Uni Eropa Berusaha Yakinkan Perancis Jelang Pertemuan G-8 Pekan Depan
By : UnknownDari kawasan Zona Eropa dilaporkan, pemerinta Uni Eropa (UE) berusaha
untuk meyakinkan pemimpin Perancis, bahwa sektor budaya dan audiovisual
akan aman dalam mandat pembicaraan perdagangan bebas dengan Amerika
Serikat Hal itu menyusul sikap keras Paris yang menolak rencana
keterbukaan hubungan dagang.
Menteri Perdagangan Perancis, Nicole Bricq, seperti dilansir dari AFP, Jumat (14/6/2013) mengatakan, 'Perancis akan menolak mandat apapun yang tidak datang dengan perlindungan sektor budaya dan pengecualian yang jelas pada sektor audiovisual' .
Namun, pada saat yang bersamaan, pihak Perancis berada di bawah tekanan besar untuk menyetujui pedoman Komisi Eropa dalam negosiasi Uni Eropa-AS Transatlantic Trade and Investment Partnership (TTIP), sehingga pembicaraan secara resmi dapat diluncurkan pada pertemuan G-8 di pekan depan.
Washington dan Brussels berharap pedoman TTIP ini akan memberikan dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan, terutama di Eropa. Di mana krisis utang telah menyebabkan ekonomi terjebak dalam kelesuan.
Kesepakatan atas perjanjian perdagangan bebas ini, meliputi perdagangan barang senilai 500 miliar euro (USD670 miliar), sektor layanan 280 miliar euro dan triliunan euro dalam arus investasi.
Perdagangan ini diyakini akan menambah pendapatan 119 miliar euro per tahun bagi perekonomian Uni Eropa, dan 95 miliar euro bagi Amerika Serikat.
Menteri Perdagangan Perancis, Nicole Bricq, seperti dilansir dari AFP, Jumat (14/6/2013) mengatakan, 'Perancis akan menolak mandat apapun yang tidak datang dengan perlindungan sektor budaya dan pengecualian yang jelas pada sektor audiovisual' .
Namun, pada saat yang bersamaan, pihak Perancis berada di bawah tekanan besar untuk menyetujui pedoman Komisi Eropa dalam negosiasi Uni Eropa-AS Transatlantic Trade and Investment Partnership (TTIP), sehingga pembicaraan secara resmi dapat diluncurkan pada pertemuan G-8 di pekan depan.
Washington dan Brussels berharap pedoman TTIP ini akan memberikan dorongan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan, terutama di Eropa. Di mana krisis utang telah menyebabkan ekonomi terjebak dalam kelesuan.
Kesepakatan atas perjanjian perdagangan bebas ini, meliputi perdagangan barang senilai 500 miliar euro (USD670 miliar), sektor layanan 280 miliar euro dan triliunan euro dalam arus investasi.
Perdagangan ini diyakini akan menambah pendapatan 119 miliar euro per tahun bagi perekonomian Uni Eropa, dan 95 miliar euro bagi Amerika Serikat.
Tag :
news,
Investor Tetap Berhati-Hati Dengan Statemen The Fed
By : UnknownDari Amerika Serikat dilaporkan (AS), The Fed berulangkali mengeluarkan
statemennya bahwa, pemangkasan pembelian obligasi bulanan sebesar US$85
miliar tidak berarti menandakan akhir dari pelonggaran moneter, tetapi
para investor bersikap seolah-olah tidak mempercayainya.
Imbal obligasi 10 tahun Treasury naik menjadi 2,15% dari 1,63% pada 2 Mei, atau hampir mencapai level tertinggi dalam 14 bulan. Pada saat bersamaan, para investor bertaruh The Fed akan mengurangi pembelian obligasi.
Meningkatnya imbal obligasi menghambat upaya Bernanke dalam menurunkan suku bunga pinjaman dan memerangi angka pengangguran yang mencapai 7,6%.
Mantan Kepala Seksi Divisi Hubungan Moneter The Fed Michael Gapen mengatakan, 'Bernanke harus meyakinkan pasar bahwa mengerucutkan pembelian obligasi bulanan tidak akan menjadi awal dari kebijakan pengetatan moneter yang agresif'
Sementara optimisme konsumen terhadap masa depan pertumbuhan ekonomi di AS meredup pada bulan Juni, hal ini terjadi akibat data data terbaru AS yang dipandang suram.
