Popular Post

Posted by : Admin Kamis, 28 Maret 2013

Jakarta, Strategydesk - Euro tenggelam ke level terendah dalam empat bulan terakhir hari ini karena kenaikan yield obligasi Italia menyusul lelang kemarin, menekan pasar yang sudah resah karena masalah Siprus.
Yield obligasi Italia tenor 5 tahun naik ke level tertinggi sejak Oktober dalam lelang kemarin, mencerminkan kekhawatiran investor mengenai kondisi politik di sana, yang belum terbentuk pemerintahan baru.  Yield obligasi itu naik ke 3,53%, sedangkan yield obligasi tenor 10 tahun naik ke 4,73%.
Partai Demokratik pimpinan Pier Luigi Bersani mengatakan tidak ada kemungkinan  terbentuknya koalisi untuk mengakhiri kebuntuan politik. Bersani masih tidak mau berkoalisi dengan partainya Silvio Berlusconi.  Di sisi lain, Bersani gagal mengajak Partainya Beppe Grillo berkoalisi. Pemilu ulang mungkin harus digelar, tapi kebuntuan politik di Italia berbahaya bagi zona euro, yang kini dirundung masalah Siprus.
Di Siprus, bank bakal dibuka kembali setelah hampir dua minggu ditutup. Siprus memberlakukan restriksi dalam penarikan uang dan kemungkinan membatasi penggunaan kartu kredit di luar negeri untuk meredam arus dana keluar. Hal tersebut dilakukan setelah negara mediterania itu sepakat dengan syarat bailout di mana penabung besar dan pemegang obligasi bakal terkena kerugian. 
Muncul keresahan bahwa skema bailout Siprus akan digunakan sebagai model program penyelamatan di masa mendatang. Karena itu, dikhawatirkan bakal terjadi arus dana keluar (capital outflow) secara massif yang dapat melumpuhkan sistem finansial di kawasan. Bila ini terjadi tentu dapat memperburuk krisis.
Euro diperdagangkan di $1,2787, setelah sempat jatuh sampai $1,2750 terendah sejak Nopember 2012. Euro telah melemah 7% dari peak-nya $1,3711 bulan lalu. Dengan jatuh ke bawah $1,2800, euro kini terancam jatuh ke low 21 Nopember 2012 $1,2730. Dan bila juga tidak mampu bertahan di $1,27, euro bisa bergerak menuju 61,8% retracement dari penguatan Juli 2012-Februari 2013 di $1,2671. Terhadap yen, euro bergerak di 120,21. Bila gagal bertahan di 120, euro terancam ke 118,70, atau low 25 Februari.
Kejatuhan euro juga diperburuk oleh data ekonomi. Sentimen konsumen zona euro anjlok pada Maret, penurunan untuk empat bulan berturut-turut. Untuk hari ini, data terjadwal di Eropa antara lain tingkat pengangguran dan penjualan ritel Jerman. Di AS, data terjadwal adalah initial jobless claims dan angka revisi PDB kuartal keempat.
Di tengah minimnya berita positif, dollar menjadi pelarian. Selain itu, dollar juga atas aussie karena karena banyak investor yang melakukan aksi untung dari penguatan mata uang Australia itu menjelang Libur Paskah. Aussie melemah ke $1,0425 setelah menyentuh level tertinggi dalam empat bulan di $1,0497.


Sumber Berita: Nanang Wahyudin-strategydesk.co.id

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Forex Rebate - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -