angka defisit baru, pemerintah perlu meminjam modal, mendorong kembali kemungkinan batas waktu pinjaman yang berakhir November.
Penurunan cepat dalam defisit  harus bisa mengurangi ketakutan masyarakat akan ketidakstabilan ekonomi, Tapi perdebatan atas plafon utang, sementara mengganggu perdagangan di Wall Street, telah men dorong kenaikan pajak pada orang kaya yang telah dijalankan dibulan Januari, dan pemotongan anggaran belanja, yang sedang diberlakukan sekarang.
Pemerintah menerima $ 1,6 triliun pada pajak dalam empat bulan pertama tahun ini, rekor tertinggi untuk periode ini. Pada bulan Maret dan April, ketika gelombang pemotongan anggaran pertama mulai berlaku, pengeluaran rata-rata tahunan lebih rendah dibandingkan pada periode yang sama tahun 2011. @RJs*
Tag : ,

Yen Masih Melemah, Bank Of Japan Akan Umumkan Hasil Pertemuanya

By : Admin
Dari Tokyo dilaporkan, Ekspor Jepang pada bulan April diprediksi naik untuk dua bulan berturut-turut, dipimpin oleh ekspor mobil dan pemintaan peralatan elektronik di Asia. 

Namun,  Departeman Keuangan Jepang juga akan menyoroti biaya yang ditimbulkan akibat pelemahan yen, dan Jepang diprediksi mencatat defisit selama 10 bulan berturut-turut pada bulan April. Ekonom memperkirakan kenaikan ekspor sebesar 5.9% pada bulan April.

Seperti dilansir monexnews, Defisit neraca perdagangan Jepang memburuk di bulan April seiring lebih tingginya pertumbuhan impor dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor.

Ini merupakan defisit untuk 10 bulan berurutan dan mencerminkan efek dari drastisnya pelemahan yen. Berlanjutnya pelemahan yen memang dapat meningkatkan ekspor namun juga akan mendongkrak impor produk energi yang sangat dibutuhkan oleh perekonomian Jepan.

Defisit mencapai -¥879,9 miliar; lebih buruk dari estimasi -¥621,1 miliar dan publikasi Maret -¥362,4 miliar. Ekspor mencatatkan pertumbuhan 3,8% untuk bulan April; lebih baik dari publikasi sebelumnya yang hanya naik 1,1%. Impor meningkat 9,4%; lebih tinggi dari publikasi Maret 5,5%.
Memburuknya kinerja ekspor tentunya akan memberikan dukungan bagi Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengaktifkan kembali program energi nuklir Jepang.

Mayoritas pembangkit listrik nuklir Jepang kini tidak berfungsi pasca tragedi Fukushima yang telah membuat masyarakat Jepang khawatir dengan keselamatan. Jika semua pembangkit listrik dapat diaktifkan kembali maka ini tentunya dapat mengurangi ketergantungan energi Jepang.
Menteri ekonomi Jepang berharap nilai tukar akan stabil di level yang dapat menyeimbangi akan dampak terhadap ekspor dan impor.

"Saya berharap nilai tukar akan stabil di level yang dapat menopang perekonomian Jepang," tutur Menteri Ekonomi Akira Amari. "Saya berharap pasar akan menemukan nilai tukar yang dapat menyeimbangkan efek yang dihasilkan terhadap ekspor dan impor." Ketika ditanya atas komentarnya mengenai penguatan yen yang telah dikoreksi sebagian besar, Amari hanya mengatakan,"Saya tidak akan berkomentar apakah yen telah menyelesaikan proses koreksi, atuap dimana level koreksi yang sesuai." 

Komentar Amari muncul setelah USD/JPY menembus level 103 untuk pertama kalinya dalam 4 tahun pada hari Jumat. Dengan nilai tukar yen yang kini berada dekat level sebelum krisis maka muncul kekhawatiran akan dampak yang bisa terjadi jika nilai tukar terus melemah. Walaupun pelemahan yen dapat berdampak positif terhadap laba eksportir namun ini juga meningkatkan biaya impor.

Hari Rabu ini , BOJ akan mengumumkan hasil rapat mereka. Para ekonom tidak mengaharapkan perubahan kebijakan yang signifikan setelah bulan lalu BOJ mengumumkan langkah-langkah radikal untuk membantu menghidupkan kembali perekomomian dan mengakhiri deflasi selama dua dekade.
Tag : ,

Inflansi Inggri Alami Perlambatan

By : Admin
Laporan terbaru menunjukan, Inflasi Inggris melambat lebih dari perkiraan ekonom pada April 2013, ke level terendah dalam tujuh bulan.

Seperti dilansir dari Bloomberg dan Sindonews, Selasa (21/5/2013), Kantor Statistik Nasional Inggris, ONS melaporkan harga konsumen naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan 2,8 persen pada Maret. Sementara perkiraan median dari 35 ekonom yang disurvei Bloomberg News mencatat perlambatan 2,6 persen.

Inflasi inti didinginkan, di mana harga pabrik meningkat menjadi 1,1 persen, setidaknya sejak September 2009.

Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE) menurunkan proyeksi inflasi pada pekan lalu, dan menyatakan pertumbuhan harga dapat mencapai target 2 persen lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Bank sentral juga menaikkan proyeksi pertumbuhan, melalui program pembelian obligasi sebesar 375 miliar pounds (USD572 miliar) pada bulan ini. Pembacaan keputusan akan diterbitkan besok, menunjukkan apakah Gubernur BoE, Mervyn King akan melanjutkan upayanya untuk meningkatkan stimulus atau tidak.

"Kemungkinan saat ini, selama puncak musim panas akan menjadi sekitar 3 persen dibandingkan 3,5 persen, terutama disebabkan pelunakan keseluruhan ditandai minyak," kata Howard Archer, ekonom IHS Global Insight, London.

Sementara Peter Frank, kepala strategi mata uang global pada Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA (BBVA) di London megatakan, "Inflasi yang melemah jelas berdampak negatif terhadap Sterling, karena akan memperbesar peluang untuk penambahan stimulus moneter lebih lanjut. Meskipun bukan kejatuhan besar, angka tersebut cukup lemah sebelum rilis minutes yang krusial. Itu memperkuat pengambilan keputusan investor untuk menjual Sterling."
Tag : ,

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -