Nowotny: Bunga Negatif Belum Perlu Sekarang
By : Admin
Strategydesk – Kecil kemungkinan ECB menerapkan bunga simpanan negatif
dalam waktu dekat, menurut salah satu pejabatnya, Ewald Nowotny.Presiden ECB Mario Draghi mengatakan ECB “secara teknis” siap
memangkas bunga simpanan dari nol ke teritori negatif. Dalam jumpa pers,
Draghi mengisyaratkan pihaknya bisa saja mengambil langkah radikal
dengan menerapkan suku bunga negatif, yang berarti mengenakan biaya pada
bank komersial yang menyimpan dana di bank sentral itu.
“Pasar salah interpretasi hasil rapat kemarin,” kata Nowotny kepada wartawan di Bratislava. “Memang itu salah dari banyak opsi. Tapi bukanlah opsi yang perlu ditempuh dalam waktu dekat, diperlukan banyak apsek yang perlu dipertimbangkan, seperti efek samping dan psikologisnya,” katanya. “Jadi, ini tidak mungkin diterapkan dalam waktu dekat.”
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan pihaknya berniat memberlakukan bunga rendah untuk waktu yang lama. “Apa yang bisa kami lakukan adalah melancarkan likuiditas. Kami juga berharap bisa menjaga suku bunga rendah untuk waktu yang lama agar menyediakan ketenangan ke investor. Tapi ECB tidak bisa menciptakan pertumbuhan sendirian,” ujarnya.
“Pasar salah interpretasi hasil rapat kemarin,” kata Nowotny kepada wartawan di Bratislava. “Memang itu salah dari banyak opsi. Tapi bukanlah opsi yang perlu ditempuh dalam waktu dekat, diperlukan banyak apsek yang perlu dipertimbangkan, seperti efek samping dan psikologisnya,” katanya. “Jadi, ini tidak mungkin diterapkan dalam waktu dekat.”
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan pihaknya berniat memberlakukan bunga rendah untuk waktu yang lama. “Apa yang bisa kami lakukan adalah melancarkan likuiditas. Kami juga berharap bisa menjaga suku bunga rendah untuk waktu yang lama agar menyediakan ketenangan ke investor. Tapi ECB tidak bisa menciptakan pertumbuhan sendirian,” ujarnya.
Tag :
news,
Ternyata, Tidak Semua Sepakat Dengan Tingkat Suku Bunga ECB
By : AdminAkhirnya Tingkat suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) dipangkas untuk pertama kalinya dalam 10 bulan terakhir .
Bank Sentral berjanji untuk menyediakan sebanyak mungkin likuiditas ke bank-bank zona euro baik tahun depan untuk membantu perusahaan kecil mendapatkan akses pinjaman dan melawan inflasi.
ECB menurunkan suku bunga utamanya seperempat poin persentase ke rekor rendah yakni 0,50 persen yang dimaksudkan untuk merespon penurunan inflasi kawasan euro yang jauh di bawah tingkat target.
ECB berniat untuk membebaskan ekonomi dengan melawan tajamnya penurunan inflasi. Sementara data ekonomi yang memburuk selama beberapa minggu terakhir sejak Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank siap berdiri untuk bertindak apabila diperlukan untuk meningkatkan prospek pertumbuhan.
Pengangguran yang mencapai rekor tertinggi pada bulan april, dan inflasi yang mengalami penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari empat tahun, menjadi 1,2 persen, jauh di bawah target bank dari 2 persen.
Sehingga angka-angka itu menyulutkan perlunya dilakukan pemotongan suku bunga. Pasar tengah menunggu Draghi untuk melakukan konferensi pers untuk mengetahu detil tentang langkah-langkah yang akan dilakukan oleh ECB sekaligus untuk mengetahui apakah ada langlah tambahan non konvesional yang diprogramkan ECB.
Dampak ekonomi sehubungan dengan dipangkasnya suku bunga tersebut juga masih menjadi pertanyaan, dan tidak semua orang sepakat akan adanya penurunan tingkat suku bunga.