Data terbaru menunjukan, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir 6-tahun di 84,5 pada bulan lalu, indeks sentimen konsumen University of Michigan harus mengalami penurunan menjadi 82,7. Yang mana hal ini mementahkan ekspektasi dari para ekonom.
Imbal obligasi 10 tahun Treasury naik menjadi 2,15% dari 1,63% pada 2 Mei, atau hampir mencapai level tertinggi dalam 14 bulan. Pada saat bersamaan, para investor bertaruh The Fed akan mengurangi pembelian obligasi.
Meningkatnya imbal obligasi menghambat upaya Bernanke dalam menurunkan suku bunga pinjaman dan memerangi angka pengangguran yang mencapai 7,6%.
Mantan Kepala Seksi Divisi Hubungan Moneter The Fed Michael Gapen mengatakan, 'Bernanke harus meyakinkan pasar bahwa mengerucutkan pembelian obligasi bulanan tidak akan menjadi awal dari kebijakan pengetatan moneter yang agresif'
Sementara optimisme konsumen terhadap masa depan pertumbuhan ekonomi di AS meredup pada bulan Juni, hal ini terjadi akibat data data terbaru AS yang dipandang suram.
Data terbaru menunjukan, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir 6-tahun di 84,5 pada bulan lalu, indeks sentimen konsumen University of Michigan harus mengalami penurunan menjadi 82,7. Yang mana hal ini mementahkan ekspektasi dari para ekonom.
Tag :
news,
Tingkat Penganguran Australia Pekan Ini Diperkirakan Naik. Aussie Masih Bisa Bearish
By : AdminAwal sesi, terpantau AUD / USD diperdagangkan pada 0,9396, turun 1,00% pada saat penulisan.
Sementara diakhirpekan lalu, Aussie Dmembukukan penurunan secara beruntun terhadap mata uang AS.
Hal ini terjadi efek dari data China yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan impor, sehingga meredupkan akan prospek permintaan untuk komoditas.
Impor China, pasar ekspor terbesar Australia, kemungkinan hanya akan tumbuh 6,6% pada bulan Mei dari tahun sebelumnya. Sementara obligasi pemerintah Australia terus beranjak naik di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan kembali memangkas suku bunga guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Andrew Salter, Analis mata uang pada Australia dan New Zealand Banking Group Ltd. di Sydney berpendapat, 'Kami masih tetap bearish terhadap mata uang Australia. Pertumbuhan China yang sangat lamban telah sedikit mengejutkan.'
Sementara data Employment Change dan Unemployment Rate yang akan dirilis Kamis (16/6/2013) mendatang, akan mempengaruhi rally Aussie selanjutnya.
Sebagaimana diketahui, data tersebut merupakan indikator ekonomi yang paling penting, yang dapat mempengaruhi pergerakan Aussie terhadap beberapa mata uang, termasuk dollar AS (AUD/USD).
Sebelumnya rilis data dibulan mei sangat baik, dengan peningkatan sebesar 50.100. Hal ini Ini melampaui perkiraan 11.500 untuk Employment Change
Sementara tingkat pengangguran (Unemployment Rate) berada pada posisi 5,5%, dan pasar mengantisipasi kenaikan sedikit menjadi 5,6% untuk rilis data kali ini.
Sementara diakhirpekan lalu, Aussie Dmembukukan penurunan secara beruntun terhadap mata uang AS.
Hal ini terjadi efek dari data China yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan impor, sehingga meredupkan akan prospek permintaan untuk komoditas.
Impor China, pasar ekspor terbesar Australia, kemungkinan hanya akan tumbuh 6,6% pada bulan Mei dari tahun sebelumnya. Sementara obligasi pemerintah Australia terus beranjak naik di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) akan kembali memangkas suku bunga guna menopang pertumbuhan ekonomi.
Andrew Salter, Analis mata uang pada Australia dan New Zealand Banking Group Ltd. di Sydney berpendapat, 'Kami masih tetap bearish terhadap mata uang Australia. Pertumbuhan China yang sangat lamban telah sedikit mengejutkan.'
Sementara data Employment Change dan Unemployment Rate yang akan dirilis Kamis (16/6/2013) mendatang, akan mempengaruhi rally Aussie selanjutnya.
Sebagaimana diketahui, data tersebut merupakan indikator ekonomi yang paling penting, yang dapat mempengaruhi pergerakan Aussie terhadap beberapa mata uang, termasuk dollar AS (AUD/USD).