Kanselir Angela Merkel sebelumnya mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga sebaiknya diberlakukan hanya untuk Jerman saja, bukan untuk seluruh kawasan Uni Eropa.
Bank Sentral berjanji untuk menyediakan sebanyak mungkin likuiditas ke bank-bank zona euro baik tahun depan untuk membantu perusahaan kecil mendapatkan akses pinjaman dan melawan inflasi.
ECB menurunkan suku bunga utamanya seperempat poin persentase ke rekor rendah yakni 0,50 persen yang dimaksudkan untuk merespon penurunan inflasi kawasan euro yang jauh di bawah tingkat target.
ECB berniat untuk membebaskan ekonomi dengan melawan tajamnya penurunan inflasi. Sementara data ekonomi yang memburuk selama beberapa minggu terakhir sejak Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bank siap berdiri untuk bertindak apabila diperlukan untuk meningkatkan prospek pertumbuhan.
Pengangguran yang mencapai rekor tertinggi pada bulan april, dan inflasi yang mengalami penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari empat tahun, menjadi 1,2 persen, jauh di bawah target bank dari 2 persen.
Sehingga angka-angka itu menyulutkan perlunya dilakukan pemotongan suku bunga. Pasar tengah menunggu Draghi untuk melakukan konferensi pers untuk mengetahu detil tentang langkah-langkah yang akan dilakukan oleh ECB sekaligus untuk mengetahui apakah ada langlah tambahan non konvesional yang diprogramkan ECB.
Dampak ekonomi sehubungan dengan dipangkasnya suku bunga tersebut juga masih menjadi pertanyaan, dan tidak semua orang sepakat akan adanya penurunan tingkat suku bunga.
Kanselir Angela Merkel sebelumnya mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga sebaiknya diberlakukan hanya untuk Jerman saja, bukan untuk seluruh kawasan Uni Eropa.
Tag :
news,
Sterling Melemah Sekalipun Data Inggris Alami Pertumbuhan
By : Admin
Sterling diperdagangkan melemah versus dollar AS, sekalipun
data output sektor konstruksi Inggris hampir kembali bertumbuh pada
bulan April, menurut survey hari Kamis (2/5/2013).
Performa terbaik dalam 6 bulan untuk sebuah sektor yang menjadi beban utama pertumbuhan ekonomi. Indeks PMI konstruksi oleh Markit/CIPS naik menjadi 49.4, sedikit di bawah level 50 yang memisahkan pertumbuhan dan kontraksi namun berada jauh di atas perkiraan sebesar 48.0.Sementara George Osborne kemarin kamis (2/5/2013) memperingatkan bahwa pelarangan yang dilakukan oleh pemberi pinjaman bisa menggagalkan ekonomi yang rapuh.
Kanselir mengatakan Komite Kebijakan Keuangan yang dibentuk untuk mengawasi sistem perbankan, harus mempertimbangkan 'dampak dari tindakan terhadap pemulihan ekonomi jangka pendek'.
Dia menambahkan ada ‘short-term trade-offs’ antara menangani risiko dalam sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Gubernur Bank Sir Mervyn King, Osborne mengeritik FPC (Financial Policy Committee ) yang menahan modal lebih banyak, dan mengurangi jumlah peminjaman, demikian laporan yang dimuat media dailymail.co.uk.
Dalam pidato Akhir Kelompok Mile dari Queen Mary, University of London, Ben Broadbent menjelaskan mengapa sering terjadi "kesalahan" dalam prakiraan ekonomi, Menurutnya bahwa para analis / ekonom harus sadar akan keterbatasannya , Menurut ben Broadbent , para analis sering mengeluarkan statemen dengan melihat kesalahan kesalahan yang dilakukan pemerintah
Tim Moore, ekonom senior pada Markit, mengatakan bahwa sektor konstruksi nampaknya terdorong oleh pengerjaan susulan setelah sempat tertunda oleh cuaca dingin pada awal tahun. Secara keseluruhan survey menunjukkan indikasi awal bahwa sektor konstruksi tidak lagi membebani GDP Inggris untuk kuartal kedua tahun 2013.