Sebelumnya rilis data dibulan mei sangat baik, dengan peningkatan sebesar 50.100. Hal ini Ini melampaui perkiraan 11.500 untuk Employment Change
Sementara tingkat pengangguran (Unemployment Rate) berada pada posisi 5,5%, dan pasar mengantisipasi kenaikan sedikit menjadi 5,6% untuk rilis data kali ini.
Tag :
news,
Jelang Rilis Suku Bunga ECB, EUR/USD Bisa Menguat Terbatas
By : UnknownDari Italia dilaporkan, Departemen Perhubungan Italia umumkan bahwa,
Penjualan mobil di Italia mengalami penurunan sebesar7,98 persen di
bulan Mei 2013 menjadi 136.129 unit.
Sementara pada April 2013, penjualan mobil di Italia turun 10,83 persen, setelah penurunan sebesar 19,8 persen selama 2012.
Sebagaimana diketahui, negara tersebut masih berjuang dengan krisis ekonomi dan resesi berkelanjutan di pasar otomotif mobil di kawasan tersebut. Demikian seperti dilaporkan Inautonews, Selasa (4/6/2013).
Berlanjutnya penurunan harga produsen di bulan Apri, ternyata ikut membebani pergerakan Euro. Namun tampaknya, fokus utama investor tetap tertuju ke pertemuan kebijakan ECB yang akan dirilis pada Kamis esok, serta konferensi pers Presiden ECB Mario Draghi yang akan memberikan penjelas atas suku bunga Bank Sentral Eropa.
Memasuki sesi perdagangan eropa, Rabu (05/06/2013), Level kunci pasangan EUR/USD berada diarea 1,3030
Selama harga diperdagangkan di atas area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi menguat dengan penguatan menuju area 1,3135.
Waspadai jika harga diperdagangkan dibawah area 1,3030.
Sementara pada April 2013, penjualan mobil di Italia turun 10,83 persen, setelah penurunan sebesar 19,8 persen selama 2012.
Sebagaimana diketahui, negara tersebut masih berjuang dengan krisis ekonomi dan resesi berkelanjutan di pasar otomotif mobil di kawasan tersebut. Demikian seperti dilaporkan Inautonews, Selasa (4/6/2013).
Berlanjutnya penurunan harga produsen di bulan Apri, ternyata ikut membebani pergerakan Euro. Namun tampaknya, fokus utama investor tetap tertuju ke pertemuan kebijakan ECB yang akan dirilis pada Kamis esok, serta konferensi pers Presiden ECB Mario Draghi yang akan memberikan penjelas atas suku bunga Bank Sentral Eropa.
Memasuki sesi perdagangan eropa, Rabu (05/06/2013), Level kunci pasangan EUR/USD berada diarea 1,3030
Selama harga diperdagangkan di atas area tersebut, pasangan EUR/USD berpotensi menguat dengan penguatan menuju area 1,3135.
Waspadai jika harga diperdagangkan dibawah area 1,3030.
Tag :
news,
Aussie Melemah, The Fed Boston Berharap Pengangguran Bisa Berkurang ,
By : UnknownAussie melemah versus Dollar AS, setelah International Monetary Fund memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi untuk Cina.
Nilai tukar Dollar Australia ini, sudah anjlok sebanyak 8% terhadap Dollar Amerika dari level tertingginya di bulan April lalu. Kinerja kurs domestik yang kurang bagus dapat menyurutkan rencana penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Dua pekan lalu, Aussie masih kuat dia atas level paritas sebelum akhirnya tergerus oleh rally dollar.
Kondisi bahkan diperburuk oleh indikasi penurunan ekonomi China dan merosotnya harga komoditi. RBA sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak total 200 basis poin sejak akhir tahun 2011 guna memudahkan aktivitas pelaku bisnis dan konsumen.
Mengingat selama ini pihak eksportir terkendala oleh memburuknya daya saing produk di luar negeri, sementara sektor pertambangan juga sedang lesu. Atas dasar itulah, RBA bisa jadi tidak ingin melanjutkan pemangkasan bunga karena kurs Aussie berpeluang turun lebih rendah lagi.
Nilai tukar Aussie sudah melemah 5.6% sejak RBA memangkas bunga seperempat persen ke level rendah 2.75% pada 7 Mei. AUD/USD terpantau di kisaran 0.9569 pada hari Rabu ini dan pasca menembus level terendah di 0.9543.