Performa terbaik dalam 6 bulan untuk sebuah sektor yang menjadi beban utama pertumbuhan ekonomi. Indeks PMI konstruksi oleh Markit/CIPS naik menjadi 49.4, sedikit di bawah level 50 yang memisahkan pertumbuhan dan kontraksi namun berada jauh di atas perkiraan sebesar 48.0.Sementara George Osborne kemarin kamis (2/5/2013) memperingatkan bahwa pelarangan yang dilakukan oleh pemberi pinjaman bisa menggagalkan ekonomi yang rapuh.
Kanselir mengatakan Komite Kebijakan Keuangan yang dibentuk untuk mengawasi sistem perbankan, harus mempertimbangkan 'dampak dari tindakan terhadap pemulihan ekonomi jangka pendek'.
Dia menambahkan ada ‘short-term trade-offs’ antara menangani risiko dalam sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Gubernur Bank Sir Mervyn King, Osborne mengeritik FPC (Financial Policy Committee ) yang menahan modal lebih banyak, dan mengurangi jumlah peminjaman, demikian laporan yang dimuat media dailymail.co.uk.
Dalam pidato Akhir Kelompok Mile dari Queen Mary, University of London, Ben Broadbent menjelaskan mengapa sering terjadi "kesalahan" dalam prakiraan ekonomi, Menurutnya bahwa para analis / ekonom harus sadar akan keterbatasannya , Menurut ben Broadbent , para analis sering mengeluarkan statemen dengan melihat kesalahan kesalahan yang dilakukan pemerintah
Tim Moore, ekonom senior pada Markit, mengatakan bahwa sektor konstruksi nampaknya terdorong oleh pengerjaan susulan setelah sempat tertunda oleh cuaca dingin pada awal tahun. Secara keseluruhan survey menunjukkan indikasi awal bahwa sektor konstruksi tidak lagi membebani GDP Inggris untuk kuartal kedua tahun 2013.
Tag :
news,
The Fed Akan Terus Lakukan Pembelian Sekuritas Obligasi
By : Admin Badan Cadangan Federal (The Fed) pimpinan Ben Bernanke tampkanya
akan meneruskan kebijakan moneter ultra-akomodatifnya. Pelonggaran
kuantitatif (QE) dan suku bunga acuan sangat rendahnya akan teruskan
dilakukan untuk mendukung aktivitas pasar, sebagai usaha mendongkrak
ekonomi yang lamban dan mengurangi tingkat pengangguran tetap tinggi.
Sebagaimana dikutip analisadaily Jum’at (3/5/2013), Sebagaimana yang diperkirakan, Fed akan terus membeli $40 miliar per bulan sekuritas dalam usaha mempertahankan, dan mendorong turunnya suku bunga guna mendukung kebijakan moneter.
Dalam statement-nya, para anggota FOMC mengemukakan tentang adanya ekspansi "moderat" dalam kegiatan ekonomi. kendati lamban, tampak terjadi perbaikan dalam kondisi pasar perburuhan.
Sementara Bernanke tidak memberikan sesuatu referensi tentang tekanan disinflasioner yang agaknya sudah berakhir dalam beberapa bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan di Washington.
Selain mengatakan akan terus mempertahankan suku bunga acuannya yang rendah hingga tingkat pengangguran bisa di bawah 6,5% dan inflasi tetap di bawah 2,5%, FOMC menghadapi satu perbedaan pendapat. Setelah Thomas Hoenig, Ketua Fed Kansas Esther George memperingatkan bahwa pelonggaran kuantitatif ketiga (QE3) dan suku bunga ultra-rendah bisa menyebabkan lebih tingginya inflasi dari yang diharapkan.
Laporan terbaru dari AS menunjukan, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) turun lebih dari yang diperkirakan pada Maret 2013, di mana nilai impor mencatat penurunan sejak 2009, tanda terbaru dari perlambatan permintaan domestik.
Dilansir dari Reuters dan Sindonews, Kamis (2/5/2013), Departemen Perdagangan AS mengatakan, kesenjangan perdagangan menyempit 11,0 persen menjadi USD38,8 miliar, sebagai penyempitan kedua sejak Januari 2010. Sementara kekurangan neraca perdagangan pada Februari direvisi menjadi USD43,6 miliar dari laporan sebelumnya USD43,0 miliar.
Ekonom yang disurvei Reuters telah memperkirakan defisit perdagangan akan turun menjadi USD42,0 miliar pada Maret. Sementara defisit perdagangan disesuaikan dengan inflasi menyempit menjadi USD44,4 miliar dari USD47,8 miliar pada Februari.
Perdagangan membebani pertumbuhan kuartal pertama, memotong setengah persentase poin dari produk domestik bruto (PDB).
Ekonomi tumbuh pada tingkat tahunan 2,5 persen dalam tiga bulan pertama 2013, dan lebih kecil dari perkiraan defisit perdagangan dapat menyebabkan pemerintah merevisi lebih tinggi perkiraan tersebut.
Semakin kecil kesenjangan perdagangan pada Februari mencerminkan penurunan 2,8 persen pada impor barang dan jasa sebesar USD223,1 miliar. Penurunan persentase ini adalah yang terbesar sejak Februari 2009.
Penurunan impor barang secara luas, menambah tanda-tanda permintaan domestik melamban ditandai penjualan ritel dan data manufaktur yang lemah.
Pada Maret, ekspor barang dan jasa tergelincir 0,9 persen menjadi USD184,3 miliar. Ekspor telah menjadi salah satu titik terang dalam perekonomian, tetapi menjadi berkerut oleh pelambatan ekonomi global, yang menyakiti sektor manufaktur.
Ekspor AS ke 27 negara Uni Eropa naik 14,4 persen pada Maret menjadi USD 22,9 miliar. Namun, ekspor ke Uni Eropa dalam tiga bulan pertama 2013 turun 8,0 persen dibandingkan periode yang sama 2012.
Ekspor ke China, telah tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun-tahun terakhir, naik 1,4 persen pada Maret. Di mana China telah menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk barang-barang AS, dan ekspor ke negara itu naik 4,3 persen pada tiga bulan pertama 2013.
Sebagaimana dikutip analisadaily Jum’at (3/5/2013), Sebagaimana yang diperkirakan, Fed akan terus membeli $40 miliar per bulan sekuritas dalam usaha mempertahankan, dan mendorong turunnya suku bunga guna mendukung kebijakan moneter.
Dalam statement-nya, para anggota FOMC mengemukakan tentang adanya ekspansi "moderat" dalam kegiatan ekonomi. kendati lamban, tampak terjadi perbaikan dalam kondisi pasar perburuhan.
Sementara Bernanke tidak memberikan sesuatu referensi tentang tekanan disinflasioner yang agaknya sudah berakhir dalam beberapa bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan di Washington.
Selain mengatakan akan terus mempertahankan suku bunga acuannya yang rendah hingga tingkat pengangguran bisa di bawah 6,5% dan inflasi tetap di bawah 2,5%, FOMC menghadapi satu perbedaan pendapat. Setelah Thomas Hoenig, Ketua Fed Kansas Esther George memperingatkan bahwa pelonggaran kuantitatif ketiga (QE3) dan suku bunga ultra-rendah bisa menyebabkan lebih tingginya inflasi dari yang diharapkan.
Laporan terbaru dari AS menunjukan, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) turun lebih dari yang diperkirakan pada Maret 2013, di mana nilai impor mencatat penurunan sejak 2009, tanda terbaru dari perlambatan permintaan domestik.
Dilansir dari Reuters dan Sindonews, Kamis (2/5/2013), Departemen Perdagangan AS mengatakan, kesenjangan perdagangan menyempit 11,0 persen menjadi USD38,8 miliar, sebagai penyempitan kedua sejak Januari 2010. Sementara kekurangan neraca perdagangan pada Februari direvisi menjadi USD43,6 miliar dari laporan sebelumnya USD43,0 miliar.
Ekonom yang disurvei Reuters telah memperkirakan defisit perdagangan akan turun menjadi USD42,0 miliar pada Maret. Sementara defisit perdagangan disesuaikan dengan inflasi menyempit menjadi USD44,4 miliar dari USD47,8 miliar pada Februari.