Sentimen terhadap Dollar Australia berbalik bearish bulan ini sehingga beberapa pengamat memperkirakan depresiasi maksimal sampai 0.80 per Dollar. Pun demikian, kurs rendah itu masih lebih tinggi 22% dibandingkan empat tahun silam.
Sementara dari Amerika dilaporkan, Presiden Federal ReserveBank of Boston, Eric Rosengren mengatakan bahwa The Fed harus menekan dengan stimulus yang berada di rekornya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran yang di level 7.5 % dan meningkatkan inflasi yang berjalan di bawah 2%, demikian seperti dilansir Monexnews.
Sementara pasar tenaga kerja yang telah membaik,”akomodasi yang signifikan masih tepat untuk saat ini,” ujar Rosengren pada hari ini dalam pidatonya di Minneapolis.
”Jika data ekonomi yang masuk tidak mencerminkan perbaikan yang konsisten dengan kedua faktor dari kebijakan kami, saya percaya The Fed seharusnya bersedia untuk meningkatkan pembelian asetnya,” katanya, mengacu pada tujuan bank sentral untuk mencapai harga yang stabil dan membaiknya pasar kerja.
Rosengren konsisten mendukung stimulus The Fed yang berada di rekor tertinggi saat ini. Dia tidak setuju pada pertemuan FOMC tahun 2007 karena dia lebih menyukai kebijakan akomodatif.
Nilai tukar Dollar Australia ini, sudah anjlok sebanyak 8% terhadap Dollar Amerika dari level tertingginya di bulan April lalu. Kinerja kurs domestik yang kurang bagus dapat menyurutkan rencana penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Dua pekan lalu, Aussie masih kuat dia atas level paritas sebelum akhirnya tergerus oleh rally dollar.
Kondisi bahkan diperburuk oleh indikasi penurunan ekonomi China dan merosotnya harga komoditi. RBA sendiri telah memangkas suku bunga sebanyak total 200 basis poin sejak akhir tahun 2011 guna memudahkan aktivitas pelaku bisnis dan konsumen.
Mengingat selama ini pihak eksportir terkendala oleh memburuknya daya saing produk di luar negeri, sementara sektor pertambangan juga sedang lesu. Atas dasar itulah, RBA bisa jadi tidak ingin melanjutkan pemangkasan bunga karena kurs Aussie berpeluang turun lebih rendah lagi.
Nilai tukar Aussie sudah melemah 5.6% sejak RBA memangkas bunga seperempat persen ke level rendah 2.75% pada 7 Mei. AUD/USD terpantau di kisaran 0.9569 pada hari Rabu ini dan pasca menembus level terendah di 0.9543.
Sentimen terhadap Dollar Australia berbalik bearish bulan ini sehingga beberapa pengamat memperkirakan depresiasi maksimal sampai 0.80 per Dollar. Pun demikian, kurs rendah itu masih lebih tinggi 22% dibandingkan empat tahun silam.
Sementara dari Amerika dilaporkan, Presiden Federal ReserveBank of Boston, Eric Rosengren mengatakan bahwa The Fed harus menekan dengan stimulus yang berada di rekornya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran yang di level 7.5 % dan meningkatkan inflasi yang berjalan di bawah 2%, demikian seperti dilansir Monexnews.
Sementara pasar tenaga kerja yang telah membaik,”akomodasi yang signifikan masih tepat untuk saat ini,” ujar Rosengren pada hari ini dalam pidatonya di Minneapolis.
”Jika data ekonomi yang masuk tidak mencerminkan perbaikan yang konsisten dengan kedua faktor dari kebijakan kami, saya percaya The Fed seharusnya bersedia untuk meningkatkan pembelian asetnya,” katanya, mengacu pada tujuan bank sentral untuk mencapai harga yang stabil dan membaiknya pasar kerja.
Rosengren konsisten mendukung stimulus The Fed yang berada di rekor tertinggi saat ini. Dia tidak setuju pada pertemuan FOMC tahun 2007 karena dia lebih menyukai kebijakan akomodatif.
Tag :
news,
Dollar Rebound, Data AS Jadi Fokus
By : UnknownJakarta, Strategydesk – Dollar rebound atas rival utamanya hari ini di
Asia setelah perdagangan sepi karena tutupnya pasar AS dan Inggris.