Perdagangan membebani pertumbuhan kuartal pertama, memotong setengah persentase poin dari produk domestik bruto (PDB).
Ekonomi tumbuh pada tingkat tahunan 2,5 persen dalam tiga bulan pertama 2013, dan lebih kecil dari perkiraan defisit perdagangan dapat menyebabkan pemerintah merevisi lebih tinggi perkiraan tersebut.
Semakin kecil kesenjangan perdagangan pada Februari mencerminkan penurunan 2,8 persen pada impor barang dan jasa sebesar USD223,1 miliar. Penurunan persentase ini adalah yang terbesar sejak Februari 2009.
Penurunan impor barang secara luas, menambah tanda-tanda permintaan domestik melamban ditandai penjualan ritel dan data manufaktur yang lemah.
Pada Maret, ekspor barang dan jasa tergelincir 0,9 persen menjadi USD184,3 miliar. Ekspor telah menjadi salah satu titik terang dalam perekonomian, tetapi menjadi berkerut oleh pelambatan ekonomi global, yang menyakiti sektor manufaktur.
Ekspor AS ke 27 negara Uni Eropa naik 14,4 persen pada Maret menjadi USD 22,9 miliar. Namun, ekspor ke Uni Eropa dalam tiga bulan pertama 2013 turun 8,0 persen dibandingkan periode yang sama 2012.
Ekspor ke China, telah tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun-tahun terakhir, naik 1,4 persen pada Maret. Di mana China telah menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk barang-barang AS, dan ekspor ke negara itu naik 4,3 persen pada tiga bulan pertama 2013.
Tag :
news,
Pengguran Eropa Berada Pada Rekor Terbaru, ECB Siap Pangkas Suku Bunga ?
By : AdminTingkat pengangguran zona euro berada pada rekor baru , sementara
inflasi yang terjadi dikawasan ini menimbulkan depresi ekonomi
sehingga kemungkinan besar Bank Sentral Eropa akan memangkas suku
bunga.
Tingkat inflasi di 17 negara pengguna valuta Euro turun turun signifikan di bulan April ke titik terendah dalam empat tahun terakhir. Inflasi anjlok menjadi 1.2% atau jauh di bawah catatan satu bulan sebelumnya yang sebesar 1.7%.
Di saat yang sama laporan tenaga kerja bulan Maret memperlihatkan bahwa jumlah pengangguran sudah sampai pada level memprihatinkan, yakni 12% atau setara 19.2 juta jiwa. Angka tersebut 1.7 juta orang lebih banyak dibandingkan satu tahun lalu.
Pengangguran remaja bahkan sudah menembus 24% atau 3.6 juta orang di bawah usia 25 tahun tengah berjuang mencari pekerjaan. Yunani dan Spanyol bahkan memiliki warga usia muda tanpa pekerjaan terbanyak di Eropa, dengan rasio pengangguran lebih dari separuh warga remaja.
Pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh ECB akan memiliki dampak minimal pada ekonomi riil, meskipun hal itu akan menjadi berita utama penurunan pertama sejak Juli 2011.
Sementaraq bersamaa dengan ini dilaporkan, pejabat Uni Eropa sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melindungi deposan kecil jika terjadi kebangkrutan perbankan, menurut laporan Reuters.
RUU tersebut akan membuat deposan sebagai korban terakhir yang harus ikut berkontribusi jika suatu bank memerlukan penyuntikan modal. Deposan yang nilai tabungannya kurang dari €100.000 akan dilindungi; namun deposan yang nilai tabungannya melebihi jumlah tersebut masih mungkin akan diminta turut berkontribusi.
Uni Eropa sepertinya ingin menghindari kasus Cyprus yang sempat membuat panik sektor keuangan setelah sempat mewajibkan semua deposan untuk turut berkontribusi atas rekapitalisasi sektor perbankan. RUU tersebut juga dapat isyaratkan deposan akan menjadi salah satu kontibutor jika krisis perbankan menimpa anggota zona-euro lainnya.
Dengan melindungi deposan kecil, Eropa sepertinya ingin menghindari ambruknya sistem perbankan jika krisis memburuk. RUU ini diharapkan bisa difinalisasi sebelum serikat perbankan Uni Eropa diaktifkan pada awal tahun 2015.
Tingkat inflasi di 17 negara pengguna valuta Euro turun turun signifikan di bulan April ke titik terendah dalam empat tahun terakhir. Inflasi anjlok menjadi 1.2% atau jauh di bawah catatan satu bulan sebelumnya yang sebesar 1.7%.
Di saat yang sama laporan tenaga kerja bulan Maret memperlihatkan bahwa jumlah pengangguran sudah sampai pada level memprihatinkan, yakni 12% atau setara 19.2 juta jiwa. Angka tersebut 1.7 juta orang lebih banyak dibandingkan satu tahun lalu.
Pengangguran remaja bahkan sudah menembus 24% atau 3.6 juta orang di bawah usia 25 tahun tengah berjuang mencari pekerjaan. Yunani dan Spanyol bahkan memiliki warga usia muda tanpa pekerjaan terbanyak di Eropa, dengan rasio pengangguran lebih dari separuh warga remaja.
Pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh ECB akan memiliki dampak minimal pada ekonomi riil, meskipun hal itu akan menjadi berita utama penurunan pertama sejak Juli 2011.
Sementaraq bersamaa dengan ini dilaporkan, pejabat Uni Eropa sedang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melindungi deposan kecil jika terjadi kebangkrutan perbankan, menurut laporan Reuters.
RUU tersebut akan membuat deposan sebagai korban terakhir yang harus ikut berkontribusi jika suatu bank memerlukan penyuntikan modal. Deposan yang nilai tabungannya kurang dari €100.000 akan dilindungi; namun deposan yang nilai tabungannya melebihi jumlah tersebut masih mungkin akan diminta turut berkontribusi.
Uni Eropa sepertinya ingin menghindari kasus Cyprus yang sempat membuat panik sektor keuangan setelah sempat mewajibkan semua deposan untuk turut berkontribusi atas rekapitalisasi sektor perbankan. RUU tersebut juga dapat isyaratkan deposan akan menjadi salah satu kontibutor jika krisis perbankan menimpa anggota zona-euro lainnya.
Dengan melindungi deposan kecil, Eropa sepertinya ingin menghindari ambruknya sistem perbankan jika krisis memburuk. RUU ini diharapkan bisa difinalisasi sebelum serikat perbankan Uni Eropa diaktifkan pada awal tahun 2015.
Tag :
news,
FOMC memuluskan penurunan Dolar AS.
By : Admin
Financeroll – Dolar AS lanjutkan penurunannya di
perdagangan hari Rabu (01/05) setelah the Federal Open Market Committee
(FOMC) putuskan tidak mengubah kebijakan moneter saat ini, bahkan
memberikan sinyal bisa menambah atau memperbesar program pembelian
obligasi jika kondisi ekonomi memenuhi prasyarat. Indek Dolar AS turun
ke 81.530 dari sebelumnya di 81.760.
Pada perdagangan EURUSD dibeli di $1.3202 naik dari sebelumnya di $1.3160. melemahnya data Eropa sedikit menahan laju kenaikan Euro ditambah dengan sikap menunggu pasar atas hasil pertemuan ECB yang akan diumumkan hari ini. Jika ECB tidak memangkas suku bunganya, Dolar AS diperkirakan akan menguat kembali. Sementara itu dalam perdagangan lainnya, GBPUSD diperdagangkan naik pula ke $1.5586 dari sebelumnya di $1.5529. Sterling menjadi mata uang yang bersinar kali ini dengan serangkaian data ekonomi yang menjadi sentiment positifnya.
Dilain pihak, Aussie dalam perdagangan AUDUSD melemah terhadap Dolar AS dengan diperdagangkan di $1.0289 dari sebelumnya di $1.0358. Sementara Dolar AS sendiri juga melemah atas Yen Jepang dengan di perdagangkan di 97.37 yen, dari sebelumnya di ¥97.48.