Fokus kini tertuju ke data ekonomi AS, yang diharapkan dapat menjadi
penentu pergerakan.
Akhir pekan panjang di AS dan Inggris mengurangi dorongan spekulatif dari pasar mata uang. Tapi situasi ini segera berakhir dan pasar akan kembali ke volatilitas dan fluktuasi yang terlihat seperti minggu lalu, ketika muncul kesimpangsiuran mengenai keberlangsungan stimulus the Fed. Namun pertanyaannya, apakah pasar masih bimbang dengan prospek kebijakan the Fed atau mulai yakin stimulus itu tetap berjalan.
Minggu lalu, muncul ekspektasi the Fed bakal mengurangi stimulusnya beberapa bulan lagi. Memang selama ini data ekonomi AS bagus, memperkuat ekspektasi itu. Tapi, pasar kini menyadari bahwa hal itu tidak akan dilakukan dalam rapat Juni nanti. Meski demikian, dollar tetap bisa menguat karena pandangan ekonomi AS tetap lebih unggul dari negara maju lainnya, seperti Eropa dan Inggris. Dengan itu, pasar tetap melihat the Fed akan menjadi bank sentral pertama yang melakukan pengetatan.
Dalam memproyeksikan pergerakan selanjutnya, penting untuk melihat katalis fundamental yang mungkin datang. Data ekonomi AS nanti malam antara lain sentimen konsumen, indeks manufaktur Richmond, indeks manufaktur Dallas dan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller. Sentimen konsumen diperkirakan naik ke 71 di Mei dari 68,1 di April. Penting untuk mengetahui sejauh mana data-data itu memberi gambaran mengenai kondisi ekonomi AS.
Indeks dollar berada di 83,94, setelah menyentuh 84,04. Indesk itu bergerak cukup fluktuatif minggu lalu. Sempat meraih level tertinggi dalam tiga tahun di 84,53, akhirnya melemah sampai 83,45. Kejatuhan tajam ini mencerminkan koreksi harga setelah kenaikan selama ini. Level 84 menjadi resistance terdekat, untuk support di 83,40.
Dollar berhasil rebound atas yen dan franc. Terkoreksi sampai 100,65 akhir pekan lalu, dollar kini rebound 0,8% ke 101,85. Bila berhasil menembus lagi level 102, maka greenback berpeluang menuju 103-103,20. Terhadap franc, dollar menguat 0,5% ke 0,9675. Resistance terdekat kini di 0,9700, yang harus ditembus untuk bisa ke 0,9720.
Mengenai mata uang lain, euro melanjutkan koreksinya ke $1,2895, atau sekitar 0,4%. Pasar belum mendapat alasan untuk mendorong euro karena tidak ada berita baru yang keluar dari Eropa. Sterling terlihat konsolidasi, sulit menembus $1,51 tapi juga mampu bertahan di $1,50. Aussie terlihat masih bearish, masih gagal meraih level 0,9700 dan terancam menuju low 23/5 di 0,9590, atau terendah dalam 11 bulan.
Akhir pekan panjang di AS dan Inggris mengurangi dorongan spekulatif dari pasar mata uang. Tapi situasi ini segera berakhir dan pasar akan kembali ke volatilitas dan fluktuasi yang terlihat seperti minggu lalu, ketika muncul kesimpangsiuran mengenai keberlangsungan stimulus the Fed. Namun pertanyaannya, apakah pasar masih bimbang dengan prospek kebijakan the Fed atau mulai yakin stimulus itu tetap berjalan.
Minggu lalu, muncul ekspektasi the Fed bakal mengurangi stimulusnya beberapa bulan lagi. Memang selama ini data ekonomi AS bagus, memperkuat ekspektasi itu. Tapi, pasar kini menyadari bahwa hal itu tidak akan dilakukan dalam rapat Juni nanti. Meski demikian, dollar tetap bisa menguat karena pandangan ekonomi AS tetap lebih unggul dari negara maju lainnya, seperti Eropa dan Inggris. Dengan itu, pasar tetap melihat the Fed akan menjadi bank sentral pertama yang melakukan pengetatan.
Dalam memproyeksikan pergerakan selanjutnya, penting untuk melihat katalis fundamental yang mungkin datang. Data ekonomi AS nanti malam antara lain sentimen konsumen, indeks manufaktur Richmond, indeks manufaktur Dallas dan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller. Sentimen konsumen diperkirakan naik ke 71 di Mei dari 68,1 di April. Penting untuk mengetahui sejauh mana data-data itu memberi gambaran mengenai kondisi ekonomi AS.