Pada perdagangan EURUSD dibeli di $1.3202 naik dari sebelumnya di $1.3160. melemahnya data Eropa sedikit menahan laju kenaikan Euro ditambah dengan sikap menunggu pasar atas hasil pertemuan ECB yang akan diumumkan hari ini. Jika ECB tidak memangkas suku bunganya, Dolar AS diperkirakan akan menguat kembali. Sementara itu dalam perdagangan lainnya, GBPUSD diperdagangkan naik pula ke $1.5586 dari sebelumnya di $1.5529. Sterling menjadi mata uang yang bersinar kali ini dengan serangkaian data ekonomi yang menjadi sentiment positifnya.
Dilain pihak, Aussie dalam perdagangan AUDUSD melemah terhadap Dolar AS dengan diperdagangkan di $1.0289 dari sebelumnya di $1.0358. Sementara Dolar AS sendiri juga melemah atas Yen Jepang dengan di perdagangkan di 97.37 yen, dari sebelumnya di ¥97.48.
Tag :
news,
Dollar Terjungkal Jelang the Fed
By : AdminJakarta, Strategydesk – Dollar terjungkal ke level terendah dalam dua
bulan terakhir hari ini karena ekspetasi the Fed akan mempertahankan
stimulus moneternya, bahkan ada peluang menambahnya.
Padahal sebagian data ekonomi AS bagus semalam, yaitu harga rumah dan sentimen konsumen. Indeks harga rumah S&P/Case-Shiller naik 1,24% selama Februari, lebih besar dari prediksi 0,9%. Untuk tahunan bahkan naik 9,3%, di atas prediksi 9,0%. Sentimen konsumen versi Conference Board naik ke 68,1 di April, melebihi prediksi 61,0, dari 61,9 di Maret.
Sayangnya pasar lebih terfokus ke aktivitas bisnis Midwest yang kontraksi. Indeks PMI Chicago turun ke 49,0 di April dari 52,4 di Maret. Data ini datang menjelang hasil rapat reguler the Fed nanti malam, yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan akomodatifnya. The Fed hampir dipastikan tetap memberlakukan program pembelian aset $85 miliar per bulan.
Namun tidak sedikit pula yang memperkirakan the Fed bisa saja membuka peluang menambah jumlahnya untuk membantu pemulihan ekonomi AS yang terlihat masih lemah. Kinerja ekonomi yang tidak sesuai harapan dan perlambatan inflasi memicu spekuasi the Fed tidak hanya mengakhiri perdebatan soal mengurangi atau mempersingkat Quantitative Easing (QE), tapi juga mulai mempertimbangkan opsi untuk menambah atau memperpanjangnya.
Kalau sampai the Fed menempuh hal itu, maka membuka kemungkinan dollar akan digunakan sebagai mata uang pembiayaan atau carry trade, bersama yen. Sebelum keputusan the Fed, ada dua data penting yang bakal menyita perhatian, yaitu ADP Employment Change dan indeks manufaktur ISM. Data ADP merupakan gambaran awal laporan payroll Jumat nanti.
Dollar berada di 81,73 di Asia hari ini, dengan sempat jatuh ke 81,61 semalam, terendah sejak 28 Februari. Namun bila melihat grafik bulanan, indeks dollar saat ini sudah menembus 38,2% retracement dari penguatan 1 Januari-1 April di 81,77, dengan 50%-nya di 81,23. Dollar melemah terhadap yen sampai ke 96,98 semalam, kini berada di 97,27, di bawah MA 25 harinya. Support terdekat ada di 96,88. Atas franc, dollar melemah tajam sampai ke 0,9278, terendah sejak 19 April, kini berada di 0,9295.
Mata uang lain juga turut menguat atas dollar. Euro berhasil menguat meski data Eropa buruk dan menambah tekanan ke ECB untuk memangkas suku bunga. Euro berhasil menyentuh level $1,3183 semalam, kini bertengger di $1,3165. Euro kini kembali menghadapi resistance di $1,3200, level yang gagal dicapainya bulan lalu. Penembusan ke level itu bisa terjadi bila the Fed menyampaikan pernyataan yang dovish.
Sterling juga turut menguat, mempertahankan posisinya di kisaran $1,52. The cable perlahan-lahan menyesuaikan posisinya dari keterpurukan di two-year-low yang dicatat dua bulan lalu. Dari grafik mingguan, terlihat sterling kini berusaha mendekati 50% retracement kejatuhan 30 Desember 2012-10 Maret 2013 di $1,5600. Aussie juga reli, namun tergerus karena data manufaktur China yang buruk. Posisinya kini di $1,0367, di atas 38,2% retracement kejatuhan 11-23 April, kini berusaha menuju 50% di $1,0400.
Padahal sebagian data ekonomi AS bagus semalam, yaitu harga rumah dan sentimen konsumen. Indeks harga rumah S&P/Case-Shiller naik 1,24% selama Februari, lebih besar dari prediksi 0,9%. Untuk tahunan bahkan naik 9,3%, di atas prediksi 9,0%. Sentimen konsumen versi Conference Board naik ke 68,1 di April, melebihi prediksi 61,0, dari 61,9 di Maret.
Sayangnya pasar lebih terfokus ke aktivitas bisnis Midwest yang kontraksi. Indeks PMI Chicago turun ke 49,0 di April dari 52,4 di Maret. Data ini datang menjelang hasil rapat reguler the Fed nanti malam, yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan akomodatifnya. The Fed hampir dipastikan tetap memberlakukan program pembelian aset $85 miliar per bulan.
Namun tidak sedikit pula yang memperkirakan the Fed bisa saja membuka peluang menambah jumlahnya untuk membantu pemulihan ekonomi AS yang terlihat masih lemah. Kinerja ekonomi yang tidak sesuai harapan dan perlambatan inflasi memicu spekuasi the Fed tidak hanya mengakhiri perdebatan soal mengurangi atau mempersingkat Quantitative Easing (QE), tapi juga mulai mempertimbangkan opsi untuk menambah atau memperpanjangnya.
Kalau sampai the Fed menempuh hal itu, maka membuka kemungkinan dollar akan digunakan sebagai mata uang pembiayaan atau carry trade, bersama yen. Sebelum keputusan the Fed, ada dua data penting yang bakal menyita perhatian, yaitu ADP Employment Change dan indeks manufaktur ISM. Data ADP merupakan gambaran awal laporan payroll Jumat nanti.
Dollar berada di 81,73 di Asia hari ini, dengan sempat jatuh ke 81,61 semalam, terendah sejak 28 Februari. Namun bila melihat grafik bulanan, indeks dollar saat ini sudah menembus 38,2% retracement dari penguatan 1 Januari-1 April di 81,77, dengan 50%-nya di 81,23. Dollar melemah terhadap yen sampai ke 96,98 semalam, kini berada di 97,27, di bawah MA 25 harinya. Support terdekat ada di 96,88. Atas franc, dollar melemah tajam sampai ke 0,9278, terendah sejak 19 April, kini berada di 0,9295.
Mata uang lain juga turut menguat atas dollar. Euro berhasil menguat meski data Eropa buruk dan menambah tekanan ke ECB untuk memangkas suku bunga. Euro berhasil menyentuh level $1,3183 semalam, kini bertengger di $1,3165. Euro kini kembali menghadapi resistance di $1,3200, level yang gagal dicapainya bulan lalu. Penembusan ke level itu bisa terjadi bila the Fed menyampaikan pernyataan yang dovish.
Sterling juga turut menguat, mempertahankan posisinya di kisaran $1,52. The cable perlahan-lahan menyesuaikan posisinya dari keterpurukan di two-year-low yang dicatat dua bulan lalu. Dari grafik mingguan, terlihat sterling kini berusaha mendekati 50% retracement kejatuhan 30 Desember 2012-10 Maret 2013 di $1,5600. Aussie juga reli, namun tergerus karena data manufaktur China yang buruk. Posisinya kini di $1,0367, di atas 38,2% retracement kejatuhan 11-23 April, kini berusaha menuju 50% di $1,0400.
Tag :
news,