Indeks dollar berada di 83,94, setelah menyentuh 84,04. Indesk itu bergerak cukup fluktuatif minggu lalu. Sempat meraih level tertinggi dalam tiga tahun di 84,53, akhirnya melemah sampai 83,45. Kejatuhan tajam ini mencerminkan koreksi harga setelah kenaikan selama ini. Level 84 menjadi resistance terdekat, untuk support di 83,40.
Dollar berhasil rebound atas yen dan franc. Terkoreksi sampai 100,65 akhir pekan lalu, dollar kini rebound 0,8% ke 101,85. Bila berhasil menembus lagi level 102, maka greenback berpeluang menuju 103-103,20. Terhadap franc, dollar menguat 0,5% ke 0,9675. Resistance terdekat kini di 0,9700, yang harus ditembus untuk bisa ke 0,9720.
Mengenai mata uang lain, euro melanjutkan koreksinya ke $1,2895, atau sekitar 0,4%. Pasar belum mendapat alasan untuk mendorong euro karena tidak ada berita baru yang keluar dari Eropa. Sterling terlihat konsolidasi, sulit menembus $1,51 tapi juga mampu bertahan di $1,50. Aussie terlihat masih bearish, masih gagal meraih level 0,9700 dan terancam menuju low 23/5 di 0,9590, atau terendah dalam 11 bulan.
Tag :
news,
China Hadapi Tantangan Berat Seiring Melambatnya Pertumbuhan
By : UnknownStrategydesk – Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan negaranya
sedang menghadapi “tantangan besar” dalam membuka ekonominya dan upaya
reformasi yang dijalankan pemerintah mungkin harus dibarengi dengan
perlambatan pertumbuhan.
Berbicara di Berlin dalam kunjungan luar negeri pertamanya, Li mengatakan pemerintah akan terus berorientasi pasar untuk mencapai pertumbuhan stabil meski setelah ekonomi melambat di kuartal pertama. “Seiring dengan bertambahnya ukuran ekonomi, China memasuki pertumbuhan yang logis,” kata Li dalam forum bisnis Jerman-China kemarin. Ia menyebut pertumbuhan 7,7% di kuartal pertama masih sesuai dengan rencana makroekonomi.
Li mengunjungi Jerman untuk meredam perselisihan dagang dengan Eropa dan mempererat hubungan sembari mengisyaratkan pemerintahnya siap mentoleransi perlambatan untuk menghindari degradasi lingkungan. Menurutnya, pasar terbuka mengharuskan China lebih berinteraksi dengan negara lain, memberi perlakukan yang sama pada investor asing, dan melindungi hak atas kekayaaan intelektual.
Sebagai Ketua Dewan Negara, LI telah menyetyujui serangkaian langkah untuk mengurangi peran pemerintah dalam ekonomi dan membuka industri. Saat di Jerman, Li bertemu dengan Kanselir Angela Merkel untuk menyelesaikan masalah perdagangan dengan Eropa.
Berbicara di Berlin dalam kunjungan luar negeri pertamanya, Li mengatakan pemerintah akan terus berorientasi pasar untuk mencapai pertumbuhan stabil meski setelah ekonomi melambat di kuartal pertama. “Seiring dengan bertambahnya ukuran ekonomi, China memasuki pertumbuhan yang logis,” kata Li dalam forum bisnis Jerman-China kemarin. Ia menyebut pertumbuhan 7,7% di kuartal pertama masih sesuai dengan rencana makroekonomi.
Li mengunjungi Jerman untuk meredam perselisihan dagang dengan Eropa dan mempererat hubungan sembari mengisyaratkan pemerintahnya siap mentoleransi perlambatan untuk menghindari degradasi lingkungan. Menurutnya, pasar terbuka mengharuskan China lebih berinteraksi dengan negara lain, memberi perlakukan yang sama pada investor asing, dan melindungi hak atas kekayaaan intelektual.
Sebagai Ketua Dewan Negara, LI telah menyetyujui serangkaian langkah untuk mengurangi peran pemerintah dalam ekonomi dan membuka industri. Saat di Jerman, Li bertemu dengan Kanselir Angela Merkel untuk menyelesaikan masalah perdagangan dengan Eropa.
Tag :
news,